Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Perjuangan Surantina, Lagi Hamil Besar Melarikan Diri Saat Gempa Palu

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Oktober 2018 21:17 9:17 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Oktober 2018 21:17
Bagikan
Surantina (38), warga Kampung Bamba Kadongo, Kelurahan Panau, Kecamatan Taweli, Kota Palu.
Bagikan

Hidayatullah.com– Wajahnya sudah terlihat pasrah. Perutnya yang terus membesar sudah tidak ia hiraukan. Surantina (38), warga Kampung Bamba Kadongo, Kelurahan Panau, Kecamatan Taweli, Kota Palu, Sulawesi Tengah, ini tengah hamil 8 bulan.

Pada Jumat (28/09/2018) sore, seperti biasa ia tengah di rumah bersama anak lelakinya yang berusia 10 bulan, Jestin Rafasya. Sang suami, Jefrie (29) baru saja pulang kerja. Seperti biasa, ia duduk santai di depan rumah yang menghadap ke Pantai Bamba. Mendadak, bumi berguncang hebat. Dinding rumah mereka pun terbelah.

‘’Saya refleks langsung lari ke luar rumah sambil gendong Jestin di bahu. Saya tak peduli lagi hamil. Yang saya pikirkan bagaimana saya dan anak saya selamat,’’ jelas Surantina baru-baru ini.

Lututnya sempat terantuk batu. Tapi, Surantina tak mau menyerah. Ia berlari sekuat tenaga hingga menjauhi pantai dan mendekati bukit. Mungkin, hingga dua kilometer jauhnya.

Baca: ‘Kampung Hilang’ di Petobo Palu, Diperkirakan Rumah Tenggelam

Suaminya, Jefrie, sibuk menyelamatkan ibu dan saudara-saudaranya yang masih di rumah. Alhamdulillah semua anggota keluarga mereka selamat.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

‘’Sekarang tinggal di pengungsian di Desa Anja. Tak terlalu jauh dari sini,’’ jelas wanita kelahiran Yogyakarta ini saat menengok ke reruntuhan rumahnya bersama sang suami untuk mencari sesuatu yang masih bisa dimakan.

Dikatakan Surantina, sejak gempa dengan magnitudo 7,4 skala richter yang terjadi pada tiga hari yang lalu, ia kesulitan untuk memperoleh makanan. Jumat itu juga tak lama setelah gempa, Kota Palu dilanda tsunami.

‘’Saya makan pisang, kentang, kacang-kacangan buat bertahan hidup sama keluarga. Anak saya kasih air gula,’’ ujar wanita berkulit sawo matang ini sambil air matanya menggenang.

Pakaian pun, kata Surantina, hanya yang melekat di badan saja. Oleh karena itu, ia heran dengan belum adanya sedikitpun bantuan yang ia terima dari pemerintah.

Baca: Begini Parahnya Kerusakan Kota Palu

Padahal, rumahnya jelas-jelas hancur. Makanan tidak ada. Minum pun tak lagi dari air bersih.

‘’Kami minum dari air sungai. Kami masak. Airnya kami endapkan,’’ ujar dia.

Surantina dan suaminya tak pernah menjarah. Ia tak berani sedikitpun untuk menghentikan kendaraan yang membawa bantuan.
Menurut Surantina, para pelaku penjarahan justru didominasi oleh orang luar Palu, yang bukan pengungsi.

‘’Kami ini masih trauma, Pak. Mana berani kami berbuat itu (menjarah, red). Kami hanya minta diperhatikan oleh pemerintah, terutama minuman dan makanan. Itu saja,’’ ungkap dia.

Hal lain yang menjadi beban pikiran Surantina adalah kehamilannya. Memasuki usia 8 bulan, Surantina bingung mengenai persalinannya.
Saat diperiksa terakhir satu bulan yang lalu, dokter menyatakan janin dalam kandungannya berada dalam posisi melintang.

‘’Harus cesar kata dokter. Uang dari mana? Sekarang aja cuma punya uang Rp 200 ribu. Tak bisa dipakai. Tak ada warung yang buka untuk sekadar beli susu untuk anak saya,’’ keluh Surantina.

Baca: Pesantren Kena Gempa dan Tsunami, Santri-Ustadznya Selamat

Ia hanya berharap bisa diterbangkan ke Bandung menggunakan pesawat Hercules. Kakaknya yang berada di Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, berjanji akan mengurus persalinannya jika bisa ke Bandung.

‘’Tolong tanyakan ya, Pak. Barangkali saya bisa ke Bandung. Tolong ya, Pak,’’ pungkas Surantina.

Yayasan Harapan Amal Mulia yang juga ada di lokasi berharap ingin membantu warga ini.

“Insya Allah kita juga akan coba membantu teman-teman di sini, ini juga kami lagi mendata apa kebutuhan warga di sini,” kata Riffa salah satu perwakilan yayasan dari Bandung itu.

Tak terasa air mata Surantina mengalir membasahi pipinya saat ditanya apa yang dimakan selama kurang lebih empat hari tinggal di hutan. Sambil meneteskan air mata, dirinya menjawab bahwa mereka hanya makan seadanya, anaknya juga hanya dikasi air gula.

“Hanya air gula saja, Pak, kita juga makan apa adanya, ada ubi kita makan,” jelasnya, sambil meneteskan air mata.* Saifal/INA

Baca: Relawan BMH-SAR Hidayatullah Tiba di Palu

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gempa bumigempa Palugempa SultenghamilibuPalutsunami Paluwanita hamilwarga palu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AS akan Terus Salurkan Dana Bantuan Keamanan ke ‘Israel’
Tulisan selanjutnya ikhwanul muslimin 5 Pemimpin Ikhwan akan Dijerat Ulang dengan Tuduhan Lebih Berat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?