Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Rezeki Lepas Malah Bersyukur

Bambang S
Terakhir diupdate: 27 Maret 2016 18:55 6:55 pm
Bambang S
Dipublikasikan 27 Maret 2016 19:20
Bagikan
Ilustrasi: Dokter sedang melakukan operasi
Bagikan

SAYA  kaget ketika petugas memintaku membayar 8,5 juta rupiah. Untuk ukuran kantongku, jumlah itu sangat besar. Perkiraan saya antara 3-4 juta rupiah.

Uang itu untuk membayar biaya operasi kelahiran anakku. Sebenarnya, aku dan istri sepakat memilih kelahiran biasa, meski usia istriku sudah 44 tahun. Karena jantung janin dianggap lemah, kami terpaksa menuruti saran dokter untuk operasi cesar.

Saya terpaksa merogoh kantong dalam-dalam, agar anak saya bisa segera saya bawa pulang. Tak apalah keluar uang banyak, terpenting anak dan istri saya selamat. Apalagi saya ikut asuransi. Biaya itu nanti bisa saya klaimkan kepada asuransi. Hati saya pun jadi tenang.

Tetapi ketenangan itu tak lama. Saya tiba-tiba didera tanda tanya. Klaim asuransi tentu ada persyaratan. Salah satu persyaratannya, biaya persalinan yang ditanggung hanya sampai anak ketiga. Lebih dari itu ditanggung sendiri.

Anak saya yang tercatat di KSK (Kartu Susunan Keluarga) memang hanya dua. Tetapi faktanya istri pernah melahirkan empat kali. Anak ketiga begitu lahir langsung meninggal, sehingga tak sempat tercatat di KSK. Anak yang sekarang lahir adalah anak keempat.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

Ah, toh yang tercatat di KSK baru dua. Ada peluang untuk mendapatkan klaim dari asuransi. Apalagi saya teliti surat dari dokter tidak ada yang menyatakan ini kelahiran yang keempat. Itu berarti peluang klaim saya dikabulkan makin besar.

Tiba-tiba hati saya tidak nyaman. Bukankah ini berarti saya melakukan kebohongan? Kebohongan tentu dosa dan saya juga tak mau makan uang haram! Di sisi lain, membayangkan dapat uang 8,5 juta begitu menggiurkan. Dengan uang sebanyak itu, banyak hal yang bisa dilakukan. Waduh, bagaimana ini?

Terjadi perang batin, antara mundur dan terus mengajukan klaim. Kalau mundur uang jutaan melayang, tapi jika maju saya sudah melakukan kebohongan. Rupanya bisikan setan lebih kuat ketimbang suara hati nurani. Kibasan uang jutaan begitu menggoda. Saya pun meluncur ke kantor asuransi.

Beberapa saat melibas jalan, terdengar azan dhuhur. Karena sudah terbiasa shalat berjamaah di masjid, saya merasa tak enak jika tidak memenuhi panggilan adzan itu. Di masjid jami Sidoarjo saya akhirnya ikut shalat Dhuhur. Usai shalat saya berdoa, “Ya Allah, jika ini halal bagiku berilah kemudahan. Tetapi jika dosa, jauhkanlah.”

Dengan berdoa begitu, hati saya jadi tenang. Saya yakin Allah bakal memberikan yang terbaik. Apapun yang terjadi itulah yang terbaik bagiku. Saya pun menggeber montor takut petugas asuransi keburu istirahat.

Di hadapan petugas saya bilang anak ketiga sambil menyodorkan bukti-bukti berupaka foto copy KSK dan surat rekomendasi dari dokter. Petugas perempuan itu kemudian ijin masuk ke dalam, “Saya prosesnya dulu ya Pak,” katanya.

Tak berapa lama, perempuan itu kembali. “Maaf Bapak, berdasarkan surat dokter ini istri Bapak sudah melahirkan empat kali,” katanya.

Plok!!!!!! Pipi saya mendadak terasa panas seperti habis ditampar iblis. Saya malu bukan kepalang. Andaikan disamping saya ada lubang, secepatnya saya masuk ke lubang itu untuk menutup rasa malu.

Rupanya, dalam surat dokter itu ada kode yang tidak saya pahami. Kode itu menyatakan kelahiran keempat. Tak ingin malu lebih lama, saya cepat-cepat pamit sambil minta maaf.

Anehnya, begitu keluar dari kantor asuransi saya merasa plong. Hati saya seperti bebas dari beban berat. “Ya Allah, terima kasih Engkau telah membebaskan saya dari dosa,” bisik saya dalam hati.*/Abu Ahlam, dikutip dari Suara Hidayatullah

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bayioperasirezekiUang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Orientasi Berkeluarga Tak Boleh Berhenti hanya Kepentingan Dunia
Tulisan selanjutnya Tangerang Gandeng UGM Jadikan Kawasan Prostitusi Dadap jadi Pusat Kajian Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?