Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Angop, Mahakarya Luar Biasa

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Juli 2009 20:42
Bagikan
Bagikan

Oleh: Syaefudin*

Hidayatullah.Com – Apa yang terjadi jika seseorang mengantuk? Kemungkinan besar, ia menguap sebagai pertanda menginginkan istirahat. Namun, pernahkah Anda mencari tahu alasannya?

Sebelumnya mungkin kita pernah mengenal ada suatu teori yang menyebutkan bahwa angop disebabkan menipisnya kadar oksigen di dalam tubuh. Tapi, menguap ternyata masih saja terjadi meskipun bernafas 100% dengan oksigen. Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan ini berlangsung?

Ternyata para ilmuwan pun belum tahu dengan pasti apa sebenarnya yang memicu perilaku angop tersebut. Meski sudah lama meneliti, para pakar yang hidup di zaman superkomputer dan teknologi pesawat antariksa ini ternyata selama ini baru sebatas menduga-duga saja, apa fungsi menguap.

Inilah satu bukti bahwa pengetahuan manusia tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan Penciptanya, Allah SWT. Dialah yang mengajarkan ilmu kepada manusia apa yang tidak diketahuinya ketika manusia itu meneliti segala ciptaan-Nya, termasuk angop. Hal ini sebagaimana firman Allah dalam Al Qur’an: “Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. (QS. Al Alaq, 96:5)

Baca Juga

Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli
Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

Allah yang Maha Mengetahui, mendidik manusia dengan sedikit membukakan tabir pengetahuan yang dimiliki-Nya yang melekat pada setiap ciptaan-Nya. Oleh karena itu, perlahan-lahan manusia mampu menguak tanda kebesaran Rabb Pencipta semesta, tak terkecuali mengetahui rahasia di balik menguap.

Pendingin terhebat

Sejatinya, menguap bukanlah peristiwa biasa. Sebaliknya, ia merupakan cara kerja yang Allah buat sebagai bentuk kasih sayang kepada makhluk-Nya. Secara sederhana, apa yang seringkali dianggap sebagai penanda kantuk ini berfungsi layaknya kipas pendingin pada prosesor komputer sehingga kerjanya tetap prima.

Sebagaimana diketahui, sebuah komputer akan bekerja dengan baik dalam suhu dingin. Setelah lama bekerja, suhu prosesor komputer akan meningkat. Jika suhu komputer itu tidak diturunkan dengan kipas pendingin, maka hal ini akan mengurangi kinerjanya, bahkan berkemungkinan mematikan atau merusakkan komputer itu.

Begitu pula otak manusia. Dibutuhkan perangkat khusus untuk menjaga suhu otak agar tidak kepanasan, sehingga tetap berfungsi dengan baik.

Allah yang menciptakan manusia, sudah barang tentu mengetahui yang terbaik untuk apa yang diciptakan-Nya. Menurut Andrew Gallup, ilmuwan dari Binghamton University, jalan keluar permasalahan meningginya suhu dalam otak akibat terus bekerja dapat diatasi dengan perangkat pendingin cerdas bernama ‘angop’.

Cara kerja yang sama dapat pula menjelaskan alasan manusia seringkali menguap ketika baru saja bangun tidur atau kelelahan. Aktivitas menguap akan mempermudah otak guna menghadapi situasi peralihan, semisal dari tidur ke kondisi terjaga (bangun tidur).

Burung angop diteliti

Para ilmuwan menguji dugaan bahwa angop merupakan cara menurunkan suhu otak pada sejumlah burung betet (Melopsittacus undulatus). Dugaan ini berlanjut bahwa jika suhu ruangan meningkat dan mendekati (tapi tidak melebihi) suhu tubuh, maka hal ini akan mendorong peningkatan aktifitas menguap.

Sebanyak dua puluh ekor burung tersebut diletakkan dalam ruangan yang dapat diatur suhunya. Suhu ruangan diatur sedemikian rupa sehingga menunjukkan tiga keadaan suhu yang berbeda, yakni suhu rendah atau kontrol (22°C), suhu meningkat (22-34°C), dan suhu tinggi (34-38°C).

Dengan lama setiap keadaan suhu sebesar 21 menit, hasil penelitian membenarkan dugaan para ilmuwan yang menelitinya. Berdasarkan pengamatan, pada kondisi suhu meningkat, rata-rata setiap burung menguap sebanyak 4,20 kali. Sedangkan pada suhu tinggi dan suhu rendah (kontrol), berturut-turut terjadi 2,05 dan 1,25 angopan setiap ekornya. Jumlah angop pada keadaan yang berlainan tersebut berbeda secara nyata.

Sebagai kesimpulan, penelitian ini membuktikan secara ilmiah dugaan bahwa menguap merupakan sebuah cara untuk mengatur suhu di dalam otak.

Kebaikan Allah

Itulah sekilas gambaran fungsi menguap. Jadi, terbukanya mulut yang oleh sebagian orang dianggap pula sebagai tanda bosan itu bukanlah sekedar menimba oksigen dari udara bebas. Lebih dari itu, ia adalah rahasia Sang Pencipta untuk mencegah otak manusia dari gagal berfungsi dengan baik.

Allah yang Maha Mengerti kebutuhan organ-organ tubuh hamba-Nya, dengan cerdas menciptakan suatu proses jitu agar setiap organ itu berfungsi prima. Dialah yang telah menjadikan menguap sebagai pengatur suhu otak agar senantiasa bekerja dengan sempurna.

Informasi ilmiah ini juga membalik anggapan terdahulu, yakni yang percaya bahwa menguap hanyalah tanda mengantuk. Sebaliknya, angop merupakan proses pendinginan otak agar tetap terjaga. Dengannya, manusia pun bisa tetap berkonsentrasi, termasuk saat membaca artikel ini.

Sudah sepantasnyalah manusia yang lemah mensyukuri segala nikmat Allah. Sungguh, Dialah yang tiada henti mengurusi manusia, termasuk urusan berupa angop ini, agar otaknya tetap bekerja sebaik mungkin. Ini karena Allah tidak pernah lalai, apalagi tertidur, dalam mengurus makhluk yang diciptakan-Nya. Dalam Al Qur’an yang mulia, Allah berfirman:

“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar”. (QS. Al Baqarah, 2:255) (sfd/hidayatullah.com) —

ilustrasi :http://commons.wikimedia.org/

*Penulis adalah Asisten Dosen Metabolisme, Departemen Biokimia, FMIPA-Institut Pertanian Bogor.  
Oleh: Syaefudin*

Refrensi:

  1. Andrew C. Gallup et al. (2009). Yawning and thermoregulation in budgerigars, Melopsittacus undulates. Animal Behaviour, Vol 77(1):109-113.
 
   2.  Jenniver Viegas (2008). Yawning cools the brain. Abc.net.au, Dec 16, 2008. (http://www.abc.net.au/science/articles/2008/12/16/2447520.htm, terkunjungi pada 16 Juli 2009).

   3. Karl S. Kruszelnicki (2000). Yawning Is Contagious. Abc.net.au, Jan 26, 2000. (http://www.abc.net.au/science/articles/2000/01/26/95628.htm, terkunjungi pada 16 Juli 2009).

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akan Terbit Sukuk Dana Haji
Tulisan selanjutnya Rekor Dunia untuk Anak Gaza

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (4) : Lebaran, Menjilat Sultan, dan Urusan Kavling Surga

24 Maret 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?