Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Gelombang Laut dan Gelombang Iman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Mei 2023 14:58 2:58 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 31 Mei 2023 14:58
Bagikan
Bagikan

Agar selamat di akherat, kita tidak perlu menjadi Fir’aun yang ditenggelamkan Allah Ta’ala Laut Merah dengan gelombang laut, kemudian baru ingin meminta pertolongan Allah Ta’ala

Hidayatullah.com | LAUT kerap identik dengan ombak. Jika besar, maka ia menakutkan. Bayangkan jika kita sedang berada di tengah laut, lalu tiba-tiba datang ombak yang sangat besar. Takutkah kita? 

Tentu! Di kepala kita akan terbayang suasana ketika ombak tersebut menghempas kapal yang kita tumpangi, melemparkan semua penghuni di atasnya, termasuk kita.

Jika keadaan seperti ini benar-benar menerpa kita, sementara tak ada seorang pun yang kita yakini bisa menolong kita, maka apa yang akan kita lakukan?

Siapa pun yang mengalaminya tentu akan meminta pertolongan kepada Yang Maha Kuasa, Yang Ghaib, yang tak terlihat oleh mata namun kita tahu Dia ada.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam keadaan seperti itu, hanya kepada Dia-lah kita bisa menggantungkan harapan. Inilah fitrah manusia. Tentang fitrah yang satu ini, Allah Ta’ala berfirman dalam surat Luqman [31] ayat 32, yang berbunyi:

وَإِذَا غَشِيَهُمْ مَّوْجٌ كَالظُّلَلِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجّٰىهُمْ إِلَى الْبَرِّ فَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ  ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِئَايٰتِنَآ إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ

“Dan apabila mereka digulung ombak yang besar seperti gunung, mereka menyeru Allah dengan tulus ikhlas beragama kepada-Nya. Tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai di daratan, lalu sebagian mereka tetap menempuh jalan yang lurus. Adapun yang mengingkari ayat-ayat Kami hanyalah pengkhianat yang tidak berterima kasih.”

Ayat ini menggambarkan bahwa sesungguhnya manusia memiliki fitrah ber-Tuhan. Bahkan manusia pandir yang tidak mengakui adanya Tuhan sekali pun, ketika keadaan yang digambarkan dalam ayat di atas menimpanya, maka secara naluriah ia akan memohon kepada Tuhan dengan hati yang tulus seraya benar-benar berharap.

Yang menarik, Allah Ta’ala tidak hanya sekali memfirmankan tentang laut dan fitrah ber-Tuhan ini. Dalam surat al-Isra’ [17] ayat 67, Allah Ta’ala juga berfirman:

وَإِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فِى الْبَحْرِ ضَلَّ مَنْ تَدْعُونَ إِلَّآ إِيَّاهُ  ۖ فَلَمَّا نَجّٰىكُمْ إِلَى الْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ  ۚ وَكَانَ الْإِنْسٰنُ كَفُورًا

“Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilang semua yang (biasa) kamu seru, kecuali Dia. Tetapi ketika Dia menyelamatkan kamu ke daratan kamu berpaling (dari-Nya). Dan manusia memang selalu ingkar (tidak bersyukur).”

Demikian pula pada surat al-Ankabut [29] ayat 65, Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا رَكِبُوا فِى الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجّٰىهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ

“Maka apabila mereka naik kapal, mereka berdoa kepada Allah dengan penuh rasa pengabdian (ikhlas) kepada-Nya, tetapi ketika Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, malah mereka (kembali) menyekutukan (Allah).”

Namun, Allah Ta’ala mengingatkan kepada manusia bahwa apabila pertolongan tersebut benar-benar datang dan manusia berhasil selamat dari ancaman kematian, tidak lantas ia seterusnya akan beriman kepada Rabb-nya. Sebagian memang beriman dan berusaha menjadi lebih baik, namun sebagian lagi tetap ingkar. Begitulah manusia!

Bagi manusia yang mendapat hidayah iman dari peristiwa tersebut, maka ia akan mencoba untuk semakin mengenal Tuhannya. Ini tentu akan kian mengokohkan imannya.

Namun, bagi manusia yang kembali ingkar setelah peristiwa tersebut ia lewati, maka tak ada kata yang lebih tepat untuknya selain kerugian yang besar. Orang-orang seperti ini nyata adanya, bahkan telah ada sejak zaman dahulu kala.

Allah Ta’ala menyajikan kisah Raja Fir’aun di dalam al-Qur’an sebagai contoh manusia seperti ini. Raja Mesir pada zaman Nabi Musa tersebut telah melihat banyak mukjizat yang diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada Nabi Musa AS, baik berupa tongkat yang berubah menjadi ular besar, tangan yang mengeluarkan cahaya, datangnya banjir, belalang, kutu, katak, darah, hingga kekeringan. Semua itu pada awalnya membuat Fir’aun membenarkan bahwa Allah Ta’ala adalah Tuhan pemelihara langit dan bumi.

Namun, setiap kali musibah yang mendatangkan mukjizat tersebut usai, Fir’aun kembali kepada watak aslinya, yakni ingkar. Fir’aun tak pernah benar-benar beriman setelah semua bencana itu berlalu atas pertolongan Allah Ta’ala lewat doa Nabi Musa as.

Fir’aun berulang-ulang menjadi kafir kembali, hingga Allah Ta’ala menenggelamkannya di Laut Merah. Bahkan, ketika ia nyaris tenggelam, ia masih sempat meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala dan memohon ampun atas keingkarannya.

Namun, semua itu sia-sia. Begitulah kisah manusia yang tak bisa mengambil pelajaran. Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dari musibah seperti itu. Aamiiin. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:firaunHeadlineImanlautTurki
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Polri Pecat Tidak Hormat Irjen Teddy Minahasa
Tulisan selanjutnya Tentara Zionis Menyerang Siswa SD di selatan Nablus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah

Berita
21 Juni 2026 17:26
Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial

Terbaru

  • Taliban Melarang Penggunaan Ponsel Pintar oleh Aparat Pemerintah
  • Gegara Perang Iran Saudi Aramco Pertimbangan Perluasan Kapasitas Penyimpanan di Luar Negeri
  • ISIS Klaim Serangan di Aleppo yang Tewaskan 2 Tentara Suriah
  • Produksi Minyak Iraq Diperkirakan Normal Dalam Dua Bulan
  • Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
  • Dicabut, Zelensky Kembalikan Medali Penghargaan dari Polandia
  • Pentagon Perlu $80 Miliar untuk Tutup Biaya Perang Iran dll
  • Dua Ledakan di Jalan Raya Khyber Pakhtunkhwa Sedikitnya 7 Orang Tewas
  • Pesepakbola Paraguay Jadi yang Pertama Diusir dari Lapangan Piala Dunia karena Menutup Mulut
  • Pengadilan Penjarakan Orang Tua dari Bocah Pelaku Penembakan di Sekolah Beograd Serbia 2023

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?