Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Kajian

Kurikulum Cinta, yang Tidak Buta

Ahmad
Terakhir diupdate: 14 Maret 2025 07:52 7:52 am
Ahmad
Dipublikasikan 14 Maret 2025 08:30
Bagikan
Bagikan

Islam mengajarkan kurikum cinta tidak buta, Islam mengajarkan cinta karena Allah dan benci juga karena Allah 

Hidayatullah.com | BELAKANGAN ini, wacana mengenai Kurikulum Cinta tengah ramai diperbincangkan. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, mengungkapkan rencana penerapan kurikulum ini sebagai pengganti Kurikulum Merdeka.

Namun, apakah cinta yang dimaksud benar-benar mencerminkan hakikat cinta yang sebenarnya?  

Jika menengok ke belakang, tagline “Islam Cinta” atau “Islam Rahmah” sejatinya bukan hal yang baru. Gerakan ini kerap digaungkan oleh segelintir kalangan.

Sayangnya, tak jarang mereka yang mengusung slogan cinta justru bertolak belakang dengan esensi cinta dalam Islam. Mereka menampilkan wajah lembut terhadap kekufuran, menjalin hubungan harmonis dengan penjajah Zionis, namun di saat yang sama, bersikap intoleran terhadap saudara seiman.

Baca Juga

Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Khutbah Jumat: Tauhid, Fondasi Peradaban yang Tak Pernah Runtuh
Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

Jika cinta yang mereka propagandakan melahirkan sikap lunak terhadap kebatilan, tetapi keras terhadap kebenaran, maka patut dipertanyakan, cinta macam apa yang dimaksudkan?

Islam: agama cinta yang tidak buta

Islam memang mengajarkan cinta. Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya harus lebih diutamakan daripada cinta kepada apa pun di dunia ini.

Bahkan, kecintaan kepada saudara seiman hingga menginginkan kebaikan untuk mereka sebagaimana kebaikan itu ada pada diri sendiri adalah bagian dari kesempurnaan iman.

Namun, Islam tidak hanya berbicara tentang cinta, Islam juga mengajarkan benci karena Allah. 

Jika cinta yang digaungkan berarti merelakan hukum Allah dikesampingkan, tunduk pada sekulerisme atas nama cinta, serta membiarkan kemungkaran merajalela demi slogan semu, maka cinta semacam ini bukanlah cinta yang diridhai Allah.  

Seperti contohnya yang diungkapkan oleh Haidar Bagir dalam bukunya “Islam: The Faith of Love and Happiness”, ia menegaskan bahwa hukum dan ideologi harus tunduk kepada spiritualitas dan kasih sayang.

Paradigma ini, katanya, adalah satu-satunya cara agar Islam memiliki masa depan yang cerah dan membawa maslahat dan kedamaian.

Padahal, siapa yang lebih mengetahui maslahat bagi hamba-hamba-Nya selain Ar-Rahman?

Ketika hukum-Nya dikesampingkan dan diganti dengan aturan sekuler atas nama cinta, yang terjadi bukanlah kedamaian dan kesejahteraan, melainkan kerusakan dan kesenjangan di berbagai belahan dunia.

Cinta dan benci karena Allah

Islam tidak hanya mengajarkan cinta, tetapi juga membimbing umatnya untuk membenci segala bentuk kemungkaran. Rasulullah ﷺ bersabda yang artinya; “Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim) 

Para ulama telah sepakat bahwa membenci kemungkaran adalah kewajiban. Imam An-Nawawi dalam “Syarah Shahih Muslim” menyatakan: 

 أجمع العلماء على أن ووجبت كراهته بقلبه

“Para ulama sepakat bahwa wajibnya membenci kemungkaran dengan hati.” (Syarh An-Nawawi ‘ala Muslim, XII/230)

Imam Asy-Syafi’i pun pernah berkata dengan ungkapan yang sangat masyhur: 

“Aku mencintai orang-orang shalih, meskipun aku bukan termasuk di antara mereka. Semoga bersama mereka aku bisa mendapatkan syafa’at kelak. Aku membenci para pelaku maksiat, meskipun aku tak berbeda dengan mereka.”

Pertanyaannya, apakah berbagai “Gerakan Islam Cinta” itu benar-benar berlandaskan Islam, atau justru merestui sekulerisme dengan dalih cinta?

Apakah “Kurikulum Cinta” yang akan diterapkan merupakan bentuk cinta yang sejati, atau justru cinta semu yang memposisikan ketundukan pada ideologi sekuler? 

Kita tunggu rumusannya, meski jika berfikir lebih mendalam dan berkaca pada realita selama ini, maka dapat sedikit terbaca arahnya kemana.

Jika yang terjadi adalah penyusupan nilai-nilai sekulerisme dan derivasinya dalam kedok cinta kepada peserta didik, maka kewajiban kita tentu adalah saling menasihati.

Ini adalah wujud cinta dan kepedulian yang sebenarnya kepada peserta didik, kepada pemangku kebijakan, dan kepada negara ini.

Allah Swt berfirman: 

قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Katakanlah: Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Muhammad), niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31). Wallahu A’lam.* 

Penulis dosen Pendidikan Agama Islam

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:benci karena Allahcinta karena allahcinta tidak butaHeadlineIslam dan Cintakurikulum cintalslam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Uttar Pradesh Tutup Masjid selama Festival Holi Hindu
Tulisan selanjutnya Korektor Imam Masjidil Haram Ini Pensiun setelah Mengabdi 20 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Berita
15 Juli 2026 21:36
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Pejabat Libanon Konfirmasi Keikutsertaan Negaranya dalam Pembicaraan dengan Israel di Roma

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan

13 Juni 2026 04:49
Kajian

Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah

26 Mei 2026 09:00
Kajian

Rahasia Hari Arafah yang Dibenci Iblis: Inilah 10 Keutamaannya

26 Mei 2026 08:30
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?