Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kisah & Perjalanan

Kena Gempa, Dokter yang Selalu Menggratiskan Santri-Ustadz di Mamuju itu Telah Tiada bersama Kliniknya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 Januari 2021 14:25 2:25 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 Januari 2021 05:00
Bagikan
Dokter Hj Adriani Kadir M Kes wafat setelah dilanda gempa di Kabupaten Mamuju, Sulbar, Jumat (15/01/2021).
Bagikan

Hidayatullah.com | BEBERAPA saat setelah gempa berkekuatan magnitudo 6,2 melanda Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (15/01/2021) pukul 01:28:17 WITA, saya mencoba berkomunikasi dengan teman-teman di Mamuju, tapi belum tersambung. Saat itu sepertinya jaringan masih terkendala. Info terakhir, listrik juga padam.

“Semoga jaringan segera pulih dan koordinasi dengan teman-teman di Mamuju bisa tersambung kembali,” batin saya saat itu.

Meski belum tersambung, saat itu saya berharap warga Mamuju dan sekitarnya agar kiranya selalu dalam kondisi siaga, mulai mengorganisir diri, keluarga. Dan jika memungkinkan, sebaiknya mengungsi ke tempat yang diyakini aman. Sampai kondisi benar-benar stabil.

Tak lama kemudian, akhirnya saya bisa bersambung komunikasi dengan beberapa sahabat di Mamuju. Setelah sebelumnya sempat terkendala masalah jaringan.

Lewat sambungan telepon, teman-teman mengabarkan bahwa gempa semalam benar-benar berdampak cukup parah. Tidak sedikit bangunan yang ambruk. Di antaranya bangunan Kantor Gubernur Sulbar, rumah sakit, pusat perbelanjaan, juga rumah-rumah warga.

Baca Juga

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia mengunjungi Palestina dan Masjidil Aqsha
Keadaan Masjidil Aqsha dan Rakyat Palestina di Bawah Penjajahan Israel
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [2]
Dakwah di Timor Leste: “Ustadz Pergi, Siapa Lagi yang Mengajari Kami Islam?” [1]
Manis Asin Bisnis Si Kental Hitam
Syiarkan Tilawah al-Quran, Mahasiswa STAIL Selenggarakan “Touring Quran”

Sebagian besar warga pun mengungsi ke tempat yang diyakininya aman. Mereka membuat tenda darurat secara mandiri bersama keluarga. Termasuk teman-teman pengurus dan santri-santri Pesantren Hidayatullah Mamuju yang pagi itu mengungsi di area Perumahan Masannang 6.

Teman-teman mengabarkan bahwa saat itu mereka dan santri-santri dalam kondisi aman. Namun beberapa hal yang urgent bagi mereka dan warga yang mengungsi lainnya adalah genset (karena listrik hingga saat itu masih padam). Juga air bersih dan makanan siap saji.

Masih hari Jumat (15/01/2021), saya bersama Tim SAR Hidayatullah – BMH mulai bergerak dari Makassar, Sulawesi Selatan. Begitu pula Tim SAR-BMH-Pos Dai dari Sulawesi Tengah bergerak untuk membantu teman-teman SAR dan relawan lain yang telah berjibaku membantu warga terdampak bencana di Sulbar.

Baca: Tim SAR Hidayatullah dan BMH di Lokasi Gempa Sulbar Bantu Evakuasi Korban

Dokter dan Kliniknya

Kabar duka terus bersusulan pasca gempa di Mamuju itu. Di antara kabar duka itu, adalah kabar dari keluarga dr. Hj.  Adriani Kadir, M.Kes.

Bangunan 5 lantai yang sekaligus rumah dan klinik tempat praktik dr. Adriani ambruk saat gempa berkekuatan 6,2 SR itu mengguncang Mamuju. Ketua IDI Sulbar ini pun dikabarkan wafat dalam kejadian itu. Innalillahi wainna ilaihi rajiun….

Kondisi klinik dr. Hj.  Adriani Kadir, M.Kes ambruk kena gempa di Mamuju, Sulbar, Jumat (15/01/2021). [Foto: Istimewa/hidayatullah.com]
“Saya ingin mengajak sahabat untuk sama-sama mendoakan, semoga dr. Adriani -dan para korban jiwa lainnya-, Allah berikan tempat terbaik. Dan suami beliau yang kini tengah dalam perawatan medis, segera sehat dan dalam perlindungan-Nya.”

Dr. Adriani Kadir adalah salah seorang dokter yang kami kenal baik, juga sangat besar perhatian dan kepeduliannya terhadap sesama.

Gambar yang beredar menyebut kondisi klinik dr. Hj.  Adriani Kadir, M.Kes sebelum dan sesudah kena gempa di Mamuju, Sulbar, Jumat (15/01/2021). [Foto: Istimewa]
Di antara kebaikannya itu adalah beliau selalu dengan senang hati memberikan pelayanan medis saat santri-santri dan para asatidz di pesantren berobat ke kliniknya. Selalu Gratis. Tidak mau dibayar. Kebaikan beliau ini dilakukannya sudah sejak lama.

Pernah suatu ketika saya mengantar istri berobat ke klinik beliau. Pas saya ingin membayar di kasir, petugas kasirnya bilang: “Kata dokter tidak usah dibayar.”

Mungkin karena alamat yang saya tulis di buku resepsionis adalah alamat pesantren, sehingga beliau tidak memperkenankan jasa dan obat yang diberikan dibayar dengan rupiah.

Ternyata beliau detail memperhatikan data orang yang berkunjung ke kliniknya. Sehingga tidak semua yang datang berobat di klinik beliau harus membayar, meski dengan pelayanan medis yang selalu baik kepada siapa saja.

Saya percaya, banyak doa yang tercurah untuk beliau. Sebagaimana saya percaya bahwa kebaikan-kebaikan yang telah beliau perbuat, insya Allah akan Allah ganjar dengan balasan yang lebih baik. Aamiin!

“Rumah Dr. Adriani 5 lantai rubuh. Selama ini warga dan santri Hidayatullah berobat secara gratis,” tulis Ustadz Akib Junaid Anggota Dewan Mudzakarah Hidayatullah di grup WhatsApp, Jumat (15/01/2021), seraya menggunggah foto gedung klinik almarhumah yang tampak sudah rata dengan tanah.

Baca: [Foto-foto] Gempa Mamuju, SAR Gabungan Berjibaku

“انا لله وانا اليه راجعون, Ya Allah beliau adalah dokter yg baik dan ramah sama pasiennya saya jg waktu msh di pesantren setiap ksana kami tdk pernah membayar,” kesaksian dari warga bernama Indah Mujahidah berkomentar di Facebook, mengenang sosok almarhumah Dr. Adriani Kadir.

“Tolong doa-doanya yang terbaik buat suaminya dan almarhumah. Pak Solihin namanya. Dulu sering dipanggil Om Lihi. Pak solihin, Ketua BPH STIEM Mamuju/Bendahara PWM Sulbar,” tulis Abu Usamah Rabbni menerangkan, seraya mengunggah foto Solihin yang sedang terbaring di ruang perawatan.

“Allahummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihi wa’fu ‘anhaa…. Semoga suami dr. Adriani rohimahullah segera diberi kesembuhan seperti sediakala. aamiin,” tulis Kamsahamnida.* (Syamsuddin/Amil BMH)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doktergempa Mamujugempa SulbarIDIMajeneMamujuSulbar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Raja Malaysia Umumkan Keadaan Darurat, Pemerintah Bisa Ambil Alih Kepemilikan Properti Warga
Tulisan selanjutnya Covid-19: Vaksin Palsu Dikhawatirkan Beredar di Nigeria

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Berita
31 Mei 2026 19:39
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Kisah & Perjalanan

Aksara Jawi yang Masih Bertahan di Brunei Darussalam

21 Desember 2022 09:45
FeatureKisah & Perjalanan

Mendulang Rezeki dari Budi Daya Rumput Laut di Desa Kupang

10 Desember 2022 23:18
Kisah & Perjalanan

Piala Dunia 2022: Qatar Ubah Pertandingan Bola menjadi Keramahan Budaya Arab dan Keindahan Islam

9 Desember 2022 10:25
Kisah & Perjalanan

Turki dan Surga Kucing

4 Desember 2022 23:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?