Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Palestina Terkini

Ibu Palestina Ini Menghabiskan 20 Tahun Mengunjungi Putranya di Penjara ‘Israel’

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 Maret 2022 22:49 10:49 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Maret 2022 06:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Di sebuah jalan utama dekat pintu masuk Kamp Pengungsi Al-Amari di kota Ramallah, Tepi Barat, Latifa Abu Humaid, 73, melakukan aksi duduk bersama dengan puluhan warga Palestina lainnya. Hal ini dilakukan sebagai protes berlanjutnya penahanan putranya Nasser, yang dalam kondisi kritis setelah baru-baru ini didiagnosis menderita kanker paru-paru.

Pada Hari Ibu, yang dirayakan sebagian besar negara-negara Timur-Tengah termasuk Palestina pada 21 Maret, dia sendirian karena lima putranya dipenjarakan oleh pasukan pendudukan ‘‘Israel’’ atas berbagai tuduhan antara tahun 2003 dan 2017. Salah satu putranya terbunuh pada tahun 1994, dan satu tidak tinggal bersamanya karena dia takut ditangkap karena dia sebelumnya telah beberapa kali ditahan dalam penahanan administratif Otoritas ‘Israel’.

Sudah hampir 20 tahun sejak pihak berwenang zionis mulai memenjarakan kelima anaknya satu per satu, kata Abu Humaid. “sejak tahun 2003, semua anggota keluarga tidak pernah berkumpul pada setiap kesempatan… dan ini benar-benar menyakitkan,” ujarnya.

Selama ketidakhadiran mereka, dia kehilangan suaminya dan rumahnya di kamp telah dihancurkan enam kali. Pada tahun 1994, tentara penjajah menghancurkan rumahnya untuk pertama kalinya, membunuh putranya Abdel-Munem Abu Humaid, anggota Brigade Al-Qassam, sayap militer kelompok perlawanan Hamas, yang paling ditakuti ‘Israel’.

Setelah itu, putranya yang lain ditangkap selama Intifada Palestina kedua, dan dia biasa mengunjungi mereka selama 45 menit setiap bulan di Penjara Ashkelon di ‘Israel’ tengah. “Sejak putra saya dipenjara pada akhir 2017, pihak berwenang ‘Israel’ telah menempatkan putra-putra saya di penjara yang berbeda, yang merupakan hukuman tambahan bagi keluarga,” keluhnya.

Baca Juga

Hamas Tolak Lucuti Senjata Sebelum Penjajah Tinggalkan Gaza
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
Al-Aqsha Ditutup untuk Muslim, Para Rabi Berdoa di Tembok Al-Buraq Picu Sorotan
Gelombang Protes Tolak UU Hukuman Mati Israel bagi Tahanan Palestina

Sejak awal pandemi COVID-19, dia tidak dapat mengunjungi mereka karena tindakan ‘Israel’, dan karena masalah kesehatan, menjadi sangat sulit baginya untuk mengunjungi lima penjara berbeda setiap bulan.

Selama tahun-tahun ini, Abu Humaid berusaha sepanjang waktu untuk mendukung putra-putranya dari luar penjara dengan menghadiri protes untuk mendukung narapidana Palestina. Pada April 2017, ia melakukan mogok makan 40 hari untuk mendukung empat putranya yang dipenjara dari lima, yang bergabung dengan mogok makan dengan lebih dari 1.500 narapidana lain untuk memprotes pembatasan ‘Israel’ atas kehidupan mereka.

Dia ingat bahwa putra sulungnya, Nasser, berusia 13 tahun ketika dia ditangkap untuk pertama kalinya. Nasser sekarang berusia 49 tahun, dan menurut ibunya, sejak penahanan pertamanya, total waktu yang dia habiskan bersama keluarganya hanya sekitar satu tahun.

Saat ini, Abu Humaid hidup dengan keprihatinan serius tentang kesehatan putranya, karena tidak ada hubungannya dengan dia dan pendudukan ‘Israel’ masih melarang dia mengunjunginya di rumah sakit di Penjara Al-Ramla. “Tempat mereka menahannya sekarang bukanlah rumah sakit. Ini adalah tempat untuk kematian, bukan untuk perawatan,” katanya kepada Anadolu Agency.

Abu Humaid tidak pernah diizinkan untuk bersama putranya selama sakitnya dan telah dilarang berhubungan dengannya. “Semua yang saya tahu tentang dia adalah melalui pengacaranya. Mereka mengatakan kepada saya bahwa dia tidak dapat mengingat banyak detail. Mereka mengatakan kepada saya bahwa dia tidak dapat mengingat nama saudara-saudaranya,” tambahnya.

Dia mengatakan dia diizinkan untuk mengunjungi putranya dua bulan lalu ketika dia dalam keadaan koma di Barzilai Medical Center di Ashkelon di Israel selatan di bawah penjagaan ketat zionis, yang memaksanya untuk berdiri dua meter darinya.

“Ketika saya melihat semua ini, saya memberi tahu mereka bahwa ini adalah barak militer, bukan rumah sakit,” katanya.

Masih menunggu putra-putranya kembali ke rumah setelah lebih dari 19 tahun, dia terus memohon kepada dunia bebas dan perlawanan Palestina untuk membantu membebaskan putranya yang sakit dan tahanan sakit lainnya yang mendekam di penjara-penjara ‘Israel’.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:kekejaman IsraelpalestinaZionis-Israel
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Bekas Menlu AS Madeline Albright Meninggal Dunia
Tulisan selanjutnya Penjaga Dua Masjid Suci Luncurkan Kartu Identitas untuk Peziarah 

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bawa Bom Rakitan Wanita Meledakkan Dirinya di Sebuah Restoran di Moskow

Berita
2 Agustus 2026 10:27
Iran Eksekusi Dua Pria Terpidana Mata-mata Israel
Buku Pemikiran KH Ma’ruf Amin Diluncurkan, Ajak NU Tetap Berpegang pada Fikrah, Manhaj, dan Harakah
Menguak Penyebab Kerusuhan Hindu dan Muslim di Nepal
‘Israel’ Siapkan Invasi Besar-Besaran di Tepi Barat, Ancam Perlakukan Seperti Gaza

Terbaru

  • Otoritas Amerika Selidiki Insiden Helikopter Marine One Trump Nyaris Tabrakan dengan Pesawat Sipil
  • Pemerintahan Baru Kolombia Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’
  • Ajak Bersatu Dukung Palestina, Indonesia: ‘Israel’ Selalu Manfaatkan Perpecahan
  • Libanon, Israel Susun Daftar Negara Mana yang Bisa Kirim Pasukan Pantau Perlucutan Senjata Hizbullah
  • Paus Leo XIV akan Bertemu Penyintas Korban Pencabulan Pendeta di Prancis
  • Sepekan Tiga Kapal Tanker Uni Emirat Dihatam Misil dan Drone di Selat Hormuz
  • Atasi Suhu Udara Panas Warga Korea Utara Diimbau Makan Sup Daging Anjing
  • Pilot Malaysia Airlines yang Ditangkap di Jakarta Membawa Narkoba Tidak Menerbangkan Pesawat, Kata Malaysia Aviation Group
  • Kepala Intelijen Saudi di Baghdad Bahas Keamanan Regional dengan PM Iraq
  • Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an

Mungkin Anda Juga Suka

Palestina Terkini

Menteri Penjajah Tuangkan Miras Rayakan Disahkannya Hukuman Mati untuk Warga Palestina Terjajah

31 Maret 2026 09:13
Palestina Terkini

Zionis Sahkan Undang-Undang Hukuman Mati bagi Warga Palestina Terjajah, Picu Kritik Internasional

31 Maret 2026 09:08
Palestina Terkini

Babak Baru Pendudukan: ‘Israel’ Resmikan Pencaplokan Tepi Barat

17 Februari 2026 14:18
Palestina Terkini

Khaled  Misy’al: Senjata Bagi Hamas adalah Alat Pertahanan Diri dari Penjajahan

10 Februari 2026 06:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?