Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Allah Dulu, Kita Kemudian

Bambang S
Terakhir diupdate: 12 April 2016 12:56 12:56 pm
Bambang S
Dipublikasikan 12 April 2016 12:56
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

SETIAP Muslim tentu ingin ke Tanah Suci menunaikan umrah atau haji. Aku selalu berdoa dan berupaya agar bisa ke sana. Termasuk keseriusanku saat bertanya pada seorang ustadz  yang punya koneksi dengan travel umroh & haji.

“Ustadz, sebenarnya biaya umroh paling murah itu berapa?”

“Biasanya tergantung kurs dollar, minim Rp. 13 – 16 juta”

“Kalau Rp. 16 juta, berarti seharga motor baru ya Ust ?” Ustadz itu mengiyakan.

“Kalau misal punya uang Rp 16 juta, menurut Ustadz dipakai umroh atau beli motor ?” tanyaku lagi

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Umroh dulu, nanti juga dapat motor, ”  jawab ustadz

Aku terdiam. Sebenarnya aku tidak punya uang sebesar itu. Kalaupun aku bertanya banyak, adalah sebagai upaya agar Allah Subhanahu Wata’ala mencatatnya sebagai bentuk ikhtiarku untuk bisa berumroh.

Seminggu kemudian, ustadz tersebut menelepon suamiku menanyakan jadi tidaknya mendaftar umroh. Suamiku menjawab iya, dan mendaftarkan umroh bagi dirinya sendiri. Sedang aku tidak. Karena memang uangnya hanya cukup untuk satu orang.

Taklama ustadz menelepon lagi, menawarkan agar aku didaftarkan sekalian agar bisa berangkat bersama. Suamiku menolak. Karena memang tidak ada biaya. Namun sang ustadz memberitahu suamiku bahwa aku “punya” uang yang cukup untuk berumroh. Akhirnya suamiku mendaftarkan aku umroh.

Ketika suamiku bertanya apakah aku punya uang yang cukup untuk berumroh? Aku jawab tidak. Karena memang aku tidak punya uang. Kemudian suamiku berkata, “Kalau memang Allah menetapkan kita berumroh bersama, pasti ada jalan keluarnya.”

Dan jalan keluar yang diberikan Allah adalah keluarnya  uang dua arisan di kampung sekaligus. Padahal biasanya aku selalu mendapat arisan paling akhir. Agar mencukupi biaya yang diperlukan, aku menjual perhiasan yang aku punya. Ternyata biaya umroh membengkak karena kurs dollar naik dan ada tambahan biaya lain seperti paspor, visa, dan lain-lain.

Setelah suamiku menghitung ulang uang yang ada, ternyata aku tidak bisa berangkat karena uangnya hanya cukup untuk satu orang. Tapi karena telanjur sudah mendaftar, bagaimanapun suamiku harus bertanggungjawab. Akhirnya suamiku cerita pada ustadz bahwa uang yang akan digunakan umroh masih kurang banyak. Sedang waktunya mepet. Kurang dua minggu harus lunas. Alhamdulillah, ustadz tersebut membantu kami untuk mendapat pinjaman lunak dari sebuah Koppontren di Surabaya  sebesar Rp 20 juta yang bisa diangsur selama 1,5 tahun tanpa anggunan apapun.

Menariknya, suami maupun aku tidak pernah menandatangani surat perjanjian hutang sebesar Rp 20 juta tersebut dan tidak pernah tahu seperti apa uang yang kami pinjam. Karunia Allah saja sehingga kami bisa berangkat bersama-sama dengan rombongan ustadz dengan travel haji umroh yang sama.

Karunia Allah semata juga akhirnya kami bisa melunasi pinjaman tepat waktu selama 1,5 tahun. Dua bulan setelah itu, dua orang petugas dealer motor datang ke sekolah tempat aku mengajar.  Sebuah motor matic merah diturunkan dan dimasukkan ke halaman sekolah. Aku bilang kepada petugas bahwa mereka salah kirim motor. Karena aku atau teman guru yang lain tidak ada yang pesan motor. Lalu petugas itu membacakan nota pembelian motor itu yang tertulis namaku, alamat kantorku dan nama pengirimnya adalah suamiku sendiri.

Dengan gemetar aku menandatangani nota yang disodorkan petugas dealer. Masih dalam kebingungan, suamiku meneleponku dan menjelaskan tentang motor itu sambil tertawa-tawa.

Aku pandangi motor merah yang masih terselubung plastik. Aku teringat dengan perkataan ustadz  2 tahun yang lalu,  “Umroh dulu, nanti juga dapat motor. ”

Subhanallah, terima kasih Ya Allah…..*/Sebagaimana diceritakan Sri Rahayu, dikutip dari majalah Suara Hidayatullah

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:jalan keluarumroh
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Netanyahu Akui Israel Banyak Melakukan Serangan Udara di Suriah
Tulisan selanjutnya Sidogiri ‘Mematahkan’ Dr Said Aqil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?