Hidayatullah.com–Laporan-laporan dari Myanmar (atau juga disebut Burma) mengatakan kekekarasan kembali– terjadi antara kelompok Muslim dan Buddha. Dikutip BBC, kekerasan terbaru ini disebut sebagai bentrokan paling serius sejak kekacakuan luas di negara bagian Rakhine tahun lalu.
Kepolisian Myanmar mengatakan lima orang tewas, tetapi seorang anggota parlemen oposisi mengatakan jumlah korban tewas mencapai 10 orang.
Sejumlah masjid di kota Meiktila diserang dan dibakar. Warga dari dua komunitas yang bermusuhan terlibat dalam bentrokan di jalan-jalan.
Pihak berwenang memberlakukan larangan keluar malam pada Rabu malam (20/03/2013) tetapi belum jelas apakah kekerasan berhasil diatasi.
“Kita tidak bisa mengatakan apakah situasinya terkendali. Kekuatan polisi tidak cukup kuat untuk mengendalikan keadaan, kata Win Htein dari partai NLD yang beroposisi, seperti dilaporkan kantor berita Reuters.
BBC melaporkan kekerasan dipicu oleh masalah sepele. Muncul pertengkaran di toko emas dan masalah ini menyebar dan memburuk dengan sangat cepat.*