Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Madrasah Bisnis Masjid al-Aqsha BSD Tangerang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Desember 2020 07:26 7:26 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Desember 2020 07:12
Bagikan
Masjid al Aqsha - BSD
Bagikan

Hidayatullah.com | JAM dinding menunjukkan pukul 08.15, 2 pria dan 2 wanita masuk ke ruang utama masjid yang cukup asri. Sebelum duduk, mereka mengambil meja lipat kecil serta buku Iqra’ di rak lemari.

Selang 5 menit, seorang pria muda berkopiah menyusul masuk, kemudian duduk di hadapan keempat mualaf tersebut. Setelah mengucap basmallah dan salam, ia  bergegas membuka kelas belajar iqra’ pada pagi itu.

Ahad pekan ke-2, pada Desember 2019 lalu adalah jadwal pengajian khusus bagi mualaf. Pembinaan mualaf ini salah satu program Masjid al-Aqsha DeLatinos, BSD, Serpong, Tangerang Selatan. Masjid yang dibangun sejak tahun 2010 di atas lahan seluas 5.000 meter persegi ini, ada di dalam cluster DeLatinos sebuah perumahan dan dikenal memiliki banyak program.

Kajian dan Shalat, Ramai Jamaah

Ketua Takmir Masjid al-Aqsha, Dasep Sunarto mengatakan, jadwal program kajian berjalan hampir setiap pekan, baik untuk anak-anak, bapak-bapak, atau ibu-ibu.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Kajian untuk bapak-bapak setiap ba’da Shubuh pada Sabtu, Ahad, serta hari libur. Sedangkan untuk ibu-ibu, setiap Senin dan Kamis. “Pakai Kitab Bulughul Maram,” katanya.

Sementara, jadwal kajian untuk anak-anak dan remaja, setiap sebulan sekali. Di luar itu, ada Taman Pendidikan al-Quran (TPA) selepas Ashar dan Maghrib. Lalu, ada kajian tafsir al-Quran setiap Jum’at sore. Takmir juga mengadakan pengajian bagi khadimat (pembantu rumah tangga) serta tukang sapu di lingkungan cluster.

Selain pekanan, takmir juga menyelenggarakan pengajian bulanan seperti tabligh akbar. Biasanya mengundang ustadz ternama sesuai dengan tema yang dibahas. “Waktunya sebulan sampai 2 bulan sekali,” jelas Dasep.

Selain padatnya jadwal kajian, jamaah shalat fardhu Masjid al-Aqsha juga ramai. Apalagi waktu Shubuh dan Isya’. “Kalau Subuh bisa mencapai 5 shaf, jumlahnya sekitar 250 orang,” ujarnya, kepada Suara Hidayatullah, Desember lalu.

Kenapa jamaah shalat Subuh dan Isya’ bisa ramai? Dasep menjelaskan, penghuni Cluster DeLatinos hampir semua orang kantoran dan pengusaha, yang berangkat pagi dan pulang sampai rumah menjelang Isya’. “Untuk shalat Ashar, Dzuhur, dan Maghrib juga penuh,” katanya menambahkan.

Dasep mengatakan, takmir sengaja menghadirkan imam pilihan yang mempunyai bacaan merdu serta hafal al-Qur’an. Sebelum memilih imam, takmir menyeleksi hafalan serta bacaannya terlebih dahulu.

Hingga kini, Masjid al-Aqsha memiliki 5 imam tetap, 4 imam merupakan lulusan perguruan tinggi Islam di Jakarta dan 1 lagi lulusan dari Yaman.

Bahkan, agar jamaah merasa khusyu dan ingin kembali shalat berjamaah di Masjid al-Aqsha, takmir pun membuat jadwal, selama 3 hari dalam sepekan yang menjadi imam Shalat Shubuh, Maghrib, dan Isya’ adalah imam dari Timur Tengah tersebut.

Selain itu, surat yang dibaca pada shalat jahr berbeda-beda dan dengan ayat-ayat yang panjang. Sehingga dalam 3 bulan, bacaan al-Quran sang imam bisa khatam 30 juz al-Qur’an.

Program Kesejahteraan Umat

Tak kalah menarik adalah program kegiatan sosial dan ekonomi umat di Masjid al-Aqsha. Menurut Dasep, bentuknya sangat beragam. Mulai dari program pekanan, bulanan sampai tahunan.

Ia mengatakan, program bulanan bersifat konsumtif. Pengeluarannya mencapai sekitar 20 jutaan. Dananya bersumber dari zakat, infak, serta sedekah penghuni cluster. “Uang itu kita berikan kepada 8 Asnaf, dengan jumlah penerima 27 orang yatim dan dhuafa,” terang pria berusia 48 tahun ini.

Pembagiaan uang tersebut di antaranya untuk beasiswa anak-anak setingkat SD sampai SMA. Anak-anak ini, kata Dasep, merupakan warga kampung yang tinggal di luar perumahan. Selain beasiswa, juga ada santunan untuk beberapa mualaf binaan dan kalangan jompo. Setiap ba’da Shalat Jum’at, takmir juga membagikan 300 boks nasi secara gratis kepada jamaah.

Kemudian, ada juga program umroh gratis bagi khadimat serta tukang sapu yang bekerja di dalam cluster. “Setiap tahun kita berikan umrah gratis,” ucapnya.

Sedangkan yang bersifat produktif seperti pinjaman modal kepada pedagang kecil Muslim di sekitar cluster. “Intinya kita ingin mengubah para mustahik agar mau berusaha menjadi muzaki. Mereka juga tidak lagi meminjam kepada bank keliling atau rentenir. Ini untuk mengikis praktik riba,” kata Dasep.

Jumlah binaan Masjid al-Aqsha yang menerima pinjaman tanpa bunga sekitar 120 orang. Pinjaman mulai 2 juta sampai 10 juta. “Kegiatan itu diberi nama Madrasah Bisnis al-Aqsha (MBA),” bebernya.

Masjid al-Aqsha juga memiliki klinik gratis. Klinik ini digagas penghuni cluster yang berprofesi sebagai dokter. Tujuannya untuk memberikan manfaat warga di sekitar cluster. “Puluhan warga setiap hari datang berobat, tanpa dipungut biaya,” imbuh Dasep.

Sedangkan untuk program sosial tahunan, Dasep menyebut salah satunya, yaitu khitanan massal. Biasanya dilakukan setiap akhir tahun dengan peserta 100 anak. Donasi kemanusiaan juga rutin digalakkan seperti donasi Palestina dan pemberian bantuan kepada pondok pesantren.

Selain gencar dalam program sosial, takmir juga ikut membangun perekonomian umat dengan membuka minimarket. Namanya, Aqsha Mart. Pemodalnya adalah jamaah masjid. Menariknya, omset yang diraih tiap bulan mencapai ratusan juta.

“Beberapa persennya kita sisihkan untuk membantu yatim, dhuafa, dan program kemanusian lainnya,” ungkapnya.

Takmir membuat grup Whastapp sebagai wadah silaturahim, saling mengingatkan untuk selalu beribadah dan info program masjid terkini. “Di grup itu pengurus dan anggota saling mengingatkan untuk memakmurkan masjid,” jelas Dasep.

Demi menjalin persatuan umat islam, takmir tidak pernah mengkhususkan pada satu kelompok tertentu. “Selama pakai al-Qur’an dan Hadist dan tidak melenceng, kita rangkul mereka. Kita ingin merangkul jamaah sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Tahun 2020 ini, takmir berencana akan melakukan perluasan lahan, karena ingin mendirikan Rumah Tahfidz. “Doakan saja, In-syaAllah,” pungkas dosen perguruan tinggi di Sumatera Barat ini.*/Niesky H. Permana. Artikel pernah dimuat di Suara Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:madrasah bisnisMasjis Al AqshaTangerang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Covid-19: Warga Jerman Diimbau Memberi Voucher Belanja Sebagai Hadiah Natal
Tulisan selanjutnya Amerika Hapus Sudan dalam Dafftar Negara Sponsor Terorisme, Bagaimana ‘Israel’?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?