Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kesehatan

Autoimun, Penyakit ‘Langka’ bisa Berakibat Fatal

Ahmad
Terakhir diupdate: 17 April 2024 12:27 12:27 pm
Ahmad
Dipublikasikan 17 April 2024 11:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Secara umum stres sering dikaitkan dengan penyakit mental, namun banyak yang tidak menyadari bahwa ada risiko penyakit yang lebih kronis yang berakibat fatal, yaitu serangan pada jaringan tubuh manusia yang dapat mengganggu fungsi organ penting tubuh, yaitu penyakit autoimun.  

Pakar kesehatan masyarakat Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) Dr Hanafiah Bashirun mengatakan, penyakit autoimun jarang dibicarakan karena bukan penyakit populer dengan rasio satu dari sejuta orang di dunia akan mengidapnya.

Meski begitu, setiap individu mempunyai risiko tertular penyakit ini karena faktor emosi dan stres yang menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah autoimun selain faktor genetik, sehingga penyakit ini sulit diobati dan dikendalikan.

Masalah autoimun terjadi ketika sistem imun tubuh manusia yang seharusnya melindungi tubuh dengan cara menyerang kuman-kuman yang ada di dalam tubuh, melakukan ‘pembelotan’ dengan menyerang jaringan-jaringan di dalam tubuh yang dapat mengenai seluruh bagian tubuh termasuk persendian, hati, paru-paru, ginjal,  otak, dan jantung selanjutnya memberikan risiko kematian.

“Pengobatan untuk menyembuhkan sangat tidak mungkin karena sistem pertahanan tubuh diproduksi oleh tubuh kita sendiri. Tidak ada cara untuk menghentikan produksi sistem imun yang menyerang tubuh kita selain pengobatan untuk mengurangi efek serangan tersebut hingga tingkat maksimal.”

Baca Juga

Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Hernia
Riset: Remaja Pengguna Vape Lebih Berisiko Jadi Perokok
Vape Ancaman Baru Remaja, Perlu Ada UU yang Tegas
Makanan Cepat Saji Tingkatkan Risiko Kanker Paru-Paru

“Selama ini masyarakat mungkin mengira dirinya berisiko terkena penyakit kronis karena faktor genetik saja, namun kondisi stres juga bisa memperburuk kondisi autoimun ketika sistem imun banyak sehingga banyak sistem imun yang menyerang bagian tubuh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hanya ada dua metode pengobatan khusus untuk mengurangi serangan autoimun dalam tubuh, yakni asupan steroid dan pertukaran plasma yang merupakan salah satu komponen dalam darah orang lain.

Katanya, pasien autoimun perlu mengonsumsi steroid seumur hidup dengan durasi dan dosis yang dianjurkan para ahli.

“Tetapi penggunaan steroid secara terus-menerus mempunyai efek samping lain. Sehingga dokter spesialis yang merawat perlu mempertimbangkan penentuan jumlah steroid yang diminum, berapa lama dan dosis yang perlu dikurangi atau ditingkatkan nantinya.

Selain itu, dengan pengobatan pertukaran plasma, ketergantungan pasien terhadap steroid dapat dikurangi, namun tetap ada risiko karena takut tertular, ujarnya.

Ia menambahkan, pengobatan pertukaran plasma memerlukan pasokan plasma yang cukup karena perlu dilakukan secara rutin, tidak hanya sekali karena tubuh pasien akan selalu memproduksi sistem imunnya sendiri.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:autoimunlangkapenyakit
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dosa yang Lebih Hebat Daripada Berzina
Tulisan selanjutnya New York Times Batasi Jurnalisnya Meliput Agresi ‘Israel’, Larang Gunakan Istilah Genosida

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Berita
31 Agustus 2026 06:11
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Kesehatan

Tekanan Akademis dan Dampaknya terhadap Kesehatan Mental

19 Januari 2025 17:25
Kesehatan

Studi: Manfaat Utama Kopi Bagi Kesehatan Tergantung Waktu Meminumnya

15 Januari 2025 07:30
Kesehatan

Hindari Tertular HMPV, Pakar UGM Anjurkan Masyarakat Ikuti Pola Hidup Sehat

10 Januari 2025 13:20
Kesehatan

Terbukti, Konsumsi Alkohol Penyebab hampir 1 Juta Kasus Kanker di Amerika Serikat

7 Januari 2025 11:10
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?