Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
IptekesKesehatan

Penelitian: Jalan Cepat Dapat Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2 Sebesar 15%

Ahmad
Terakhir diupdate: 15 Januari 2024 21:45 9:45 pm
Ahmad
Dipublikasikan 15 Januari 2024 22:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Bolehkah penderita diabetes melakukan olahraga seperti jalan kaki setiap hari? Apakah manfaat jalan kaki berdampak buruk bagi penderita diabetes?

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh British Journal of Sports Medicine pada November lalu menunjukkan bahwa berjalan cepat dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2 secara signifikan.Namun, peneliti belum bisa menentukan kecepatan optimal yang dapat menghindari berkembangnya penyakit tersebut.

Temuan ini didasarkan pada 10 penelitian jangka panjang yang diterbitkan antara tahun 1999 dan 2022, yang melibatkan lebih dari 508.000 orang dewasa dari Amerika, Inggris, dan Jepang.

Berikut penjelasannya yang patut Anda ketahui:

  • Berjalan dengan kecepatan 3,2 km/jam hingga 4,8 km/jam dikaitkan dengan risiko 15 persen lebih rendah terkena diabetes tipe 2, berapa pun waktu yang dihabiskan untuk berjalan kaki.
  • Risiko terkena diabetes tipe 2 turun 24 persen jika Anda berjalan lebih cepat dengan kecepatan 4,8 km/jam hingga 6,4 km/jam
  • Untuk setiap peningkatan kecepatan 1 km, risiko terkena penyakit berkurang sebesar 9 persen.

Olahrada Bantu Kurangi Diabet

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes metabolik yang disebabkan oleh tingginya kadar gula darah atau disebut juga hiperglikemia.

Gula darah tinggi disebabkan oleh beberapa hal, yaitu tubuh tidak mampu memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup dan tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.

Jika dibiarkan dalam jangka waktu lama, dapat merusak organ-organ dalam tubuh.

Olahraga, secara keseluruhan, dapat meningkatkan pengendalian gula darah dan efek ini terlihat jelas bahkan tanpa penurunan berat badan, jelas Dr Gary Ang, konsultan pada Layanan Hasil Penelitian & Kesehatan dan Grup Perawatan Terpadu dari National Health Care Group (NHG) Singapura.

Kontraksi otot memungkinkan sel menggunakan gula darah untuk energi, bahkan dalam kondisi dimana insulin tidak ada.

Dan bukan hanya kadar gula. Latihan kardio juga mengurangi risiko peradangan kronis, yang umumnya dikaitkan dengan diabetes, jelas Chermine Tan, fisioterapis senior di Allium Healthcare.

Hasil Studi

“Tinjauan sistematis dalam penelitian ini hanya memiliki tingkat bukti yang rendah hingga sedang, dan penelitian yang ditinjau tersebut disimpulkan memiliki risiko bias yang tinggi,” kata Chermine, dikutip Channel News Asia (CNA).

Oleh karena itu, pandangan bahwa berjalan kaki dengan intensitas lebih tinggi akan menurunkan risiko diabetes tidak boleh dianggap enteng.

Namun, bukan berarti jalan cepat tidak memiliki manfaat. Di sisi lain, ia mengemukakan bahwa jalan cepat memiliki manfaat fisiologis dan fisik.

“Manfaat kesehatan yang dicapai ini kemudian akan menurunkan risiko diabetes jika ditambah dengan upaya lain seperti pola makan seimbang dan istirahat yang cukup. Oleh karena itu, jalan cepat merupakan hal yang masih bisa dilakukan, meski bukti langsung bahwa hal tersebut mengurangi diabetes tidak kuat,” katanya.

Untuk melawan diabetes tipe 2, ada baiknya berjalan cepat, meski para ilmuwan belum secara jelas menyatakan kecepatan berjalan optimal.  

Menurut Miss Chermine, jika berjalan santai, Anda tetap bisa menikmati lingkungan sekitar bahkan bernyanyi sambil berjalan. Namun, berjalan cepat lebih fokus, pernapasan lebih cepat, dan lebih sulit berbicara.

“Kecepatan jalan kaki biasanya antara 2km/jam hingga 3km/jam. Kecepatan jalan cepat umumnya antara 4km/jam hingga 6,4 km/jam, “ ujarnya.

Pelacak detak jantung atau aplikasi serupa dapat membantu memantau kecepatan Anda. Jika tidak, ukurlah waktu yang Anda perlukan untuk berjalan di antara dua penanda seperti tiang lampu di taman, saran Dr Ang.

Misalnya, jika Anda mampu menempuh jarak 1km dalam waktu 15 menit, rata-rata kecepatan Anda sekitar 4km/jam, jelas Chermine.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:diabetesdiabetes 2Headlinejalan cepatjalan kakiolahraga
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya kades jokowi Rasio Lulusan S2 dan S3 Kalah dengan Tetangga, Jokowi Janji Tambah Anggaran Pendidikan
Tulisan selanjutnya Pakar Militer: Inilah yang Dicapai ‘Israel’ selama 100 Hari Agresi ke Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?