Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Sekularisme dan Masyarakat Pemimpi Harta

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Oktober 2016 17:10 5:10 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Oktober 2016 17:10
Bagikan
Bagikan

BELAKANGAN publik geger dengan berita gemparnya seorang pendiri padepokan di Probolinggo, Jawa Timur yang dipercayai memiliki kesaktian untuk melipatgandakan uang dan memunculkan sejumlah harta atau perhiasan. Sosok itu adalah Taat Pribadi.

Kini, Taat Pribadi telah ditahan kepolisian. Dia dituduh melakukan penipuan uang dan pembunuhan santrinya. Ada sejumlah modus penggandaan uang yang dilakukan. Salah satu modusnya, para pengikut padepokan tersebut diberi peti ajaib berukuran kecil seperti kotak amal. Modus lainnya adalah pengikutnya menyerahkan mahar sejumlah uang jutaan rupiah dan membaca amalan atau wirid. Ribuan pengikut Taat tersebar di seluruh Indonesia. Mereka bukan hanya masyarakat biasa, bahkan tokoh nasional ada yang menjadi pengikut Taat.

Kasus ini pun menarik, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur untuk angkat bicara. Menurut Katib Syuriah PWNU Jatim Syafrudin Syarif di sela pertemuan Lembaga Takmir Masjid (LTM) NU dan Ketua Takmir Masjid se-Jatim di Surabaya, Taat Pribadi merupakan penipu yang menggunakan agama untuk meraih kepercayaan masyarakat. Aksi penggandaan uang yang digembar-gemborkan selama ini juga hanya trik penipuan saja.

Rasanya, begitu miris menyaksikan pemberitaan di media terkait banyaknya korban yang tertipu oleh aksi Taat pribadi. Terlebih, ia menggunakan kedok agama untuk memuluskan perbuatannya tersebut. Meskipun, kini ia telah ditahan oleh pihak kepolisian, namun aksi peniupan ini telah menyebar luas ke berbagai level masyarakat dengan latar belakang yang beragam. Kalau sudah begini, bagaimana dengan nasib dari korban penipuan yang sudah kehilangan banyak hartanya?

Jika kita rinci dengan seksama kita dapat menilai bahwa kasus ini merebak luas disebakan karena 3 hal:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Pertama, rusaknya aqidah individu umat akibat sistem sekulerisme.

Aqidah atau keimanan yang rusak akan membuat manusia menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kesenangan dan kenikmatan duniawi, sekali pun cara tersebut tidak rasional. Hal tersebut membuat manusia tidak lagi takut terhadap larangan Allah Subhanahu Wata’ala. Dalam kasus ini, manusia sudah tidak lagi memiliki pegangan hidup karena sudahbjauh dari agama. Ini mengakibatkan mereka lebih percaya terhadap hal-hal ghaib untuk mendapatkan keuntungan tanpa susah payah bekerja. Apa yang sudah dilakukan oleh orang-orang tersebut adalah perbuatan syirik yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wata’ala dan dosanya amatlah besar.

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Siapa saja yang mendatangi seorang peramal, lalu dia bertanya kepada dukun itu tentang suatu hal, maka shaltanya tidak akan diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim).

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Siapa saja yang mendatangi seorang dukun atau peramal, lalu membenarkan apa yang dikatakan dukun atau paranormal itu, maka dia telah kafir terhadap apa (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.” (HR. Ahmad).

Kedua, lemahnya kepekaan dan kepedulian masyarakat. Masyarakat memiliki peran yang cukup urgent dalam menjalankan fungsi sebagai kotrol terhadap segala aktivitas yang terjadi di wilayah tersebut.

Masyarakat seharusnya tidak membiarkan perbuatan syirik merebak di masyarakat. Bila ketahuan ada tindakan tersebut harus segera melapor kepada penguasa setempat agar segera ditindaklanjuti.

Akan tetapi, karena racun sekulerisme yang sudah merebak, bukan hanya pada tataran individu saja, akhirnya menyebabkan hilangnya fungsi kontrol masyarakat. Bukannya mencegah, justru malah ikut-ikutan menjadi pendukung perbuatan syirik. Kriminalitas berupa penipuan oleh Taat Pribadi dengan berkedok agama memang cocok dengan kondisi masyarakat yg keimanannya minim, cenderung mabuk harta, menghalalkan segala cara untuk tujuannya, dan mudah terpengaruh budaya syirik dan khurafat.

Ketiga, adalah hilangnya perisai utama dari negara. Negara sebagai pemilik kekuatan terbesar seharusnya melakukan perlindungan dan penjagaan terhadap kemurnian aqidah umat. Namun, dalam dekapan sistem sekulerisme, yang terjadi justru sebaliknya. Negara malah membiarkan praktik perdukunan dan paranormal berkembang. Padahal inilah yang mejadi jalan untuk menciptakan kondisi kesyirikan di masyarakat.

Inilah dampak sekulerisme yang masih eksis hingga sekarang. Hal inimengakibatkan kebebasan berpikir, bertingkah laku, rusaknya aqidah serta hilangnya penjagaan Negara sejak dini. Sekulerisme hanya akan menyuburkan takhayul dan khurafat. Sistem ini hanya akan menciptakan mayarakat pemimpi harta, yang enggan berusaha sehingga gelap mata mengunakan cara yang diharamkan oleh Allah. Padahal di dalam Islam tukang sihir harus diberi sanski karena merusak aqidah umat.

Sabda Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassallam:

حَدُّ السَّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ

“Hukuman bagi tukang sihir adalah dengan dipenggal lehernya dengan pedang.” (HR at Tirmidzi).

Oleh karena itu, hendaknya kita kembali pada agama Allah secara kaffah. Sejatinya, Islam adalah agama sempurna yang memberikan keberkahan dan rahmat bagi seluruh alam. Wallâhu a’lam bi ash-shawâb.*/Hanum Hanindita, guru SD Khoiru Ummah 25 Bekasi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dukunislam kaffahramalansekularismesyiriktukang sihir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Paus Fransiskus Marah Bekas Biarawati Kawin dengan Pasangan Lesbi
Tulisan selanjutnya Partai Islam Maroko Kalahkan Partai Liberal dalam Pemilihan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?