Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Tak Disangka, Bayi Kami Lahir di Usia 72 Tahun Republik Indonesia

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 September 2017 16:58 4:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 Agustus 2017 09:00
Bagikan
Bayi putri Abdul Ghofar yang dilahirkan istrinya pada HUT RI ke-72 di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, Kaltim, Kamis (17/08/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com– Agustusan tahun ini berbeda yang saya rasakan. Di saat semua orang berkonsentrasi untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72. Sebagian asyik dengan aneka perlombaan, para politisi dan akademisi sibuk membicarakan kemerdekaan dalam konteks kekinian dan dari banyak aspek.

Pun sepanjang jalan banyak bendera Merah Putih berkibar dan umbul-umbul berdiri. Panggung-panggung rakyat juga terpasang.

17 Agustus 2017, kami tidak bisa mengikuti semua kegiatan tersebut. Karena saya merayakan kemerdekaan di rumah sakit, menemani istri tercinta untuk membebaskan penyakit yang dideritanya; eklamsia.

Tidak pernah menduga dan membayangkan sebelumnya akan peristiwa ini.

Kejadiannya begitu cepat dan rekayasa Allah tentunya. Malam tanggal 16 Agustus saya masih rapat dengan kepala unit pendidikan di kompleks pesantren tempat tinggal saya di Teritip, Balikpapan, Kalimantan Timur.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Baca: Kisah Tentang Bayi Ajaib

Rabu (16/08/2017) pagi, saya masih sempat ke kantor dan pergi ke Gunung Binjai untuk menghadiri acara peresmian Ma’had Tahfidz Ahlus Shuffah. Kemudian saya izin pulang duluan untuk menjemput anak di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) lalu mengantar istri ke Puskesmas karena memang waktunya kontrol kehamilannya.

Hasil pemeriksaan di sini, Puskesmas merujuk istri ke rumah sakit, karena tensinya tinggi, 170.

Dengan roda dua jenis bebek kesayangan, saya dan istri meluncur ke kota, sekaligus berkonsultasi dengan dokter Rahmat yang selama ini menangani. Jarak dari Teritip ke pusat kota Balikpapan sekitar 30 kilometer.

Sebenarnya, perkiraan kelahiran bayi kami tanggal 9 September 2017. Tapi, setelah tiba di rumah sakit dan diperiksa, dokter Rahmat langsung bilang, “Besok operasi ya!”

Kalimat singkat yang membuat kami terpaku.

Saya langsung terbayang persiapan upacara bendera kemerdekaan besok. Rencananya besok saya akan menjadi inspektur upacara di pesantren. Sementara saat ini saya belum membawa persiapan baju, dan lain sebagainya. Anak-anak juga masih di rumah dengan mertua yang sedang sakit. Terpikirkan pula rencana-rencana lain besok dan bengkalai tugas-tugas.

Sempat saya bertanya, “Besok, kan, tanggal merah, Dok?”

“Tidak masalah” jawabnya singkat.

Ohh… Saya kira Dokter lupa atau seperti yang dulu, menunggu beberapa hari, baru operasi.

Baca: Kisah Nyata: Sungguh, Allah Tak Pernah Tidur!

Melihat wajah saya mungkin kebingungan, dokter Rahmat berkata, “Insyaallah tidak masalah, istri saya tiga kehamilan semua eklamsia, kehamilan pertama… Bla..bla…bla….”

Saya hanya terdiam menyimak tapi sambil pikiran kemana-mana.

“Insyaallah, Dok!” jawab saya pelan.

Semua itu harus dikembalikan akan keimanan kepada Allah. Rencana Allah jauh lebih hebat dan pasti ada hikmah besar di balik ini semua.

“Merayakan” 17 Agustus di rumah sakit, terasa beda dan memang berbeda. Saya harus merdeka dulu dari urusan-urusan teknis selama ini, dengan sejenak merenung di rumah sakit. Bukan tugas-tugas itu semua tidak penting, tapi tanggung jawab sebagai suami yang tak mungkin diwakilkan orang lain.

Merenungkan kemerdekaan di rumah sakit; Para dokter berjuang untuk membebaskan pasien dari penyakitnya. Para pasien juga harus berjuang untuk membebaskan diri dari bergantung kepada dokter. Keluarga pasien juga berusaha memerdekakan nafsu demi senantiasa menemani, mendoakan orang dekatnya yang sedang sakit.

Baca: Kisah Madu Arab dan Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Alhamdulillah, atas izin Allah, akhirnya lahirlah putri kami, Kamis (17/08/2017). Sungguh tak disangka, di luar dugaan, anak keenam kami ini lahir di hari yang seluruh rakyat Indonesia merayakannya, yaitu Hari Peringatan Kemerdekaan RI.

Ruang Mawar 9 di RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan, menjadi saksi atas “kemerdekaan” bagi generasi baru tersebut.

Meskipun prematur dan lewat operasi caesar, sang bayi telah merdeka dari segala “tekanan” di dalam rahim sang ibu. Semoga ia kelak menjadi anak shalehah dan bisa memerdekakan umat ini dari segala bentuk penjajahan di dunia ini. Aamiin!* Diceritakan kepada hidayatullah.com oleh Abdul Ghofar, aktivis pendidikan di Balikpapan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:17 AgustusAgustusanBalikpapanbayibayi IndonesiadoktereklamsiaguruHUT RI ke-71ibuistriistri hamilkelahiran bayikemerdekaan Indonesiamelahirkanoperasi caesarpengorbanan ibupesantrenrumah sakitsuami
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Oknumnya Diduga Nodai HUT RI ke-72, Kemensos Disoroti
Tulisan selanjutnya Momentum Hadirkan Kemerdekaan yang Memerdekakan Rakyat Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?