Alumni pondok pesantren yang melanjutkan studi di kampus cenderung mengalami penurunan intensitas ibadah, perubahan akhlak akibat perbedaan lingkungan
Hidayatullah.com | SEJUMLAH alumni pondok pesantren yang kini belajar di kampus mengalami penurunan intensitas ibadah serta perubahan akhlak. Demikian penelitian Program Magister Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar tahun 2024.
Penelitian ini dipresentasikan oleh Nurindra Sari, mahasiswa Magister, dalam sidang tesisnya bertajuk “Perubahan Perilaku Keagamaan Alumni Pondok Pesantren (Studi Kasus Mahasiswa UIN Alauddin Makassar)”.
Menurut penelitian tersebut, beberapa alumni pesantren kerap lalai dalam menjalankan shalat wajib, kehilangan semangat dalam melaksanakan ibadah sunnah, dan tidak lagi rutin membaca Al-Qur’an seperti saat mereka tinggal di pesantren.
“Ada yang dulu di pesantren shalat berjamaah lima waktu tanpa pernah bolong, kini justru sering meninggalkan shalat. Bahkan ada yang terang-terangan mengaku hanya shalat saat ujian atau ketika butuh saja,” kata Nurindra dalam hasil pemaparannya.
“Bukan hanya ibadah yang melemah, tetapi juga adab. Ada mahasiswa yang dulu dikenal sangat sopan di pesantren, kini biasa berbicara kasar bahkan terhadap dosennya. Fenomena ini membuat banyak pihak kaget, karena seharusnya alumni pesantren membawa akhlak mulia ke manapun mereka berada.”
Penelitian ini juga menemukan perubahan pada aspek penampilan. Santri yang dulu terbiasa berpakaian sederhana dengan ciri khas pesantren kini lebih mengikuti tren fesyen umum di kampus.
“Gamis dan sarung perlahan ditinggalkan, diganti dengan pakaian modern yang kadang tidak mencerminkan identitas santri,” papar Nurindra.
Tidak hanya itu, terjadi penurunan adab dalam interaksi sosial: sopan santun terhadap dosen dan orang yang lebih tua mulai mengendur, dan beberapa mahasiswa cenderung melontarkan kata-kata kasar dalam komunikasi sehari-hari.
Sementara penelitian Harianto berjudul “Perubahan Gaya Hidup Alumni Pondok Pesantren” (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ushuluddin Dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar) menunjukkan adanya perubahan perilaku gaya hidup alumni pondok pesantren disebabkan oleh faktor lingkungan, terutama setelah keluar dari pondok pesantren yang menyebabkan shock culture, dan faktor media sosial yang memengaruhi cara berpakaian dan perilaku konsumtif mereka.
Penelitian yang pernah diungkap Journal UIN Alauddin ini mengidentifikasi dua faktor utama penyebab perubahan perilaku keagamaan dan akhlak ini:
- Lingkungan Baru – Transisi dari struktur disiplin pesantren ke kebebasan kampus menyebabkan shock culture: pola asuh, rutinitas, dan norma sosial yang sangat berbeda membuat alumni kesulitan menyesuaikan diri dan mempertahankan ritual keagamaan secara konsisten.
- Media Sosial – Akses yang mudah dan intens ke media sosial terbukti memengaruhi gaya berpakaian dan perilaku alumni, termasuk pilihan berpakaian dan interaksi sosial di kampus.
Hasil riset ini menggarisbawahi adanya kebutuhan untuk memperkuat dukungan akademik dan spiritual bagi alumni pesantren di lingkungan kampus, agar mereka dapat mempertahankan warisan nilai agama dan akhlak yang telah ditanamkan selama masa santri.




