Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Wawancara

“Ada 70 Undang-Undang tidak Memihak Kepentingan Nasional”

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 21 Oktober 2016 20:01 8:01 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 21 Oktober 2016 10:15
Bagikan
Presiden Indonesian Islamic Business Forum, Heppy Trenggono, usai kongres Beli Indonesia di Gedung Smesco, Jakarta, awal Oktober 2016.
Bagikan

SEJAK awal 2016, Indonesia memasuki Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Antara lain untuk menjawab pasar bebas itu, awal Oktober ini digelar Pameran dan Kongres Beli Indonesia, menampilkan beragam produk karya anak bangsa.

Selain MEA, begitu banyak permasalahan terkait ekonomi bangsa. “Ada dua masalah utama,” ujar penggagas gerakan Beli Indonesia, Heppy Trenggono. Apa saja masalah itu?

Lebih jauh, hidayatullah.com mewawancarai Presiden Indonesian Islamic Business Forum itu usai penutupan kongres tersebut di Gedung Smesco, Jakarta. Berikut hasil wawancaranya!

Apa saja hasil dari kongres tersebut?

Bahwa model-model impelementasi di pemerintah daerah (pemda) itu sangat efektif, dan kita upayakan agar lebih banyak lagi kabupaten-kabupaten yang bisa menerapkan gerakan ini.

Baca Juga

Pengamat Politik Internasional UI Sofwan Al-Banna Menampik Adanya Hubungan Kuat Hamas dengan Syiah
Kisah Hafizh Belajar Menghafal Qur’an: “Pahitnya” Bambu, Manisnya Pisang Goreng [2]
Kisah Hafizh Belajar Menghafal: Al-Qur’an Dieja Pakai Bahasa Latin [1]
Sinyo Egie, Pendiri Peduli Sahabat:  Pelaku LGBT Harus Punya Niat dan Keinginan Sembuh
Kisah Ustadz Hasan Ibrahim Bergabung Hidayatullah: Masuk Hutan, Batalkan Kuliah Madinah

Di samping itu juga, kita akan lebih intensif dengan gagasan-gagasan baru. Agar perjuangan gerakan Beli Indonesia itu, yang selama ini banyak menyentuh persoalan kultural itu, bisa juga menyentuh persoalan yang sifatnya struktural.

Intinya, bagaimana gerakan Beli Indonesia bisa mempengaruhi kebijakan-kebijakan dari eksekutif, baik dari pusat maupun daerah.

Model-model implementasi di pemda itu seperti apa contohnya?

Jika para pemimpin (bangsa) mulai memahami, bahwa produk Indonesia artinya ekonomi Indonesia dan produk asing artinya ekonomi asing, maka Indonesia akan segera bangkit. Maka, kembali pada bagaimana model implementasi di pemda.

Gerakan Beli Indonesia banyak melakukan edukasi dan kerja sama dengan daerah-daerah. Agar, daerah menghidupkan semangat pembelaan terhadap produk anak bangsa sendiri, (serta) para pimpinan memberikan keteladanan tentang pentingnya pembelaan pada produk-produk Indonesia.

(Beli Indonesia) mendorong pemda untuk memprioritaskan anggaran untuk belanja produk-produk rakyatnya sendiri.

Juga meminta pemda untuk mengendalikan pertumbuhan modern market, atau minimarket berjaringan, serta mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Kami pun mendorong tumbuhnya sektor swasta nasional melalui pembangunan infrastruktur, akses pembiayaan, penyederhanaan perijinan, dan pendidikan kewirausahaan.

Selain itu, juga mendorong agar pemda mengendalikan gaya hidup konsumtif di masyarakat dan menciptakan kehidupan yang murah bagi masyarakat. [Baca juga: Pegiat UMKM Optimistis Mampu Bangkitkan Perekonomian Bangsa]

Pemda mana saja yang telah menjalankannya?

Sedikitnya lebih dari 60 bupati, walikota, dan gubernur yang telah disambangi gerakan Beli Indonesia. Tentu praktik dan implementasinya berbeda-beda kadarnya.

Sebut saja Kabupaten Kulonprogo (DIY), dengan “Bela dan Beli Kulonprogo”-nya, mampu menurunkan kemiskinan dari 22 persen menjadi 12 persen. Industri di sana bertumbuh, petani beras dan gula semut kiat sejahtera.

Termasuk Pemda membatasi pertumbuhan minimarket berjaringan yang banyak membunuh warung-warung warga. Yaitu dengan tidak memberikan izin baru serta tidak memperpanjang izin yang sudah terlanjur ada sebelum gerakan ini dideklarasikan.

Contoh lain adalah “Beli Depok”, Pemda (Kota Depok) mengeluarkan moratorium berdirinya minimarket berjaringan serta menertibkan minimarket yang tidak berizin.

Ada juga “Beli Wonosobo” yang dalam pameran Beli Indonesia juga ikut serta. Bupati (Wonosobo) mengeluarkan edaran untuk memprioritaskan anggaran untuk belanja produk rakyatnya. Terutama, ketika rapat snack-nya harus asli daerah. Serta banyak lagi (pemda lain), seperti Kebumen, dan lain-lain.

Selama ini, sejak berdirinya, bagaimana perkembangan dan pengaruh gerakan Beli Indonesia?

Luar biasa ya! Karena terutama banyaknya pemimpin-pemimpin, baik itu pimpinan pemerintah daerah, para kiai, alim ulama, maupun pemimpin-pemimpin ormas yang melakukan gerakan ini dengan komitmen yang totalitas.

Seperti kita lihat di Kulonprogo, di Depok, (ormas) ‘Aisyiyah, dan kemudian kabupaten-kabupaten lain itu banyak sekali. Dan ternyata gerakan Beli Indonesia ini, kan, menurunkan angka kemiskinannya jelas gitu.

Di antara yang sering diserukan adalah melawan produk asing dengan membeli produk (bangsa) sendiri…

Ya itu sebenarnya tidak melawan produk asing, kan. Tetapi bagaimana membela produk anak bangsa, membela kepentingan anak bangsa sendiri. Itu yang mau kita suarakan.

Di antara masalah perekonomian Indonesia soal impor. Menurut Anda bagaimana?

Ya kita, kan, masuk dalam pasar bebas (MEA. Red) yang kita sendiri tidak mampu mengambil manfaat secara maksimal. Karena, ibaratnya orang perang itu keteteran.

Jadi anak-anak kita, produk-produk kita, dari dulu memang tidak berkuasa di pasar dalam negeri, justru semakin tidak berkuasa dengan dibukanya (pasar bebas) itu.* Bersambung ke tulisan kedua

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Beli Indonesiaekonomi bangsaHeppy Trenggonohukumkepentingan nasionalliberalisasi ekonomiMasyarakat Ekonomi ASEANMEA 2016pasar bebasproduk asingproduk dalam negeriundang-undang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengamat: Pemerintah Harus Kreatif Tawarkan Pola Baru Diplomasi Internasional untuk Penyelesaian Kolonialisasi Palestina
Tulisan selanjutnya Sandyawan Ungkap ‘Pola’ Ahok ‘Muluskan’ Penggusuran di Jakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Wawancara

Pakar Anti Feminisme Dr Norsaleha Mohd Salleh: Liberalisme dan Feminisme Itu Satu Paket

24 Juli 2021 17:03
baitul maqdis
Wawancara

Dr. Khalid el-Awaisi: “Kini Banyak Orang Islam Berhati Zionis”

11 Juni 2021 09:55
Masjid Al-Aqsha
Wawancara

Akademisi Gaza: “Dihujani Berton-ton Bom, Kami akan Tetap Bersandar pada Allah untuk Perjuangkan Masjid Al-Aqsha”

22 Mei 2021 10:45
Wawancara

Ahmad Sarwat: Salafi Termasuk Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah

15 April 2021 11:06
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?