Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Inilah 4 Syarat “Mengikuti Tarekat” Menurut Imam Al-Ghazali

Thoriq
Terakhir diupdate: 2 Maret 2023 21:28 9:28 pm
Thoriq
Dipublikasikan 2 Maret 2023 12:13
Bagikan
sufisme dan Tarekat menurut Imam Al Ghazali
sufisme dan Tarekat menurut Imam Al Ghazali
Bagikan

Imam Al-Ghazali menyampaikan syarat untuk mengikuti tarekat sebagai salik; mengamalkan syariah, menjahui larangan-Nya dan tidak ada unsur bid’ah

Hidayatullah.com | IMAM AL-GHAZALI  memberikan nasihat kepada siapa saja yang hendak menempuh ‘jalan spiritual’ atau sebagai seorang salik untuk memenuhi 4 syarat terlabih dahulu. Di bawah ini 4 syarat jika ingin mengikuti tarekat menurut Imam Al Ghazali:

Pertama, memiliki akidah lurus

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwasannya siapa saja yang hendak menempuh jalan spiritual hendaklah memiliki akidah yang lurus. Akidah yang tidak ada unsur bid’ah di dalamnya. (Ayyuhal Walad, hal. 53)

Al Khadimi menjelaskan bahwasannya yang dimaksud Imam Al-Ghazali adalah seseorang harus;ah berakidah Ahlus Sunnah Waljama`ah. Di mana Rasulullah ﷺ telah menjelaskan bahwasannya umat beliau terpecah menjadi 73 golongan, dan hanya satu yang masuk surga, yakni Ahlus Sunnah Waljama`ah. (Syiraj Adz Dzulumat, hal. 48)

Baca Juga

Merdeka Bersuara, Bukan Merampas Ketenangan: Sound Horeg dalam Syariat
Atas Jasa Ulama Madzhab, Ijtihad Tidak Lagi Harus Dari Nol
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
Membangun Ketahanan Mental dengan Nilai-Nilai Al-Qur’an
Prajurit di Balik Layar, Pelita di Pinggir Jalan: Jejak Langkah Chumam Dasuki Merawat Literasi

Kedua, taubat

Perkara yang selanjutnya harus dilakukan oleh seseorang yang hendak menempuh jalan spiritual adalah taubat nashuhah dan tidak mengulangi perbuatan-perbuatan dosa. (Ayyuhal Walad, hal. 53).

Al-Khadimi menjelaskan bahwa maksud Imam Al-Ghazali di atas, bahwa syarat taubat adalah adanya penyesalan terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan juga tidak mengulangi dzillah, yakni dosa-dosa kecil. (Syiraj Adz Dzulumat, hal. 48)

Ketiga, memohon kerelaan pihak yang berselisih dengannnya

Syarat yang selanjutnya harus dipenuhi bagi siapa saja yang hendak mendalami laku spiritual maka ia harus meminta kerelaaan kepada siapa saja yang pernah terlibat perselisihan dengannya dan minta keridhaan dari mereka. Sehingga, masalah menjadi tuntas dan tidak ada lagi tanggungan-tanggungan. (Ayyuhal Walad, hal. 53).

Al-Khadimi menjelaskan bahwa syarat ke tiga bersangkutan dengan hak Allah, sedangkan syarat yang ketiga bersangkutan dengan hak sesama anak adam, dan hak yang ini lebih sulit.

Imam Al-Qurthubi dalam At-Tadzkirah menjelaskan bahwasannya kalau saja ada  seseorang yang memiliki amalan seperti amalan para nabi, namun ia memilihi tanggungan setengan daniq kepada rang lain, yang mana hal itu yang menyebabkan ia tidak segeram memasuki surga, karena harus menunaikan kewajiban itu. Akhirnya ia harus menunaikan itu dengan 70 shalat yang diterima.

Imam Al-Qusyairi menyatakan bahwa seseorang melaksanakan puasa di siang hari dan qiyam di malam hari terus-menerus sedangkan di lisannya ia banyak menghibah yang dosanya seimbang dengan pahalanya itu, maka amalannya itu seakan-akan tidak bernilai. Jika demikian, lantas bagaimana dengan dosa-dosa lainnya yang diperbuat? (Syiraj Adz Dzulumat, hal. 48)

Empat, menuntut ilmu syariat yang cukup untuk amal dan menjauhi larangan

Imam Al-Ghazali menyampaikan bahwa syarat selanjutnya yang harus dipenuhi adalah menuntut ilmu syar`i dengan kadar yang cukup untuk mengamalkan perintah Allah dan menjahui larangan-Nya. Sedangkan menuntut ilmu dengan kadar yang lebih banyak dari itu tidaklah wajib. Lantas mempelajari ilmu akhirat yang merupakan kunci keselamatan. (Ayyuhal Walad, hal. 53).

Yang dimaksud tidak wajib menurut Imam Al-Ghazali di atas adalah ia termasuk ilmu yang fardhu kifayah atau sunnah untuk dipelajari. Sedangkan ilmu akhirat adalah ilmu yang berkenaan dengan hati atau ilmu tashawuf.

Ilmu syar`i juga diperlukan karena dengan memiliki bekal ilmu yang cukup akan mencegah seseorang dari penyelewengan dalam perjalanan suluknya. (lihat, Siraj Adz Dzulumat, hal. 51).*

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Ilmu TasawufImam Al GhazalisufiTarekattasawufthoriqohtokoh tasawuf
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saudi Al Qaeda Titah Raja: Arab Saudi Merayakan Hari Bendera Setiap 11 Maret
Tulisan selanjutnya Ramadhan, Pengurus MUI Ajak Ormas Islam & Pemkot Balikpapan Tingkatkan Iman Umat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Anwar Abbas
Berita

MUI Soroti Pemblokiran Rekening Aktivis, Ingatkan Ancaman Penarikan Dana Massal

Berita
25 Agustus 2026 18:20
Resmi Gabung Angkatan Darat Suriah, YPG Umumkan Pembubaran Diri
Iran Eksekusi Pria yang Didakwa Membantu Amerika dan Israel Semasa Protes Anti Rezim
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza

Terbaru

  • Erdogan Serukan Persatuan Dunia Islam dalam Perayaan Maulid di Istanbul
  • 10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
  • Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup
  • Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan
  • ‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
  • Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
  • Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
  • Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
  • Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
  • Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Kajian

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

30 Juni 2026 22:36
Lentera Hidup

Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi

30 Juni 2026 10:26
Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?