Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Saintek

Stres pada Wanita Berpotensi Tingkatkan Berat Badan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 14 Juli 2014 14:23 2:23 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 14 Juli 2014 14:23
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SATU studi baru menunjukkan, wanita yang mengalami satu atau lebih peristiwa stres saat sehari sebelum mengonsumsi makanan tinggi lemak tunggal, dapat memperlambat metabolisme tubuh dan berpotensi berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

Peneliti menanyai peserta yang dijadikan objek studi tentang stres sehari sebelumnya, sebelum mereka diberi makanan yang terdiri dari 930 kalori dan 60 gram lemak. Para ilmuwan kemudian mengukur tingkat metabolisme mereka; berapa lama waktu yang dibutuhkan wanita untuk membakar kalori dan lemak. Kemudian mengukur gula darah, trigliserida, insulin, dan hormon stres kortisol.

Rata-rata para wanita dalam penelitian ini, yang melaporkan satu atau lebih stres dalam 24 jam, membakar 104 kalori lebih sedikit daripada wanita yang tidak mengalami stres dalam tujuh jam setelah makan makanan tinggi lemak. Perbedaan ini dapat mengakibatkan kenaikan berat badan hampir 5,5 kg dalam satu tahun.

Wanita yang stres juga memiliki kadar insulin lebih tinggi, yang memberikan kontribusi untuk penyimpanan lemak dan oksidasi lemak lebih sedikit — yang mengkonversi molekul lemak besar menjadi molekul yang lebih kecil guna dipakai sebagai ‘bahan bakar’. Lemak yang tidak terbakar kemudian disimpan.

“Ini berarti bahwa, dari waktu ke waktu, stres bisa menyebabkan kenaikan berat badan,” kata Jan Kiecolt-Glaser, profesor psikiatri dan psikologi di The Ohio State University dan penulis utama studi tersebut, sebagaimana dipublikasikan Newswise, belum lama ini. “Kita tahu dari data lain bahwa kita lebih cenderung untuk makan makanan yang salah ketika kita sedang stres, dan data kami mengatakan bahwa ketika kita makan makanan yang salah, kenaikan berat badan menjadi lebih mungkin karena kita membakar kalori lebih sedikit.”

Baca Juga

Lithium Air Laut
China Temukan Cara Baru Menambang Lithium Air Laut
7 dari 10 Warga Malaysia Ingin Medsos Dilarang untuk Anak di Bawah 14 Tahun
Warisi Generasi Old, Milenial Akan jadi ‘Generasi Terkaya dalam Sejarah’
Minum Air Zamzam Sembuhkan Sakit dan Kuatkan Hafalan
Ilmuwan Menemukan Koridor Tersembunyi di Piramida Agung Giza Mesir

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa orang yang mengalami stres dan gangguan suasana hati lainnya berada pada risiko yang lebih tinggi mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Dalam Studi ini, para peneliti mengatakan, untuk mengetahui penyebabnya, setidaknya satu hal yang terkait.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Biological Psychiatry.

Penelitian dilakukan terhadap 58 wanita, rata-rata berusia 53 tahun, dan termasuk dua orang objek penelitian untuk studi jangka panjang di Pusat Penelitian Klinis Ohio State. Untuk mengatur asupan makanan mereka selama 24 jam sebelum menyantap makanan tinggi lemak, para peneliti memberi peserta tiga kali makan standar pada hari sebelumnya dan memerintahkan mereka berpuasa selama 12 jam sebelum dilakukan pelaporan untuk kunjungan mereka.

Sebagian besar stres yang dilaporkan adalah persoalan umum antarpribadi: beradu argumen dengan rekan kerja atau pasangan, perbedaan pendapat dengan teman-teman, masalah dengan anak-anak, atau tekanan yang berhubungan dengan pekerjaan.

Makanan yang diberikan kepada objek penelitian terdiri dari telur, sosis kalkun, biskui,t dan saus — kira-kira setara dengan kalori dan lemak dua susun hamburger dan kentang goreng di restoran cepat saji. Peserta diminta makan seluruh makanan dalam waktu 20 menit.

“Ini bukan makanan yang luar biasa dibandingkan dengan apa yang kita konsumsi ketika kita sedang terburu-buru dan keluar rumah untuk mendapatkan beberapa makanan,” kata Kiecolt-Glaser, yang juga direktur Institute for Behavioral Medicine di Ohio State.

Sebagai makanan kontrol untuk perbandingan dalam uji coba secara acak adalah makanan yang mengandung lemak jenuh serta makanan lainnya yang mengandung berbagai jenis lemak tinggi, seperti minyak bunga matahari yang mengandung lemak tak jenuh tunggal, yang memiliki berbagai manfaat kesehatan.

“Kami menduga bahwa lemak jenuh akan memiliki dampak buruk pada metabolisme pada wanita.  Tetapi dalam temuan kami, kedua makanan tinggi lemak secara konsisten menunjukkan hasil yang sama dalam hal bagaimana stres dapat mempengaruhi pengeluaran energi mereka,” kata Martha Belury, profesor nutrisi untuk manusia di Ohio State dan penulis pendukung dalam penelitian ini.

Para peneliti juga mengambil beberapa sampel darah, “sehingga kita bisa mengikuti sepanjang hari metabolik apa yang terjadi setelah makan makanan tinggi lemak,” kata Kiecolt-Glaser.

Efek stres meningkatkan insulin dalam beberapa waktu: melonjak segera setelah mengkonsumsi makanan tinggi lemak, kemudian menurun setingkat insulin pada wanita tidak stres setelah 90 menit berikutnya.

Depresi juga menyebabkan kenaikan tajam trigliserida langsung setelah makan. Trigliserida adalah bentuk lemak dalam darah, dan pada tingkat tinggi dapat menimbulkan risiko penyakit kardiovaskular.

Para peneliti tidak melakukan penelitian untuk laki-laki karena laki-laki cenderung memiliki lebih banyak otot daripada wanita, yang akan mempengaruhi tingkat metabolisme mereka, kata Belury.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:stres
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya SPR Laporkan Burhanudin Muhtadi ke polisi
Tulisan selanjutnya Malam Ini Tim Kemanusiaan Indonesia Terbang ke Palestina

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Saintek

Para Ilmuwan Lakukan Deteksi Autisme pada Rambut

9 Januari 2023 20:30
Saintek

Tantangan Teknologi, Banyak Orang Oversharing dan Umbar Aib di Media Sosial

26 Desember 2022 14:00
Saintek

(Video) Kuasa Allah, Ilmuwan Berhasil Merekam Tumbuhan yang Bernapas

23 Desember 2022 15:10
Saintek

Selandia Baru akan Siapkan Undang-undang agar Facebook dan Google Membayar Berita

5 Desember 2022 11:21
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?