Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Islam Makin Makin Berkembang Pasca Gempa Haiti

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 Oktober 2012 14:01
Bagikan
Darlene Derosier menempelkan petunjuk cara membersihkan diri, atau berwudhu, di Masjid Al-Fattah
Bagikan

GURU sekolah Darlene Derosier kehilangan rumahnya di ibukota Haiti, Port-au-Prince, ketika gempa bumi besar pada 2010 menghancurkan negaranya. Suaminya meninggal sebulan kemudian setelah menderita apa yang ia sebut trauma emosional dari bencana alam tersebut. Ia dan dua anak perempuannya sekarang tinggal di tenda-tenda di luar ibukota, dikelilingi ribuan warga lainnya yang juga kehilangan rumah dan merana karena bencana.

Derosier mengatakan bahwa yang membantunya mengatasi penderitaan tersebut adalah agamanya, namun bukan Katolik, Protestan atau bahkan Voodoo yang mendominasi negara pulau ini. Ia telah masuk Islam, agama yang relatif baru di sini, dan membangun masjid kecil dari batako dan tripleks, tempat sekitar 60 Muslim shalat setiap hari.

Jumlah pemeluk agama Islam naik di negara miskin ini, terutama setelah bencana besar dua tahun lalu yang menewaskan kurang lebih 300.000 orang dan membuat jutaan lainnya kehilangan rumah.

Di ibukota yang didominasi umat Kristiani, dengan jalanan dipenuhi gema lagu rohani setiap Minggu, sekarang ini ada paling tidak lima masjid, seorang anggota parlemen yang Muslim dan program televisi lokal setiap malam yang didedikasikan untuk Islam.

Bencana tersebut mengundang kelompok bantuan dari seluruh dunia, termasuk lembaga bantuan Islamic Relief USA, yang mendirikan 200 tempat pengungsi dan sebuah sekolah menengah dengan 20 ruang kelas.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

“Setelah gempa, ada banyak orang yang bergabung,” ujar Robert Dupuy, imam di ibukota. “Kami memberi mereka tempat di masjid dan menyediakan makanan,” ujarnya dikutip Voice of America (VoA), Jumat, (12/10/2012).

Derosier mengatakan ia tertarik kepada ajaran Islam mengenai disiplin diri, penekanan pada pendidikan dan perhatian pada kebersihan. Frekuensi mencuci diri yang tinggi, ujarnya, telah membantunya dan umat Muslim lain menghindari kolera, penyakit yang ditularkan lewat air yang menurut pejabat kesehatan menjangkiti hampir 600.000 orang dan menewaskan lebih dari 7.500 warga sejak timbul setelah gempa.

“Ini kemenangan untuk saya,” ujar perempuan berusia 43 tahun itu mengenai perpindahanya pada Islam setelah gempa. Mantan pemeluk Protestan itu berbicara di halaman rumahnya yang dipenuhi tenda, memakai kerudung hitam yang bersih.

“Adalah suatu kemenangan saat saya menerima kedamaian dan menemukan petunjuk.”

Pertumbuhan komunitas Muslim juga dipengaruhi oleh kembalinya ekspatriat yang memeluk agama tersebut di Amerika Serikat, ujar Kishner Billy, pemilik stasiun televisi Telemax dan pembawa acara “Haiti Islam” yang disiarkan setiap malam.

Billy dan beberapa lainnya percaya bahwa Islam di Haiti hadir sebelum kemerdekaan negara pada 1804, dan bahwa seorang budak Jamaika dan pendeta Voodoo bernama Boukman yang memimpin pemberontakan budak yang mengusir penjajah Perancis adalah seorang Muslim.

“Islam datang ke Haiti untuk bertahan,” ujar Billy, yang pindah dari Kristiani 20 tahun lalu.

“Generasi-generasi di masa depan, anak-anak saya, akan berbicara mengenai Islam.”
Tidak ada statistik yang jelas mengenai jumlah Muslim di Haiti, karena banyak data yang dapat dipercaya, termasuk jumlah penduduk Port-au-Prince juga tidak tersedia.

Sebuah studi pada 2009 oleh Pusat Riset Pew mengenai populasi Muslim dunia memperkirakan bahwa Haiti memiliki sekitar 2.000 penduduk Muslim. Para pemimpin umat Islam di negara tersebut bersikeras jumlahnya lebih tinggi dan tumbuh.
Islam bukannya tidak dikenal di wilayah Karibia. Negara-negara seperti Trinidad & Tobago, Suriname dan Guyana memiliki populasi Muslim yang signifikan. Banyak dari negara-negara tersebut memiliki akar yang kuat di negara-negara seperti India dan Indonesia, dimana Islam telah berkembang luas.

Para nenek moyang Haiti sendiri sebagian besar dibawa dari wilayah non-Muslim di Afrika. Penjajah Perancis di Haiti juga mengimpor kepercayaan Kristiani mereka.
Perkembangan Islam baru-baru ini, demikian juga dengan agama-agama baru lain, menunjukkan bahwa Haiti menjadi lebih modern dan pluralis, ujar Patrick Bellegarde-Smith, profesor Afrikologi di Universitas Wisconsin, Milwaukee.

Rosedany Bazille, seorang guru berusia 39 tahun yang menjadi Muslim beberapa bulan setelah gempa, mengatakan ia tidak memiliki arah sebelum memeluk agama tersebut dan sekarang mencari langkah maju.

“Islam dapat mendudukkan orang di jalan yang benar dan menunjukkan siapa Tuhan,” ujarnya.

Beberapa umat Muslim di Haiti tergabung dalam Nation of Islam, lembaga dari AS yang berceramah mengenai determinasi diri kaum kulit hitam. Beberapa warga Haiti pindah agama ketika menjalani hukuman di penjara AS sebelum mereka dideportasi kembali ke negaranya. Pemimpin kelompok itu, Louis Farrakhan, mengunjungi Haiti untuk pertama kalinya tahun lalu.

Keputusan untuk pindah agama telah membuat umat Muslim menjadi target diskriminasi.

Pemerintah Haiti tidak mengakui Islam sebagai agama resmi dan tidak mengakui pernikahan secara Islam. Kopiah atau kerudung yang menjadi ciri khas Islam dapat membuat masyarakat menatap dan menunjuk pemakainya. Derosier mengatakan para tetangga bergosip bahwa ia jahat.

Voodoo, campuran agama-agama Afrika Barat yang diciptakan para budak pada jaman penjajahan, telah menjadi kepercayaan yang populer di negara tersebut, dengan elemen-elemen yang diikuti bahkan oleh beberapa dari 85 persen penduduk yang mengklaim dirinya Kristen.

Voodoo suatu kali memiliki pengikut yang banyak sampai-sampai diktator Francois “Papa Doc” Duvalier menggunakannya untuk menakut-nakuti dan mengontrol massa.

Sebagian besar umat Kristiani di Haiti mengidentifikasi dirinya sebagai Katolik Roma. Seorang pastor, Jean-Bertrand Aristide, dipilih menjadi presiden pada 1990 setelah melawan sistem diktator turun temurun yang berlanjut dengan anak lelaki Francois, Jean-Claude “Baby Doc” Duvalier.

Dengan banyaknya masalah yang masih berlangsung di Haiti, kebutuhan akan Islam tidak bisa lebih besar lagi, ujar Billy. Dua bulan lalu, ia meluncurkan acara bincang-bincang langsung untuk mengedukasi umat Islam mengenai agama baru mereka.
“Haiti telah jauh tersesat. Negara ini tidak dapat memproduksi apa-apa,” ujar Billy. “Saat ini warga Haiti hanya ingin visa supaya dapat pergi ke AS, atau Kanada. Mereka tidak ingin tinggal di Haiti.”

Dengan gambar Mekah dan kelompok doa sebagai latar belakang dalam acara televisinya, Billy dan sesama pembawa acara Ruben Caries mengundang pemirsa untuk mengirimkan pertanyaan mengenai Islam lewat pesan teks singkat.

BlackBerry Billy bergetar mendapatkan banyak pesan, termasuk salah satunya dalam bahasa Kreol: “M vle vini Muslim” – “Saya ingin menjadi Muslim.” * 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Muslimold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uban Adalah Peringatan
Tulisan selanjutnya Pastur pembakar Al Qur’an Dilarang Masuk Kanada

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?