Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mereka Memilih Berani

Perjuangan Badru di Batu Putih

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Agustus 2024 16:03 4:03 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 9 April 2015 07:49
Bagikan
Masyarakat Muslim melaksanakan shalat Jumat di Kota Bitung, Sulawesi Utara
Bagikan

BADAI angin yang disertai Tsunami kecil menghantam Pantai Batu Putih, Bitung Utara, Sulawesi Utara.  Akibatnya, satu rumah mengalami rusak berat, sedangkan 20 rumah lainnya terendam air. Andaikan tidak ada hutan bakau, bisa jadi air laut itu bakal menyapu permukiman lebih banyak. “Hutan bakau itulah yang  mengurangi kecepatan gelombang air laut,” kata Badru Wangka, imam Masjid Al-Bayan yang sekaligus ustadz satu-satunya di kawasan tersebut.

Menurut Badru,  pasca terjangan gelombang laut, warga Batu Putih menjadi  trauma. Jangan-jangan muncul lagi gelombang yang sama bahkan lebih besar. “Tiga hari ini angin kencang yang menimbulkan gelombang pasang terus saja menghantui warga sehingga kami semua tidak bisa tidur,” ujar Badru.

Gelombang laut tersebut tidak saja membawa ranting pepohonan ke jalan-jalan kampung, melainkan juga mengirim bongkahan batu putih dari laut berupa karang yang lalu dihempaskan ke perkampungan warga.  Karena khawatir akan kejadian serupa, maka secara khusus Camat Bitung Utara meminta Badru Wangka membacakan doa untuk keselamatan warga masyarakat Batu Putih.

Dari Sangir Turun ke Bitung

Sebagaimana pemuda pada umumnya yang ingin sukses, Badru muda pun merantau meninggalkan kampung halamannya di Sangir Talaud, Sulawesi Utara. Dalam benaknya tidak mungkin dirinya berkembang kalau tidak hijrah dari kampung halamannya tersebut.

Baca Juga

Kisah Dai Pedalaman Membina Iman di Kota Tepian
Membina Iman di Kota Tepian
Jalan Panjang Dai Tempaan Alam
Berpacu melawan Misionaris
Kisah Lulusan Al-Azhar Membina Kader Da’i di Kaki Gunung Penanggungan
Jangan Takut Berdakwah di Wamena

Maka dengan berbekal uang seadanya dan baju ganti, dia berpamitan kepada kedua orangtuanya untuk  merantau. Berdasar informasi yang dia terima, kota Bitung cukup menjanjikan. Di samping itu, secara geografis kota Bitung tidak terlalu jauh dari Pulau Sangir Talaud di bagian selatannya.

Badru yang lulusan sekolah Pendidikan Guru Agama (PGA) Sangir Peta akhirnya mendarat di Kecamatan Bitung Utara, tepatnya di Kelurahan Batu Putih Atas, pada tahun 1978.

Saat itu, di benaknya sudah tersusun beberapa rencana. Dia ingin menjadi pengusaha  yang sukses. Akan tetapi saat keinginan berwirausaha itu memuncak, Badru mendapati 64 KK Muslim di Batu Putih tidak ada seorang pun dai atau ustadz yang membina.

“Saya prihatin atas kondisi masyarakat Muslim di sini sehingga saya  langsung banting setir, bagaimana agar pembinaan keagamaan masyarakat dapat diadakan,” kenang ayah tiga anak dari pernikahannya dengan Salma Masalo ini memberi alasan.

Badru pun segera bertindak. Sembari bercocok tanam guna memenuhi kebutuhan hidupnya, Badru pun mengajar ngaji anak-anak dan orangtua di teras rumah kontrakannya.

“Alhamdulillah, Allah memudahkan kerja saya,” katanya.

Seiring dengan perputaran waktu, santri Badru yang awalnya hanya beberapa orang saja kemudian lambat laun semakin banyak. Akhirnya, niat Badru pun semakin kuat yakni memilih untuk “berdagang” dengan Allah. Dia siap menceburkan diri dalam pembinaan warga Muslim setempat.

Menurut Badru, harus ada masjid untuk menampung aktivitas umat Islam. Tidak mungkin syiar dan aktivitas dapat optimal bila tidak ada rumah ibadah. Terlebih hidup di tengah komunitas non-Muslim. Badru terus berusaha dan berdoa agar pertolongan Allah segera tiba.

Di luar dugaan, seorang perempuan yang beragama Nasrani, Amelia Lumintang, menyerahkan tanahnya untuk dibangun  masjid.

“Ibu Amelia cukup baik dan peduli dengan komunitas Muslim di Batu Putih Atas ini,” kata pria berusia 62 tahun ini.

Badru pun bersyukur karena doanya telah terkabul. Tanpa membuang waktu, dia segera mengumpulkan masyarakat Muslim untuk bahu-membahu mendirikan rumah ibadah, hingga berdirilah Masjid Al-Bayan yang berukuran 10 meter x 15 meter.

“Alhamdulillah, akhirnya masyarakat Muslim Batu Putih Atas  dapat memiliki masjid,” katanya.

Problem Lingkungan

Setelah masjid berdiri bukan berarti persoalan sudah selesai. Badru mengakui tidak mudah baginya membina masyarakat di Kelurahan Batu Putih ini. Misalnya, soal pendidikan anak-anak. Di sini tidak ada madrasah. Pelajaran agama untuk anak-anak hanya diperoleh di Taman Pendidikan Al-Qur`an dan Taman Pendidikan Qur`an (TPA/TPQ).

Namun setelah fase TPA, anak-anak Muslim yang menginjak remaja tidak memiliki tempat menimba ilmu agama. Badru khawatir anak-anak dapat terpengaruh lingkungan dan berpindah keyakinan.

Terlebih sejak mereka duduk di bangku sekolah sasar, anak-anak Muslim ini sudah wajib mengikuti pelajaran agama Kristen.

“Mereka wajib mengikuti pelajaran agama Kristen, sehingga mereka pun hafal nyanyian kidung gereja,” jelas Badru, yang dibenarkan oleh Diana, salah seorang menantunya yang semula  Kristen dan kini beralih ke Islam.

Dikatakan Badru, setidaknya sudah ada dua anak Muslim yang pindah agama ke Kristen. Sebagai “Pak Imam,” demikian biasa masyarakat menjulukinya, tentu ini tantangan yang harus diselesaikan. Badru pun prihatin karena mereka masih anak-anak dan belum dapat memegang prinsip. Namun, Badru tak putus asa. Ia selalu berusaha dan berdoa.

Badru pernah mengusulkan perlunya didirikan madrasah di lingkungannya beberapa tahun lalu ke Kantor Kementerian Agama Propinsi, tetapi belum mendapatkan respon.

“Sementara ini sebagai solusinya, kami titipkan anak-anak ke Pondok Pesantren Arafah di Kota Bitung,” katanya.

***

Kelurahan Batu Putih Atas merupakan hasil pemekaran dari Kelurahan Batu Putih yang terbagi menjadi dua kelurahan:  Kelurahan Batu Putih Bawah dan Kelurahan Batu Putih Atas.

Kelurahan ini memiliki luas 1.215 hektar dengan jumlah penduduk 1.708 jiwa. Wilayah Kelurahan Batu Putih Atas terletak di Kecamatan Ranowulu yang dibatasi oleh  sebelah utara: Desa Rinondoran, Kecamatan Likupang.  Sebelah selatan: Kelurahan Batu Putih Bawah. Sebelah barat: Desa Pinenek, Kecamatan Likupang,  dan sebelah timur: Laut Maluku.

Anda pun tidak perlu heran, sepanjang jalan utama memasuki komunitas Muslim yang terdapat di blok atas, sejumlah gereja berjejer antara lain:  Gereja Pantekosta, Advent, Protestan, GMPU dan lainnya.

Semoga Badru sesuai dengan namanya, menjadi purnama yang menyinari Kelurahan Batu Putih dengan cahaya Islam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:da'idakwahkristenMuslim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Masjid-Masjid di Kota Aden Serukan Perlawanan Hadapi Pemberontak Al Hautsi
Tulisan selanjutnya Menteri Hukum Mesir Era Mursy Divonis 3 Tahun Penjara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Berita
18 Juli 2026 10:12
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mereka Memilih Berani

Kemewahan di Kampung Mualaf Selat Kongki setelah Kehadiran Laznas Ini

13 Juli 2022 08:33
Mereka Memilih Berani

Kisah Dai Diadang Pedang Terhunus Saat Mau Khutbah Jumat

28 Juni 2022 08:00
Mereka Memilih Berani

Ketika Ustadz Hasyim HS Kaget Ditugaskan KH Abdullah Said

21 Mei 2022 15:00
Mereka Memilih Berani

Dakwah Tak Kenal Lelah “Dai Non-Subsidi”

3 Mei 2022 16:49
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?