Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Cermin

Hikmah Ramadhan: Kenapa Harus “Menjaga” Al-Qur’an?

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 1 Agustus 2014 06:10 6:10 am
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 1 Agustus 2014 06:10
Bagikan
Jamaah ar-Riyadh membaca al-Qur'an saat Ramadhan 1435 H
Bagikan

SEORANG pemuda naik ke atas mimbar pada hari terakhir bulan Ramadhan 1435 H. Ia adalah imam muda Masjid ar-Riyadh, Pondok Pesantren Hidayatullah Kampus Pusat Gunung Tembak, Balikpapan, Kalimantan Timur, Muhammad Baharun Musaddad.

Harun, sapaannya, saat itu tengah berpamitan kepada para jamaah sebelum meninggalkan Balikpapan menuju Jakarta, Ahad (27/7/2014), 29 Ramadhan 1435 H, untuk kembali ke Sudan.

Mahasiswa Universitas Internasional Afrika, Khortoum, Sudan ini, didatangkan ke Gunung Tembak untuk mengimami shalat tahajud berjamaah di ar-Riyadh selama Ramadhan 1435 H.

Sudah dua tahun ini Harun mengimami shalat tahajud selama Ramadhan di ar-Riyadh. Berdasarkan pantauan Hidayatullah.com selama itu, Harun tampil cukup ‘memanjakan’ jamaah dengan lantunan qori’-nya.

Selain berpamitan dari atas mimbar, penghafal al-Qur’an 30 juz yang sudah bersanad ini juga menyampaikan betapa pentingnya menjaga hafalan al-Qur’an. Sikap ini, katanya, tidak mudah dilakukan secara konsisten. Apalagi saat menjadi imam shalat.

Baca Juga

Karāmah yang Tidak Pernah Diminta
Kisah ODGJ Berbagi Makanan
Saat Suami Jadi ‘Pusat’ Perhatian karena Urus Bayi Sendirian
Kehilangan Uang yang Bikin Ketagihan…
Pondok Gontor Putri, Al Hamra, dan Hagia Sophia

“Saya mohon maaf sekali kalau saya jadi imam kebanyakan salahnya. Nggak mudah, pak, bagi saya. Karena masih ‘hijau’ mungkin hafalannya,” ujar penyabet Juara II perlombaan menghafal Al-Qur’an antar mahasiswa internasional di Sudan ini merendah.

Harun mengaku, untuk menjaga hafal al-Qur’annya, lajang kelahiran Balikpapan, 10 September 1992 ini punya spirit khusus. Di antara spiritnya adalah pesan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang dikutip Harun, yaitu bahwa menjaga al-Qur’an lebih sulit daripada menjaga unta yang diikat.

Spirit lainnya didapatkan Harun dari gurunya, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Huffaadz Tujutuju, Bone, Sulawesi Selatan.

“Pimpinan ‘Tujutuju’ berkata, ‘Bukan cepatnya kalian menghafal (al-Qur’an), tapi ketahanan kalian mempertahankan hafalan itu yang kalian ukur. Mungkin hari ini bisa menjaga hafalannya di pondok, tapi ketika kalian sudah keluar ke masyarakat, jangan sampai hafalan itu pergi begitu saja’,” ujar Harun menirukan pesan sang guru.

Baharun Musaddad saat mengimami shalat tahajud Ramadhan 1435 H di Masjid ar-Riyadh [Foto: Syakur]
Baharun Musaddad saat mengimami shalat tahajud Ramadhan 1435 H di Masjid ar-Riyadh [Foto: Syakur]
Kisah Penghafal dari Somalia

Dalam kesempatan itu, Harun bercerita tentang seorang peserta lomba menghafal al-Qur’an yang diikutinya di Sudan. Saat itu ia berkenalan dengan Muhammad Ahmad Ali, peserta asal Somalia yang lolos ke babak final. Ahmad Ali merupakan seorang doktor bidang tafsir, anak keempat dari 20 bersaudara yang semua saudaranya penghafal al-Qur’an.

Dalam percakapan dengan Harun, Ali yang mengaku sudah 12 tahun tinggal di Sudan sangat berharap bisa meraih juara. Sebab ia ingin pergi umrah sebagai salah satu hadiah pada lomba ini.

“Masya Allah, saya berharap sekali bisa umrah,” ujar Ali ditirukan Harun.

Tapi ternyata, kata Harun, saat mengikuti lomba, hafalan Ali macet-macet. Ketika berkumpul dengan Harun dkk pasca lomba, Ali pun mengungkap alasan kenapa hafalannya bisa macet.

Ali mengungkap, dia sudah 25 tahun menghafal al-Qur’an, dan selama itu selalu murojaah alias mengulang-ulang hafalan.

Lantas kenapa macet-macet dalam perlombaan?

“Itu masalahnya. Sekalipun kamu sering murojaah, tetapi ketika lemah dalam beberapa minggu maka akan melenceng (hafalannya),” ungkap Ali masih ditirukan Harun kepada jamaah ar-Riyadh.

Ali pun mengatakan, di Somalia ada kaidah tentang menghafal, yaitu, “Al-Qur’an ibarat burung terbang yang kamu tangkap. Apa yang terjadi kalau kamu buka tanganmu? Ya terbang (burungnya). Begitulah hafalan al-Qur’an.”

Harun lantas mengakhiri pamitannya dengan pesan-pesan kepada para jamaah Masjid ar-Riyadh. Ia berharap Allah tetap memberikan keistiqomahan untuk tetap menjaga hafalan al-Qur’an.

“Semoga Ramadhan memberi motivasi semoga kita lebih dekat dengan al-Qur’an,” ujarnya sebelum turun dari mimbar masjid.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:hafalan al-Quranhikmah RamadhanPemudapenghafal QuranQuran
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Petugas Perbatasan Inggris Tidak Siap Hadapi Wabah Ebola
Tulisan selanjutnya Seorang Komandan Hizbullah Tewas di Iraq

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
  • Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
  • Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Mungkin Anda Juga Suka

Cermin

“Nak, Ustadzah Boleh Peluk?”

2 Juli 2022 09:40
Cermin

Cerita Almarhum Pendiri Hidayatullah Kepingin Berjumpa Ramadhan Tahun Ini…

17 Februari 2022 07:59
Cermin

Ketika Nikmat Shalat Berjamaah Itu Terhalangi, Begini Pengakuan Sang Dai…

3 Januari 2022 05:00
Cermin

Bantuan Allah itu Datang Tengah Malam Persis Sesuai yang Dibutuhkan

27 Desember 2021 15:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?