Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Sulitnya Merokok di Negeri Gajah Putih

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Juli 2019 05:53 5:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Juli 2019 08:00
Bagikan
Thailand
Bagikan

Perilaku merokok terlihat sangat biasa di Indonesia. Hampir di setiap tempat bisa kita jumpai dengan mudah dan bebasnya orang merokok. Tak peduli perokok dewasa termasuk wanita, maupun remaja bahkan anak-anak. Berbagai peraturan larangan merokok di tempat tertentu belum sepenuhnya mempan. Bahkan Indonesia disebut-sebut sebagai “surganya para perokok”.

Situasi itu berbeda dengan Thailand. Di negara negara Seribu Pagoda ini, para ahli isap tak bisa seenaknya klepas-klepus alias begitu sulit. Kenapa? Lukman Hakim, Ketua DPW Hidayatullah Sumatera Utara, menceritakan perjalanannya ke Negeri Gajah Putih itu kepada hidayatullah.com, Juli 2019. Berikut penggalan kisahnya!

 

 

BEBERAPA waktu yang lalu, kami berkesempatan berkunjung ke negeri Thailand. Negeri dengan sejuta pesona. Mulai keunikan budaya dan keindahan alamnya.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Saya jalan bareng teman-teman sesama alumni sekolah menengah dulu. Saya diajak karena dianggap berpengalaman ke luar negeri. Ceritanya saya dijadikan guide walaupun saya belum pernah ke Thailand, hehe…

Negeri yang penduduknya mayoritas beragama Buddha ini terlihat bersih, rapi, dan tertata apik. Sungai-sungai kota sangat bersih, jauh dari kesan kumuh. Sudut-sudut kota dipenuhi dengan taman taman yang asri.

Satu lagi yang menarik perhatian kami adalah tidak bebasnya orang merokok. Orang merokok di negeri ini ada tempat khusus, tidak di sembarang tempat.

Baca: Akhirnya Aku Merdeka dari Jajahan Rokok!

Ada teman kami yang perokok berat, ketika di tempat ini merasa tersiksa. Karena, kalau tidak merokok, ia mengaku kepalanya pusing dan linglung.

“Dua hari saya di sini, kepala sudah terasa pusing, linglung, karena enggak bebas merokok,” ungkapnya.

Akhirnya, saat jalan-jalan ia selalu mencari smoking area yang sangat sempit.

Saya tidak melihat orang merokok di ruangan, rumah makan, kendaraan umum yang jelas tempatnya sangat terbatas. Di mana-mana ada tulisan larangan merokok dengan ancaman denda 2000 bath atau setara dengan Rp 2.500.000.

Iklan rokok pun juga tidak kami temukan baik skala besar maupun skala kecil. Peringatan pemerintah yang tercantum di bungkus rokok aman menakutkan, yaitu terpampang gambar mayat. Apalagi anak sekolah yang merokok, juga tidak kami temukan.

Baca: Kisah Pembebas Bone-Bone dari Asap Rokok

Bungkus rokok dan peringatan larangan merokok di Pukhet, Thailand. [Foto: Lukman Hakim]
Kami sempat beberapa kali mencarter mobil, sopir-sopirnya pun tidak merokok sambil menyetir sebagaimana di negeri kita. Saya juga melihat minimarket yang menjual rokok secara tidak vulgar. Rokoknya ditutup dengan kertas putih seperti disembunyikan.

Dalam hati saya membatin, mungkin mereka berpikir bahwa rokok itu bukan hanya membahayakan bagi diri sendiri tapi juga mencemari udara dan lingkungan.

Baca: Malaysia Keluarkan 1.453 Pelanggar Tertulis Hari Pertama Larangan Merokok

Di tempat-tempat wisata yang ramai dikunjungi, kami juga tidak menjumpai orang-orang merokok. Ketika kami masuk kamar hotel yang sudah kami booking, resepsionis memberi pesan, “No smoking in room” dengan bahasa Inggris ala mereka.

Kami merasakan kenyamanan ketika melakukan kegiatan keliling kota Bangkok dan Phuket karena terbebas dari asap rokok.

Walaupun sudah menjadi kota metropolitan dan modern, Bangkok dan Phuket masih asri lingkungannya dan masih terjaga keseimbangan alamnya.

Dan ternyata, asap rokok lebih berbahaya bagi orang-orang di sekitarnya yang tidak merokok. Yuk kita jaga lingkungan kita dari bahaya rokok.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangkoknegara bebas rokokNegeri Gajah PutihPhuketrokokthailand
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya jokowi wawasan kebangsaan Jokowi Diminta Serius Tuntaskan Kasus Teror terhadap Novel
Tulisan selanjutnya Musim Haji Telah Tiba, Kiswah Penutup Ka’bah Diangkat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?