Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Korban Kerusuhan Maluku Itu Ingin Jadi Dai dan Hafidz

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Desember 2015 10:22 10:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Desember 2015 11:30
Bagikan
agaimana mereka menombak beliau dari belakang, kemudian mencincangi tubuhnya," ucapnya dengan sesekali mengusap matanya yang mulai meleleh
Bagikan

TRAGEDI kerusuhan Maluku pada tahun 1999 telah merenggut masa kanak-kakak Ghulam Muhiddin. Kala itu, usianya Ghulam baru menginjak usia tiga tahun yang seyogyanya dilalui dengan canda dan bersenda gurau dengan teman-teman sebayanya.

Sebaliknya, kala itu, hidup dipenuhi dengan kecekaman, ketegangaan dan kecemasan. Ketika kerusuhan berkecamuk, ia bersama sang bunda tercinta diungsikan oleh ayahnya ke rumah sang kakek yang berada agak berjauhan dengan tempat tinggal keluarganya.

Tak disangka, peristiwa itu menjadi pertemuan terakhirnya dengan sang ayah, Abdul Aziz. Sebab setelah itu, tersebar berita kalau sang ayah telah meninggal dalam korban kerusuhan berlatar belakang agama ini.

“Ada saksi hidup yang pernah bercerita kepada saya, kalau ayah dibunuh dengan cara ditebas pedang,” ujarnya menirukan kisah saksi dengan mata berkaca-kaca.

Peristiwa memilukan yang menimpa sang ayah, ternyata bukan akhir dari segalanya. Karena kondisi keamanan tempat sang kakek juga sudah tidak aman, ia bersama sang ibu lari ke tengah hutan.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Namun takdir Allah berkata lain. Justru di persembunyian itulah, sang kakek harus merenggang nyawa di hadapannya, karena tertangkap oleh para perusuh. Takdir Allah, Ghulam, demikian ia akrab disapa, mengaku selamat dari pembunuhan, karena waktu itu ia menggunakan pakaian anak wanita.

“Jadi yang menjadi sasaran pembantaian adalah  laki-laki, baik itu dewasa maupun anak-anak. Beruntungnya waktu itu saya menggunakan baju anak perempuan. Jadi mereka pikir, saya cewek sehingga dibiarkan hidup,” jelasnya.

Pengalaman pahit massa lalu itu masih terngiang hingga saat ini.

“Terutama tentang pembunuhan kakek, karena terjadi di depan mata saya langsung. Bagaimana mereka menombak beliau dari belakang, kemudian mencincangi tubuhnya,” ucapnya dengan sesekali mengusap matanya yang mulai meleleh.

Petuah Sang Bunda

Kini, sudah lebih 16 tahun peristiwa buruk itu terjadi. Usia Ghulam bukan bocah lagi.  Ia telah menginjak 19 tahun dan tengah melanjutkan studi di salah satu Perguruan Tinggi Islam Swasta di Kota Pahlawan, Surabaya.

Remaja asal Tobilo Barat, Halmahera Utara ini menjelaskan, bahwa ibunyalah yang menjadi spirit utamanya dalam menuntut ilmu. Sebab, meski tidak berpendidikan tinggi, sang bunda acap menasehatinya agar terus semangat menuntut ilmu.

“Ibu sering sekali membacakan sebuah qaul hikmah yang menyatakan ‘Al-Ilmu bilaa ‘amalin ka sajarin bilaa tsamarin’ (Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah),” ujarnya menirukan pesan ibunya.

Karena itu,  Ghulam meyakini, hanya dengan ilmulah kemuliaan hidup seseorang akan terangkat. Dan ilmu pulalah pemandu hidup manusia.

Menurut pengakuan pemilik kulit sawo matang ini, pesan orang tuanya inilah yang menjadi pemacunya untuk terus giat menuntut ilmu.

Beberapa kali ia mengalami kejemuan. Namun  ketika wajah dan pesan sang bunda muncul, gelora belajarnya spontanitas tumbuh kembali.

“Dan itu cukup mujarab untuk menjaga motivasi belajar,” terangnya.

Asa Ke Depan

Selain ingin membahagiakan sang bunda dan keluarga, ada beberapa mimpi lain yang melatari sulung empat bersaudara ini gigih menuntut ilmu di pulau Jawa.

“Saya ingin, suatu hari kelak, terutama kalau proses belajar telah usai, kembali ke tempat asal, Tobilo, Maluku Utara dan menjadi dai di sana,” ungkapnya.

Ghulam mengaku terpanggil dengan kondisi kampung halamannya yang banyak memerlukan para dai.

“Bukan menjadi pemandangan aneh lagi, kita menyaksikan para remaja putri merokok. Belum lagi masalah penyakit sosial lainnya, seperti minum-minuman keras dan perzinaan,” katanya.

Ia sendiri, katanya, pernah menjadi korban kenakalan teman-teman seusianya. Pernah ia dipaksa dengan cara menyumpal beberapa rokok agar ia bisa menghisap.

“Jadi itu mimpi saya di masa depan, menjadi dai di sana, guna membantu masyarakat,” tuturnya.

Selain itu  ada satu lagi harapan yang tengah dikejar pengidola Amirul Mukminin Abu Bakar Ashiddiq ini. Ia ingin menjadi seorang hafidz (penghafal Al-Quran) dengan baik dan mengamalkannya.

“Saya ingin memberikan syafaat kepada kedua orang tua saya, kelak di akhirat,” ucapnya.

Ia menyitir sebuah hadits tentang kemuliaan seorang hafidz al-Qur’an, kelak di akhirat, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Daud, yang pernah ia dapatkan dari seorang ustadz semasa masih belajar di pesantren Tobilo.

Yang artinya, Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda: “Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan beramal dengan apa yang terkandung dalamnya maka kedua dua ibu bapaknya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang sinar mahkota itu akan melebihi daripada cahaya matahari, walaupun matahari itu berada didalam rumah-rumah kamu di dunia ini.”

“Al-Hamdulillah, saat ini saya tengah dalam proses memasuki hafalan juz yang ke empat. Semoga diberi kemudahan,” doanya. Amiin.*/Robinsah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daihafidzKerusuhan Malukupenghafal al-QuranTobelo
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Quranic Generation Big Festival 2015, Ajak Berprestasi dengan Al-Quran
Tulisan selanjutnya “Gendong” Buah Hati Saat Maghrib, Agar tak Digendong Setan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aparat Pakistan Bunuh 75 Pemberontak Menyusul Serangan Beruntun di Balochistan

Berita
11 Juli 2026 10:50
TikTok Laporkan Penonaktifan 1,7 Juta Akun Anak ke Komdigi
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
Israel Bagikan Informasi Intelijen tentang Rencana Baru Iran untuk Membunuh Trump

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?