Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Berserah Diri (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Agustus 2015 10:20 10:20 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Agustus 2015 10:20
Bagikan
Bagikan

KEDUA, orang yang meyakini dalam hati bahwa dia sama sekali tidak memiliki urusan, daya, upaya, dan kekuatan, sehingga perlu bersandar kepada Tuhan. Dia berikut seluruh urusannya hanya milik Allah.

Arti memasrahkan urusan dalam konteks ini adalah menyerahkan berbagai urusan yang tidak dimiliki kepada Allah Azza wa Jalla. Batinnya berkata, “Seluruh urusan milik Allah, dan hanya Allah yang menciptakan dan mengaturnya. Karena itu, kupasrahkan semua urusanku kepada-Nya. Aku hanya menanti keputusan dan ketentuan-Nya. Segala urusan hanya milik-Nya dan telah kupasrahkan pada-Nya. Aku bersandar sembari menanti takdir dan kemurahan-Nya.”

Makna ucapan, “Kupasrahkan semua urusanku kepada-Nya,” yakni urusan yang tidak kumiliki. Kata “aku” bukan dimaksudkan milikku. Kata “urusanku” maknanya urusan milik Tuhan yang kubutuhkan, bukan milikku, sebab Dialah yang memiliki urusan tersebut. Ucapan itu sama dengan, “Aku membutuhkan rezekiku”, artinya yang tidak kumiliki sebelumnya.

Inilah bentuk penyerahan diri yang benar. Memposisikan diri selaku hamba seperti yang diinginkan Tuhan. Mengakui bahwa hak mencipta, berkehendak, dan mengatur segala urusan hanya milik-Nya semata, dan tidak yang lain. Orang seperti inilah yang dijamin dan dipilih oleh Allah menjadi kekasih-Nya.

Bila terjadi penyimpangan, ia berharap Allah memberinya kemampuan melewati penyimpangan itu. Sebab hatinya telah dijejali hasrat menyerahkan segala urusan kepada Tuhan.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Orang yang berserah diri akan merasa aman dan tenang. Silakan cermati perkataan hamba saleh yang dibadaikan Tuhan berikut pertolongan-Nya, saat hamba tersebut memasrahkan urusannya kepada Allah.

“Aku serahkan secara total urusanku kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat kepada para hamba.” (Ghafir: 44).

Allah berfirman,

“Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir’aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.” (Ghafir : 45).*

Dari buku Hidup Tanpa Derita karya Abu Abdillah Al-Muhasibi.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berserah diritawakal
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Berserah Diri (1)
Tulisan selanjutnya Ini Cara Mencegah Kena MERS-CoV Saat Berhaji

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Sembunyikan Pisau di Kaos Kaki Pria Indonesia Terancam Hukuman Cambuk di Singapura

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?