Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Caleg Mobil Listrik dan Prasangka Politik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 9 Februari 2014 07:49 7:49 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 Februari 2014 07:49
Bagikan
Bagikan

Oleh: Jurnalis Sarungan*

DALAM suatu perjalanan darat, serombongan rakyat menjumpai banyak poster, spanduk, dan baliho para caleg bertebaran di sepanjang jalur Sukabumi – Bogor, Jawa Barat. Biasanya, para calon legislatif mengkampanyekan dirinya sebagai sosok merakyat. Misalnya dengan jargon “Peduli dan bekerja menolong sesama”, “Wujudkan Indonesia  Baru Bersama Partai Baru”, atau dengan foto pemberian bantuan di daerah korban bencana.

Namun, Kamis, 5 Rabiul Awal 1435 H (6/2/2014) siang itu, rombongan tadi mendapati poster tak biasa. Yaitu gambar seorang caleg sedang bergaya di samping sebuah mobil yang tampak ‘cling’. Mirip-mirip model iklan otomotif.

Aneh, begitu sekilas dalam benak rombongan tadi. Tak ayal, berbagai prasangka dan pertanyaan pun berseliweran; “Maksudnya apa mejeng di depan mobil?” Atau “Gaya banget kampanye dengan mobil?”, dan lain-lain.

Seorang dari mereka yang dituakan, Ustadz Lalu Mabrur, nyeletuk. “Jangan su’udzon dulu!” ujarnya mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak segera berprasangka buruk. Menurutnya, lebih baik mendahulukan husnuzhon, prasangka baik, sebelum berprasangka buruk. Sebab, bisa saja ada hal baik yang belum diketahui di balik “keanehan” gambar caleg tersebut.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Saya tuh lebih mudah ber-husnuzhon. (Caranya,) cari dulu 10 pertanyaan untuk dijawab sebelum ber-su’udzon, misalnya caleg tadi, siapa tahu dia pengusaha mobil,” ujarnya.

Para penumpang mobil pun manggut-manggut. Suheri yang bertindak sebagai sopir menimpali nasihat ustadz. Dia mencontohkan salah satu “pertanyaan” husnuzhon atas caleg yang dimaksud.

“Siapa tahu, mungkin dia ingin membuktikan pada rakyat, kalau dia terpilih tidak akan korupsi karena dia sudah kaya (punya mobil),” ujar Suheri.

“Mungkin dia ingin mengubah semua angkot jadi seperti mobilnya,” timpal yang lain.

“Mungkin dia ingin memakmurkan pengusaha cuci mobil,” mereka saling melontarkan husnuzhon masing-masing.

Tak berselang lama, dalam perjalanan agak macet itu, seorang lainnya memperhatikan baik-baik tulisan pada poster sang buah bibir yang memang banyak tersebar. Lantas dia mengungkap, ternyata caleg tersebut adalah seorang tokoh permobilan.

“Ir. H. Dasep Ahmadi. Tokoh Mobil Listrik Nasional. Putera Daerah Sukabumi yang Berprestasi,” demikian bunyi tulisan pada poster sebesar koran itu. Dua kalimat terakhir berukuran kecil, wajar jika sekilas terlihat kurang jelas.

Mengetahui itu, rombongan tadi langsung ber-“ooooooh” ria. Pantas saja, rupanya sang caleg tengah mengkampanyekannya mobil listrik temuannya. Listrik memang sumber energi alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) –yang dikhawatirkan semakin langka. Kampanye positif tentunya.

Masih dalam perjalanan pulang menuju Jakarta itu, sang ustadz kembali menyampaikan nasihat akan pentingnya mendahulukan prasangka baik ketimbang prasangka buruk. Tahu-tahu seseorang nyeletuk.

“Tapi kalau saya selama di Jakarta dan sekitarnya, agak susah berprasangka baik. Biasanya kalau ketemu orang baru kenal, saya berprasangka buruk dulu,” ujar Masyhid, pria tersebut.

Masyhid memang pernah tertipu, barang-barang berharganya ludes dibawa dua orang pemuda. Peristiwa di kawasan Jakarta Selatan itu terjadi karena dia terlalu percaya dengan mereka. Maka kini Masyhid punya prinsip, berprasangka baik harus diiringi kewaspadaan berpikir.

Celetukan Masyhid ditanggapi sang ustadz. Lelaki asal Lombok, NTB ini lantas menceritakan sebuah peristiwa penipuan yang menimpa yayasan tempatnya mengasuh. Ceritanya, ada seseorang yang mengaku bernama H Ridwan datang ke kantor yayasan, hendak menyumbang sepeda motor dan makanan. Dengan penampilan, tutur kata, dan janji-janji yang disampaikan Ridwan, Ustadz Mabrur dan pengurus yayasan lainnya tak berprasangka buruk dengan calon penyumbang itu.

Singkat cerita, ternyata sumbangan yang dijanjikan hanya tipuan. Bukannya mendapat sepeda motor dan makanan, yayasan itu malah kehilangan duit berjuta-juta rupiah yang dibawa lari Ridwan. Kasus ini pernah dimuat Hidayatullah.com dalam artikel “Panti Anak Yatim Ditipu Pria Mirip Pelatih Timnas U-23” (9/12/2013).

Prasangka dan Logika

Hikmah dari potongan cerita-cerita di atas, bahwa berbagai prasangka patut ditempatkan pada situasi yang tepat. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa….” (Al-Hujurat [49]:12).

Menilik ayat ini, bisa dipahami, sebagian sikap prasangka adalah dosa, dan sebagian prasangka lain tidak berdosa. Jika menemui seseorang atau sesuatu yang belum dikenal dan diketahui secara jelas, prasangka baik tentu harus dikedepankan. Sekaligus, logika berpikir tetap berjalan.

Begitu pula saat menemui para caleg dan peserta Pemilu 2014 dalam berbagai kampanye, yang kebanyakan mereka belum dikenal rakyat Indonesia. Sebagai Muslim yang mengaku beriman kepada Allah, kita berprasangka baik saja, bahwa kelak para caleg pemilu tahun ini menepati janji-janji yang mereka usung.

Meski, jika belajar dari pemilu-pemilu sebelumnya, rakyat kerap tertipu oleh janji-janji kampanye. Tertipu oleh penampilan dan gambar-gambar. Tertipu oleh “zhon”, oleh prasangka politik rakyat itu sendiri. Semoga tak lagi terjadi!*

Penulis adalah wartawan dan santri Hidayatullah, pemilik situs www.eskaer.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hadir di Yogyakarta, MIUMI: Islam Bukan Masalah Kemajemukan
Tulisan selanjutnya Masa Rehabilitasi Bencana Sinabung Dinilai Akan Panjang

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

123 Santri Ar-Rohmah Putri Diterima PTN Jalur SNBP dan SNBT, Terbanyak di Malang

Berita
5 Juni 2026 21:50
Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?