Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Munculnya Pengucapan Salam Khusus

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 Juli 2015 13:42 1:42 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 Juli 2015 13:42
Bagikan
Bagikan

DARI Abdullah bin Mas’ud, dari Nabi Shalallaahu ‘Alahi Wasallam bersabda:

“Menjelang terjadinya Kiamat, akan ada pengucapan salam yang eksklusif dan perdagangan berkembang luas, sehingga wanita akan membantu suaminya dalam berdagang.” (HR Ahmad)

Dalam riwayat lain disebutkan:

“Sungguh, menjelang terjadinya Kiamat, akan ada pengucapan salam secara khusus (hanya diberikan kepada orang yang sudah dikenal, pen), perdagangan berkembang luas sampai-sampai seorang wanita membantu suaminya berdagang, hubungan rahim diputuskan, adanya kesaksian dusta, penyembunyian kesaksian yang benar, dan banyaknya tulis-menulis.” (HR Ahmad)

Apa yang disebutkan oleh baginda Nabi tersebut telah menjadi realita saat ini. Tentang pengucapan salam yang bersifat khusus memiliki dua konotasi yang berbeda; bisa bermakna negatif dan bisa juga bermakna positif.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Konotasi negatifnya adalah seseorang mengucapkan salam hanya kepada orang yang dikenalnya, tidak sebagaimana yang diajarkan oleh sunnah, di mana Nabi menganjurkan penyebarluasan salam, baik kepada orang yang kita kenal maupun yang tidak kita kena1.

Bisa juga berkonotasi positif, di mana suasana saat itu menggambarkan betapa sedikitnya orang-orang yang jujur dan amanat. Saking banyaknya orang munafik dan sedikitnya orang yang mampu menjaga amanat, maka setiap muslim menjadi sangat berhati-hati. Ia tidak akan mengumbar apa saja yang ia miliki kepada semua yang ia jumpai. Ia hanya berbicara kepada orang-orang yang benar-benar ia kenal dan dijamin sifat amanatnya.

Yang dimaksud dengan menjadi zuhurul-qalam adalah banyak dan tersebarluasnya tulis-menulis. Barangkali abad 21 merupakan realita yang paling mencengangkan. Dunia tulis-menulis seakan-akan berada pada puncaknya. Bahkan saat ini kita juga menyaksikan anak-anak kecil usia kurang dari 10 tahun telah menunjukkan karya yang sedemikian banyak dalam bidang tulis-menulis.

Ada pun pemutusan hubungan rahim dan sikap durhaka kepada kedua orang tua, maka dengan mudah kita dapati kisah-kisah yang demikian dari berbagai media cetak dan eletronik yang memberitakan hal itu.*/Dari buku Fitnah dan Petaka Akhir Zaman karya Abu Fatiah Al-Adnani.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanperdaganganSalam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pendukung ISIS/ISIL Meretas Website Syrian Observatory for Human Rights
Tulisan selanjutnya Berani Beda di Bus Transjakarta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
Wali Kota Berlin Bilang Hacker Meretas Sistem dan Mencuri Data Ibu Kota Jerman
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?