Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Kisah Tukang Bangunan: Dulu Shalat Bolong-bolong, Kini Rajin ke Masjid

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 16 Desember 2021 05:40 5:40 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 16 Desember 2021 05:40
Bagikan
[Ilustrasi] Sejumlah tukang melakukan pekerjaan dalam pembangunan Masjid Ar-Riyadh, Hidayatullah Balikpapan, Kalimantan Timur (01/07/2021).
Bagikan

Hidayatullah.com | TUKANG bangunan giat bekerja, itu biasa. Dimana-mana lumrah didapati demikian. Baik yang upahnya dihitung per hari ataupun dikenal dengan istilah borongan. Tak sedikit di antara mereka rela berpeluh keringat sebagai pekerja kasar demi menjaga asap dapur tetap mengepul selalu.

Bagaimana jika para tukang bangunan tersebut juga giat mengikuti majelis taklim atau pengajian? Rasanya itulah yang luar biasa. Demikian diakui Ismail, tukang bangunan asal Sulawesi Barat.

Hari-hari bersama puluhan kawan seperjuangan, Ismail bekerja menukangi pembangunan Masjid Agung Ar-Riyadh, Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, yang dalam tahap penyelesaian akhir.

Pagi-pagi sekitar jam 07.15 WITA mereka sudah berangkat bekerja dan pulang jam 17.30. Di antara waktu tersebut, ada jeda istirahat untuk shalat berjamaah dan makan siang.

Meski lelah bekerja seharian, hal itu tak menghalangi Ismail dan tukang lainnya untuk mengikuti kegiatan pembinaan yang diselenggarakan oleh Departemen Pelayanan Umat (Yanmat) Pondok Pesantren Hidayatullah Balikpapan.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Alhamdulillah, senang bekerja di tempat ini. Meski merantau jauh dari keluarga, tapi lingkungan pesantren dan suasana ibadah di masjid, membuat betah di tempat ini,” ucap Ismail tersenyum.

Lain lagi yang dikisahkan oleh Imam Muhammad, Pengurus Yayasan Ittihaadi Mardhatillah Indonesia, Balikpapan. Ia mengaku bersahabat dengan tukang lainnya. Namanya Mansur, juga masih  keturunan suku Mandar.

Menurut Imam, layaknya sebagian pekerja kasar, Mansur disebut belum terbiasa shalat. Jangankan berjamaah di masjid, shalat wajibpun masih bolong-bolong.

Tapi seiring waktu, sekian bulan bekerja di lingkungan pesantren, justru ia mendapati ketenangan acap shalat di Masjid Ar-Riyadh. “Setiap kali saya shalat di masjid (pondok pesantren) ada perasaan yang berbeda. Senang, dan bahagia kalau selesai shalat di pondok,” ucap Mansur seperti ditirukan Imam.

Lebih jauh, Departemen Yanmat YPPH, terus berusaha meningkatkan pelayanan dakwah kepada para pekerja bangunan tersebut, dengan program pengajian khusus satu kali sepekan.

Menurut salah seorang ustadz Lukman Alatas, program baru ini merupakan hasil kerja sama antara Departemen Yanmat, DKM Masjid Ar-Riyadh, YDC Ulul Albab, dan juga Mitra Zakat Hidayatullah Balikpapan.

“Alhamdulillah, ini hasil dari sinergi dalam berdakwah, tidak hanya dapat barakah silaturahim, tapi juga pencerahan ilmu agama dari dai dan ustadz yang mumpuni,” ucap Lukman, selaku penanggung jawab kegiatan tersebut.

Ustadz yang dikenal sebagai seorang habib tersebut mengatakan bahwa program ini diperuntukkan khusus bagi para tukang bangunan. Menurutnya, pelayanan dakwah adalah hak dan kewajiban bagi siapa saja. Tak terkecuali mereka yang berprofesi sebagai buruh bangunan.

Ke depan, lanjut Habib, program dakwah akan diperluas tidak hanya di masjid-masjid atau mushalla saja, namun juga menyasar komunitas-komunitas tertentu, seperti para tukang, remaja, penghobi motor-sepeda, dan lainnya.

“Pastikan kita semua terlibat dan berkontribusi dalam urusan dakwah ini. Apapun profesi kita, dakwah tidak boleh lepas dalam hidup kita,” pungkasnya menitip nasihat.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BalikpapanburuhdakwahGunung TembakHidayatullah Balikpapanmasjid
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya WHO: Vaksin Covid Mungkin Kurang Efektif Melawan Omicron
Tulisan selanjutnya Legislator Belanda Sebut Orang yang Tak Divaksinasi “Yahudi Baru”

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Israel dan Uni Eropa EU
Berita

Anggota Uni Eropa Bahas Larangan Impor Produk Pemukiman Yahudi Israel

Berita
11 Juli 2026 10:20
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA

Terbaru

  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?