Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

Swedia Ikuti Negara Eropa Batasi Penggunaan Alat Digital pada Siswa

Ahmad
Terakhir diupdate: 23 September 2024 13:48 1:48 pm
Ahmad
Dipublikasikan 23 September 2024 14:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemerintah Swedia berupaya mengurangi penggunaan perangkat digital pada remaja karena dampaknya terhadap kesehatan mental dan fisik mereka. Undang-undang baru akan melarang akses perangkat digital di sekolah.

Strategi digitalisasi Swedia pada 2017 bertujuan meningkatkan kompetensi digital, namun kini mereka khawatir penggunaan internet berlebihan di sekolah. Menteri Sosial dan Kesehatan Masyarakat, Jakob Forssmed, memimpin upaya ini untuk menyeimbangkan dunia nyata dengan dunia digital bagi siswa.

Forssmed menyatakan, siswa kini kehilangan kemampuan fisik dasar karena terlalu lama menggunakan perangkat. Ia mendesak, pembatasan akses perangkat digital di sekolah hingga kelas 9, yang berlaku sepanjang hari sekolah, demikian dilansir Deutsche Welle, Rabu (18/9/2024).

Hal ini didukung oleh pedoman Badan Kesehatan Masyarakat Swedia, yang merekomendasikan batas waktu layar untuk balita hingga remaja. Masalah kurang tidur pada remaja disebabkan oleh penggunaan perangkat digital yang berlebihan, yang meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.

Remaja perempuan terutama rentan terhadap dampak negatif media sosial terkait citra tubuh. Beberapa sekolah di Swedia telah menerapkan kebijakan pengambilan ponsel, seperti di Malmo, siswa menunjukkan tanda-tanda kecanduan perangkat.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Kasus perundungan digital juga menjadi perhatian, dengan beberapa siswa perempuan menjadi korban pengambilan foto rahasia di ruang ganti. Di sekolah dasar di Arsta, siswa menyerahkan perangkat mereka selama sekolah dan mengakui sulit berkonsentrasi tanpa sistem ini.

Tren negara Eropa

Sejumlah negara Eropa telah memberlakukan larangan penggunaan ponsel di sekolah ketika tahun ajaran baru dimulai di seluruh Eropa.

Pembatasan ponsel di institusi-institusi pendidikan yang sedang tren di benua itu bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran dan mengurangi gangguan pada siswa.

Hongaria, Belanda, dan Prancis telah memberlakukan larangan serupa. Di Belanda, pemerintah setempat telah memperluas larangan ponsel cerdas di sekolah dari tingkat menengah hingga tingkat dasar.

Sekolah-sekolah berbahasa Prancis di Belgia juga menerapkan larangan serupa pada awal tahun ajaran 2024-2025.

Yunani mensyaratkan siswa untuk menyimpan ponsel mereka di tas selama berada di sekolah. Kementerian Pendidikan Prancis berencana memperluas larangan tersebut secara nasional pada 2025 jika uji coba berhasil.

Irlandia mempertimbangkan pelarangan penuh penggunaan ponsel bagi siswa di bawah usia 16 tahun. Sementara itu, di negara-negara Eropa lain seperti Jerman, Polandia, Denmark, Portugal, dan Kroasia, sekolah memiliki otonomi untuk menetapkan sendiri kebijakan soal ponsel.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Eropa. perangkat digitalkesehatan mentalsiswaswedia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Empat Kota di Indonesia Terpanas di Asia
Tulisan selanjutnya Islam, Iman, dan Ihsan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Terbaru

  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?