Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

“Belajar Berbagi dari Pengungsi NTB”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2018 13:29 1:29 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2018 13:17
Bagikan
Pengungsi korban gempa di Dusun Jorong, Sembalun Bumbung, Sembalun, Lombok Timur sedang membungkus stroberi untuk dikirim ke pengungsi di Lombok Utara pada 16 Agustus 2018.
Bagikan

“ALLAHU Akbar, Allahu Akbar… Laa ilaaha ilallah … “

Adzan isya berkumandang syahdu. Panggilan-Nya memecah haru. Rindu.

Tampak para pengungsi berduyun-duyun menuju masjid darurat yang terbuat dari bambu dan terpal. Tak ada yang berdiam diri di dalam tenda. Semua melangkah menuju panggilan yang sama. Panggilan untuk menegakkan shalat, panggilan menuju kemenangan.

Tak ada status sosial yang membedakan. Semua berbaur dalam kebersamaan. Khusyuk dalam penghambaan. Tersungkur dalam sujud pengharapan. Menangis dalam jerit doa permohonan. Semua berharap, agar bencana yang menimpa mampu mengokohkan iman. Bukan menambah kekufuran.

Bakda isya, malam tampak pekat. Tak ada nyala listrik. Yang ada hanya sinar bintang yang berkedipan. Di pengungsian, beberapa semeton (pemuda) berusaha membuat penerangan dari api unggun. Mereka duduk di atas lampak (tempat duduk), sembari meletakan telapak tangan di atas api. Indah.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Kopi hitam Rinjani, singkong, dan ubi bakar, menjadi menu klasik saat merindu. Ya, mereka menyebut kebersamaannya itu dengan sebutan ‘merindu’. Sebuah tradisi yang merekatkan ukhuwah.

Baca: Pengungsi Sembalun Sumbang 45 Ton Sayuran ke Korban Gempa Lombok

Malam itu warga bercerita ihwal kronologi gempa yang terjadi. Mengurai kembali masa-masa mengerikan sekaligus menyedihkan. Menggambarkan suasana, dan meniru suara-suara jeritan saat gempa berkekuatan 6,4 SR terjadi pada Ahad pagi (29/07/2018).

Tak hanya sekadar berkisah. Warga pun menyampaikan beribu hikmah.

Taufik, warga Desa Sembalun Bumbung, Sembalun, Lombok Timur, NTB, menyampaikan hikmah yang ia dapat usai gempa.

“Saya sedih kalau mengingatnya. Rumah hasil bekerja selama sepuluh tahun, roboh dalam hitungan detik. Tapi saya tetap bersyukur dan ambil hikmahnya. Mungkin kita banyak dosa, sehingga Allah peringatkan melalui bencana,” ungkap ia, Ahad (12/09/2018) kepada saya.

Obrolan panjang malam itu berakhir dengan mutiara hikmah yang saya dapatkan dari keteguhan hati korban menghadapi ujian.

“Kita di sini tidak senang, Kang. Kita di sini butuh bantuan. Tapi kita masih bersyukur karena masih diberi kesempatan hidup. Walau kita korban, tapi masih banyak yang keadaannya di bawah kita,” jelas Taufik.

Baca: Pengungsi Gempa Berharap Setiap Masjid Gelar Shalat Taubat

Sedekah di saat susah

Tak ada satu pun rumah yang bisa ditempati warga Desa Sembalun Bumbung. Rumah mereka hancur. Bahkan sebagian besarnya rata dengan tanah. Namun mereka masih memberi dalam kesempitan.

“Kami ingin berbagi rezeki. Bukankah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah,” ungkap Oza, warga Sembalun yang juga relawan Sinergi Foundation.

Baca: SAR Hidayatullah-BMH Evakuasi Korban Gempa di Pelosok Lombok

Pagi itu, belasan mobil pick up bermuatan sayuran melaju menuju Lombok Utara. Lokasi terdampak parah gempa berkekuatan 7,0 Skala Richter. Pemuda Sembalun tampak berada di antara dus-dus sayuran.

Jarak yang ditempuh selama 3-4 jam itu sebenarnya sangat melelahkan. Tapi mereka tampak bahagia saat sampai di lokasi pengungsian.

Mereka turunkan satu per satu dus besar berisikan tomat, stroberi, dan makanan hasil panen lainnya. Pemandangan yang haru, saat pengungsi Desa Gangga, Lombok Utara, menerima sumbangan dari sesama pengungsi di Lombok Timur.

Sebelumnya, saat gempa pertama, 29 Juli 2018, yang berdampak di Lombok Timur, orang-orang dari Lombok Utara datang untuk memberikan bantuan. Kini, kebaikan itu berbalas. Ya, kebaikan akan selalu berbalas kebaikan.

Mereka pengungsi dan mereka berbagi. Mereka pengungsi dan mereka saling peduli. Itulah yang terus kami renungi. Hingga kami sadari, bahwa kami tengah belajar berbagi dari pengungsi.* Dikisahkan Hilman Indrawan/INA News Agency

Baca: Rumah Hasil Menabung 10 Tahun, Ambruk dalam 15 Detik

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berbagiDesa Sembalun Bumbunggempa Lombokgempa NTBInfaqkepeduliankorban gempaLombokLombok TimurLombok UtaraNTBpengungsipengungsi korban gempaSedekahSembalunSolidaritaswarga Lombok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Politisi SPD: Jerman Mungkin akan Memberikan Bantuan Finansial ke Turki
Tulisan selanjutnya Afganistan dan Taliban Gencatan Senjata selama Idul Adha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?