Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Kisah Masuk Islamnya Uskup Filipina Pakar Alkitab

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 29 September 2023 10:37 10:37 am
Nashirul Haq
Dipublikasikan 29 September 2023 11:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Selama bertahun-tahun Kleopas Daclan menduduki jabatan tertinggi gereja Ortodoks Filipina, yakni uskup dan telah melayani gereja selama 21 tahun. Dia juga merupakan seorang pakar Alkitab dan mempelajarinya dalam berbagai bahasa, mulai dari bahasa Yunani, Ibrani dan Aram.

Daftar isi
  • Mengapa bisa begitu?
  • Meyakini Al-Quran adalah Firman Tuhan
  • Meski Jadi Uskup, Hatinya Kosong
  • Pada Akhirnya Memilih Islam
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Meski begitu, pada tahun 2018 di usianya yang ke 64 tahun, Kleopas Daclan meninggalkan agama Kristen dan masuk Islam. Dia pun mengganti namanya menjadi Musa Ibrahim.

Daclan saat masih menjadi Uskup (Kiri) Daclan sesudah masuk Islam (Kanan)

Mengapa bisa begitu?

Kisahnya dimulai ketika ia menjadi seorang pendeta di Gereja Ortodoks. Suatu hari ia membaca tentang Islam dan membaca beberapa ayat Al-Qur’an. Dia sangat menyukai monoteisme murni dalam Islam, karena doktrin Trinitas sangat sulit dalam agama Kristen dan sulit dipahami oleh siapa pun, jadi dia terus membaca tentang Islam dan dia menemukan bahwa sulit untuk memikirkan agama lain.

Sekali lagi, ia mulai mempelajari Alkitab dalam bahasa Yunani, Ibrani, dan Aram, namun ia terkejut ketika menemukan banyak sekali kesalahan dan kontradiksi dalam Alkitab. Semakin dalam ia membaca, semakin banyak kontradiksi yang tampak baginya.

Dia memulai studi perbandingan terhadap berbagai terjemahan Alkitab untuk mengetahui bahwa kontradiksi-kontradiksi tersebut semakin meningkat.

Baca Juga

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam
Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Meyakini Al-Quran adalah Firman Tuhan

Setiap kali ia membaca Al-Qur’an, ia merasa dalam hatinya bahwa Al-Qur’an mengandung seluruh kebenaran dan jelas bahwa Al-Qur’an adalah firman Allah. Hal yang paling beliau sukai dari Al-Qur’an selain menegaskan ketauhidan Allah Ta’ala adalah bahwa Al-Qur’an terpelihara dalam bahasa Arab, bahasa yang digunakan untuk menurunkannya.

Adapun kitab-kitab suci Kristen tidak terpelihara dalam bahasa aslinya, dan semuanya mengandung kesalahan dan kontradiksi.

Meski Jadi Uskup, Hatinya Kosong

Namun, ia merasakan kesulitan meninggalkan agama Kristen untuk memeluk Islam, dan ia terus belajar dan melayani di gereja hingga menjadi uskup, yang merupakan tingkat tertinggi dari imamat di gereja, namun ia merasakan kekosongan di dalam hatinya yang hanya dapat diisi oleh al-Quran, sehingga ia meninggalkan agama Kristen dan memeluk Islam, dan ia berkata;

“Saya menjadi seorang uskup. Tuhan Yang Maha Kuasa memberi saya kekuatan untuk mengatakan kepada mereka bahwa saya mengundurkan diri (dari gereja), maka saya tunduk pada kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, meskipun itu membuat saya kehilangan posisi tinggi saya di gereja dan kehilangan semua gelar yang telah saya dapatkan dalam hidup saya.”

Pada Akhirnya Memilih Islam

Daclan kemudian memilih menjadi seorang diakonia, kemudian dia menjadi seorang Biarawan (imam). Dia mempelajari Alkitab di Yunani selama beberapa tahun, di mana dia menjadi seorang ahli Alkitab dan akhirnya memilih Islam dan menjadi seorang Muslim.

Dia berkata, “Saya banyak menangis ketika saya masuk Islam, karena Islam adalah kebenaran dan kebenaran itu mungkin menyakitkan bagi kita, tetapi itu tetaplah sebuah fakta dan melaluinya kita masuk surga, kehidupan yang kekal, jadi di tahun-tahun terakhir kehidupan saya, saya akan mengundang orang-orang untuk masuk Islam.”

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:filipinaKristen Ortodoksmualafuskup masuk islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pria Muslim dengan Gangguan Jiwa Ini Diikat di Tiang Listrik, Dipukuli dengan Tongkat Hingga Tewas
Tulisan selanjutnya Aborsi di Prancis Mencapai Angka Tertinggi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Feature

Jawad Pulang dengan Luka Siksaan ‘Israel’

26 Maret 2026 07:50
Feature

Dapur Tak Pernah Padam: 224 Tahun Memberi Makan Fakir dan Musafir

20 Maret 2026 10:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?