Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Feature

Ketika Pakde Rindu Kembali ke Masjid dan Dapur

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 10 April 2020 21:32 9:32 pm
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 10 April 2020 21:32
Bagikan
Pak Samin di Balikpapan.
Bagikan

Hidayatullah.com | “LEBIH suka kerja,” jawab lelaki paruh baya itu singkat.

Tidak bekerja atau memasak selama berhari-hari, menurut Samin (59 tahun) malah dianggap lebih berat dan menyiksa dirinya. “Justru lebih capek kalau begitu (tidak memasak),” terang petugas dapur umum santri putra itu.

Itulah kesaksian Pakde Samin, panggilan akrabnya, saat ditanya tentang hari-harinya menjalani masa “lockdown lokal” ala Pesantren Hidayatullah Gunung Tembak, Balikpapan Kalimantan Timur.

Kalau kebijakan resmi pemerintah pusat, namanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Jauh hari, sebelum putusan Istana diluncurkan beberapa waktu lalu, para santri memang sudah lebih dulu dipulangkan ke rumah masing-masing. Akibatnya asrama jadi kosong melompong.

Baca Juga

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Kisah Mualaf Big Frank, Influencer Penuh Tato asal Inggris
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Dari Ateis jadi Muslim: Perjalanan Simon Wallgren Menemukan Cahaya Islam

Aktifitas sekolah dipindahkan untuk belajar di rumah saja. Kini pondok pesantren yang seluas 138 hektare itu hanya dihuni oleh warga (yang berumah tangga) saja.

Bagi Pakde, hari-hari itu seharusnya bisa dinikmati lebih tenang bersama keluarga di rumah. Apalagi anak-anaknya yang selama ini tinggal berpencar di beberapa kota, ikut-ikutan pulang semua ke rumah.

“Sekarang di rumah itu berkumpul lima anak (kepala keluarga). Lengkap dengan anak-anaknya. Pokoknya ramai,” terangnya tersenyum baru-baru ini.

Samin bahkan mengaku selama “masa tenang” itu dirinya tidak lagi pernah beraksi di dapur. Anak-anaknya secara bergiliran yang memasak. Samin dan istrinya Mujayatin, hanya menunggu apa-apa yang dihidangkan di meja makan. Pokoknya ia tidak tahu menahu tentang urusan dapur lagi. Tinggal menikmati saja.

Uniknya, pelayanan full service dari anak-anaknya itu justru tidak membuatnya betah di rumah. Apalagi ditambah dengan anjuran untuk shalat berjamaah di rumah saja. Tidak perlu datang ke masjid. Semua itu diakuinya sebagai ujian kesabaran dan ketaatan.

“Tidak memasak di dapur umum dan tidak shalat di masjid itu rasanya gimana gituh,” ucapnya polos.

Baca: Jumatan Masih Tegak di Depok

Selama bertahun-tahun, Pakde Samin memang menjadi idola favorit para santri. Meski bukan seorang guru, dosen yang kerap mengajar, atau ustadz yang berceramah setiap waktu. Tapi pria kelahiran Cepu, Jawa Tengah itu punya amanah dan tanggung jawab yang tak kalah berat.

Saban hari, ia harus menyediakan makanan untuk porsi lima ratus santri putra. Tiga kali dalam sehari semalam. Itupun harus tepat waktu. Artinya, untuk sebanyak itu, sekali masak bisa menghabiskan lima karung sekaligus.

“Sebulan itu bisa habis sampai 150 karung (masing-masing ukuran 25 kg),” jelasnya. Itu baru urusan nasi saja. Belum lagi dengan memasak sayur dan lauknya.

Memenuhi kebutuhan ratusan santri di atas, Pakde Samin mengaku biasa mengolah hingga 25 ekor ayam untuk sekali makan. Sedang lauk ikan, dibutuhkan 30-40 kg dan kalau telur sampai 13-15 rak telur sekaligus.

Untuk diketahui, semua kegiatan dan proses memasak itu hanya dikerjakan berdua saja, Samin bersama istrinya. Itu sudah termasuk belanja setiap hari ke pasar.

Capek? Jelas. Melelahkan? Itu sudah pasti. Tapi itulah yang kini dirindukan oleh Samin hari ini. Berharap virus corona jenis baru (Covid-19) yang mewabah tersebut segera diangkat dan semua orang bisa beraktifitas dan shalat berjamaah kembali di masjid seperti biasa.

Pria yang hijrah ke kampus Gunung Tembak sejak tahun 1980 itu rindu untuk kembali ke dapur. Dan kembali memasak untuk ratusan santri lagi.

Baca: ‘Bapak Rela Disemprot Setiap Waktu Asal Bisa Shalat di Masjid Lagi’

“Turis”

Koki atau jago memasak, sebenarnya bukan pilihan hidup Samin. Dari Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU) ia masuk pesantren di usia 18 tahun. Hal itu disebutnya karena didorong ingin belajar ilmu agama lebih dalam.

Untung tak bisa diraih, pesantren yang dituju saat itu baru di tahap perintisan, bahkan baru sedang membuka lahan di tengah hutan.

Akhirnya, bukan belajar formal di sekolah yang didapat seperti diidamkan, Samin muda malah lebih banyak bekerja dan bekerja. “Bisa dikata “selingan” kerja hanya shalat berjamaah di masjid saja, waktu itu,” kenangnya sambil tersenyum.

Bertahun-tahun ditempa di lapangan, Samin malah didapuk jadi ahli mesin pemotong kayu, atau operator machine shaw. Urusan potong-memotong batang pohon atau kayu gelondongan di hutan akhirnya diserahkan kepada Samin selalu.

Tidak hanya itu, Samin juga dikenal sebagai “dokter turis” (tukang rintis). Dia bukan cuma piawai menari-nari dengan mesin pemotong rumput, tapi juga bisa membongkar mesin dan memperbaikinya.

Sampai kemudian, Samin mendapat titah untuk mengurus dapur umum khusus santri putra. Tidak tanggung, ratusan santri menjadi tanggungannya sejak itu.

“Urus dapur itu modalnya taat saja sampai sekarang,” terangnya.

Kini sambil menunggu pandemi Covid-19 mereda, Samin lebih memilih bertanam singkong dan beternak ayam di belakang rumahnya.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Balikpapancovid-19masjidPondok PesantrenshalatShalat Berjamaahvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perempuan Skotlandia Yang Meng-Islamkan Keluarga dan 30 Temannya
Tulisan selanjutnya Suasana DKI Jakarta Lengang Saat Penerapan PSBB

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global

Berita
31 Agustus 2026 20:11
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
AHWA Tetapkan KH. Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam PBNU 2026–2031
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Feature

Ketika Penghuni Muslim Terancam Ulah Tetangga

30 Juni 2026 16:15
Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

30 Mei 2026 17:30
Feature

Karena Politik Penjaga Sapi, Peternak Menangis Pasar Sepi

27 Mei 2026 07:57
Feature

Niat Ajak Teman Kembali Kristen, Pemuda Ini Justru Temukan Hidayah dan Masuk Islam

30 April 2026 14:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?