Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kisah Muallaf Eks Timor Leste, Islamkan 1280 Orang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Maret 2016 21:25 9:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 28 Maret 2016 06:06
Bagikan
Mantan anggota DPRD Timur Timor (berjaket hijau), Sejak tahun 1980 ia memeluk Islam dan kini banyak orang bersyahadat di hadapannya
Bagikan

Hidayatullah.com–Masuk hutan keluar hutan itu telah menjadi  pekerjaan rutinnya. Tapi tidak untuk berburu binatang buas atau binatang sejenisnya namun hanya ingin mendapat kebebasan dan kemerdekaan.

Tak ada jalan lain dilakukan kecuali menyerang dan melawan tentara Indonesia dengan bergerilya di hutan-hutan.

Kala itu Dacosta (bukan nama sebenarnya) berkisah, dirinya selalu dibuntutin perasaan yang sangat tidak manusiawi karena beberapa puluhan nyawa melayang, akibat bentrok antara kelompok Pro Kemerdekan Timor Timor dan TNI.

Boleh dibilang, Dacosta adalah salah satu pemberontak yang mati-matian membawa pengikutnya masuk dan keluar hutan agar bisa berpisah dari Indonesia.

Memilih jalan ini bukan sesuatu yang nyaman baginya. Ia mengaku kehidupan di hutan menjadikan dirinya sebagai buronan TNI.  Beberapa tahun bergerilya di hutan, rupanya pasukan TNI mampu mencium keberadaannya melalui masyrakat setempat. Akhirnya Dacostapun ditangkap seorang diri saat berada di keramaian pasar untuk  berbelanja keperluan pasukannya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Hukuman Mati

Pasca penangkapannya oleh TNI 321 Baokao Timor-Timor, Dacosta harus mengakui kesalahannya dan memberitahu di mana keberadaan pasukanya berada. Ia bahkan  dikabarkan akan dieksekusi mati.

Beberapa hari sebelum dieksekusi, Dacosta sempat bermimpi dirinya didatangin dua orang ‘bidadari’. Dalam mimpinya, dua bidadari itu  untuk bersegera masuk agama Islam.

Dacosta bertanya, apa itu Islam? “Agama Islam itulah agama yang benar dan agama orang mayoritas Indonesia yang masuk di Timor Timor,” demikian ujar bidadari dalam mimpinya.

Esok harinya, ia lupakan mimpi tersebut. Namun pada malam kedua, dia bermimpi lagi bertemu seorang pemuda. Dalam mimpinya, sang pemuda mengajaknya mengaji, melafadzkan huruf huruf Arab dan menuntun ia untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Setelah menunaikan hajat tersebut, pemuda yang ditemui dalam mimpi itu memberikan hadiah berupa Al Quran cetakan Istambul dan sebuah cincin bertuliskan nama Allah Subhanahu Wata’ala.

Betapa kagetnya Dacosta, sebab saat  ia terbangun dari mimpi, ternyata Al Quran dan cincin bertuliskan nama Allah Subhanahu Wata’ala itu ada di kantong saku bajunya.

Tanpa pikir panjang, esok harinya Dacosta pun akhirnya memeluk ajaran agama Islam di Kompleks TNI 321 Baokau Dilli Timor-Timor (sekarang Timor Leste).

Setelah masuk Islam Dacosta merubah namannya menjadi Zainuddin. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, pasca kabar keislaman Dacosta, dirinya mendengar keputusan dibebaskan dari hukuman mati.

Mendengar dirinya dibebaskan dari hukuman mati maka Zainuddin ia bertekad mengislamkan keluarganya dan orang-orang sebanyak-banyaknya agar mau masuk Islam.

Demikian kisah Zainuddin, muallaf eks Timor Leste di Nusa Tenggara Timur (NTT), saat menghadiri acara Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Dewan Pengurus Daerah (DPD) Hidayatullah Kupang  yang bertempat di Masjid Hidayatullah Kampus Dua,  Kabupaten Kupang NTT hari Jum’at (25/03/2016).

Zainuddin datang di PP Hidayatullah Kupang guna menghadiri acara pembagian sembako kepada muallaf dan kau mduafah binaan Pesantren Hidayatullah NTT. Sekaligus dilanjutkan acara dialog bersama Syafruddin Atasoge, DPD RI Perwakilan NTT.

Zainuddin - Eks Warga Timor Leste2
Nababan Center menghadiahkan umrah gratis Zainuddin pada bulan Mei 2016. Selain itu juga memberikan bantuan operasional dawah sebuah motor kepadanya [hidayatullah.com/Aidil]
1280 Orang Memeluk Islam

Menurut Zainuddin, pada tahun 1999, saat Pemilu di Timor Timur digelar, partai Zainuddin terpilih sebagai anggota DPRD. Namun selang beberapa bulan setelah pelantikan, lahirlah kerusuhan besar-besaran.

Pembunuhan, penghancuran infrastruktur marak menyusul referendum yang dimenangkan kelompok pro kemerdekaan.

“Karena melihat ada campur tangan tentara Portugis, Australia, dan Amerika membuat masyarakat diungsikan ke Atambua hingga ke Kupang, “ tutur Zainuddin.

Selama dua tahun dirinya berada di Atambua akhirnya tepat tahun 2002 Zainudin hijrah ke Desa Boniana Kabupaten Kupang Barat NTT. Di sinilah Zainuddin mulai bekerja dengan tenang meski hanya sebagai peternak dan petani.

Namun satu hal yang selalu membuatnya bersemangat. Yakni ketika mendengar ada orang agama tetang yang ingin masuk Islam. Tak segan Zainuddin segera menyewa kendaraan dan langsung menuju ke lokasi walaupun ratusan kilo dengan biaya pribadi. Ia segera menunaikan kewajibannya karena ini telah bertekad  banyak orang yang mengenal Islam segera mengikuti jejak ajaran Rasulullah Muhammad ini.

“Bagaimana mengislamkan orang lain sebanyak banyaknya,” demikian harap Zainuddin.

Pasca memeluk Islam, Zainuddin tak tinggal diam. Dia mengajak keluarga dan warga eks Timor Leste menerima Islam.

Alhamdulillah hingga sekarang Zainuddin mengaku telah mengislamkan tidak kurang 1280 orang mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mulai dari Timor Leste hingga ke Kupang.

Berkat jasa Zainuddin, hati Ustadz Syamsul Arifin Nababan terketuk dan  akan memberangkatkannya beribadah umroh pada bulan Mei 2016 mendatang.

Menjadi prinsip bagi Zainuddin, kalau kita niatnya bersih tanpa ada kepentingan, in sya’ Allah, Allah akan membantunya. Selamat beramal sebesar-besarnya untuk kemulian Islam dan umat Islam Pak Zainudin!.*/Abu Zain Zaidan (NTT)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:memeluk IslamMuallafNTTpro kemerdekaanTimor LesteTimor-Timurwarga eks Timor Leste
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umat Harus Bermujahadah Serukan Kebaikan Meski Keburukan Seolah Kalahkan Kebenaran
Tulisan selanjutnya Perusahaan Israel Bantu FBI Buka Enkripsi iPhone

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Berita
13 Juli 2026 15:40
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?