Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Hikmah

Mencari Aib Bisyr Al Hafi

Thoriq
Terakhir diupdate: 14 September 2014 03:16 3:16 am
Thoriq
Dipublikasikan 14 September 2014 03:05
Bagikan
Bagikan

Di Baghad, ada seorang pedagang yang membenci kaum sufi, hingga ia ingin membuntuti Bisyr Al Hafi waktu selesai shalat Jumat, untuk mencari aibnya. Saat Bisyr Al Hafi keluar dari masjid dengan segera, laki-laki itu berkata dalam hatinya,”Inikah yang disebut orang zuhud? Ia tidak tinggal lama di masjid?”

Kemudian si laki-laki terus mengikuti Bisyr Al Hafi yang sedang berlalu menuju pasar, dimana beliau membeli roti serta kue-kue. Si laki-laki semakin curiga, ia pun ingin melihat bagaimana Bisyr menyantap makanan itu. Setelah itu Bisyr Al Hafi pergi menuju padang pasir, saat itu si laki-laki itu berkata dalam hati,”Ia mencari sayuran dan air rupanya”.

Ternyata Bisyr yang terus berjalan menyusuri padang pasir hingga waktu ashar tiba dan memasuki sebuah desa, sedangan si pedagang terus mengikutinya. Di desa itu Bisyr mendatangi sebuah masjid dan di sana ada seorang laki-laki yang sakit. Kemudian Bisyr menyuapi si sakit dengan makanan yang ia bawa sebalumnya dari Baghdad. Sedangkan si laki-laki penguntit setelah mengetahui hal itu ingin melihat-lihat suasana kampung tersebut.

Setelah si penguntit kembali ke tempat laki-laki yang sakit Bisyr sudah tidak ada di tempat. Laki-laki yang sakit itu  menyampaikan bahwa Bisyr telah kembali ke Baghdad. Dan dari laki-laki itu si pedagang pun sadar bahwa jarak desa itu dengan Baghdad cukup jauh, sedangkan ia tidak memiliki uang untuk menyewa kendaraan dan tidak kuat lagi untuk berjalan. Si sakit  pun menyarankan agar pedagang itu tinggal sementara di desa tersebut dan menunggu kedatangan Bisyr pada Jumat yang akan datang.

Ketika hari Jumat tiba, Bisyr pun datang dari Baghdad dengan membawa makanan untuk si sakit. Si sakit pun menyampaikan kepada Bisyr,”Ini ada yang mengikutimu dari Baghdad, ia tidak bisa pulang. Hantarkan ia ke rumahnya”.

Baca Juga

Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Menyiapkan Kurban Terbaik tanpa Memaksa Diri di Luar Kesanggupan
Kisah Jenaka Qurban: 1 Ekor Ayam Ditebus 30 Domba
Empat Kategori Ucapan: Mana yang Layak Disampaikan?
Ujian 1.000 Dinar: Antara Perut Lapar dan Integritas yang Tak Terbeli

Akhirnya Bisyr pun mengantarkan si penguntit hingga sampai Baghdad dan melarangnya untuk melakukan hal itu kembali.

Setelah peristiwa itu terjadi, si pedagang memutuskan untuk bersahabat dengan orang-orang sufi dan membelanjakan seluruh hartanya untuk mereka. (lihat, Hilyah Al Auliya, 8/352)

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dua Jet Tempur Amerika Serikat Jatuh di Samudera Pasifik
Tulisan selanjutnya Hapus Libur Jum’at, Pemerintah Mauritania Menuai Protes

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi

Berita
15 Juni 2026 19:30
Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
Tradisi Membaca sebagai Penguat Halaqoh
Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu

Terbaru

  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
  • Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023
  • Label Teroris untuk Palestine Action Dibenarkan Pengadilan Banding Inggris
  • Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada

Mungkin Anda Juga Suka

Hikmah

Hamba Allah: Antara Mengejar dan Dikejar Rezeki

4 April 2026 18:18
HikmahKajian

100 Dinar yang Berputar: Spirit Berbagi Salaf Saleh di Hari Raya

28 Maret 2026 10:00
Hikmah

Kisah Jenaka Hari Raya (6) : Adab di Atas Ilmu

26 Maret 2026 13:00
HikmahKajian

Kisah Jenaka Hari Raya (5) : Senjata Makan Tuan

25 Maret 2026 10:13
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?