Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ketika Usiaku Bertambah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 5 Mei 2017 00:41 12:41 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 5 Mei 2017 04:45
Bagikan
Merugilah Muslim yang menghabiskan umurnya tanpa muhasabah
Bagikan

ADA kebiasaan sebagian manusia ketika umurnya bertambah merayakannya dengan perayaan ulang tahun.

Perayaan yang dilakukan beraneka ragam caranya sesuai dengan pemahaman masing-masing. Namun terlepas dari hal yang kontroversial itu, yang perlu kita pahami adalah hakikat dari bertambahnya umur itu sendiri.

Walaupun secara hitungan matematis semakin bertambah umur manusia pada hakikatnya semakin berkurang dan semakin dekat menghadapi kematian. Karenanya perlu kita mensyukurinya dan memanfaatkan sebaik-baiknya.

“Selamat ulang tahun, semoga panjang umur.” Kalimat ini sudah lazim kita dengar ketika seseorang  berulang tahun. Lantas bagaimana sebenarnya penjelasan dari kalimat tersebut?

Menurut  penulis, bahwa orang yang panjang umurnya adalah orang yang menghiasi hidupnya dengan amal shaleh. “Man kana ‘umuruhu ma’muratan bil a’malis shalihat”. Dari penjelasan singkat tersebut, masihkah kita akan menyia-nyiakan umur kita?

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Sebagai orang beriman yang yakin akan kehidupan yang sesungguhnya tentunya kita tidak akan membiarkan sisa umur kita akan berlalu begitu saja.

Baca:  Ulama yang Wafat Saat Sujud di Usia Genap Seratus Tahun

Maka sudah seharusnya kita memanfaatkannya untuk beramal shaleh dan terus bergerak berlomba-lomba dalam kebaikan.

Berbincang tentang umur maka sangat erat kaitannya dengan masalah kematian. Umur dan kematian bak dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Maka sebaik-baiknya nasehat adalah nasehat kematian, karena kematian adalah rahasia Tuhan, Allah Rabbul ‘Alamain. Tidak satupun diantara kita yang mengetahuinya. Ia (kematian) bisa datang kapan saja dan dimanapun kita berada.

Allah berfirman:

لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ‌ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمۡ فَلَا يَسۡتَـٔۡخِرُونَ سَاعَةً۬‌ۖ وَلَا يَسۡتَقۡدِمُونَ (٤٩)

“….Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan (nya).” (QS: Yunus: 49)”.

Ada kisah menarik yang bisa kiranya menjadi renungan dan kita ambil pelajaran dalam pembahasan umur dan kematian.

Seorang laki-laki masuk ke ruangan  Almanshur pada hari dia dibaiat menjadi Kholifah imat Islam. Almanshur berkata: Nasihatilah aku.

Laki-laki itu berkata : Aku nasihati kamu dengan yang aku lihat atau dengan yang aku dengar? Berkata Almanshur: Dengan yang kau lihat. Dia berkata : Wahai Amirul mukminin, Umar bin Abdul Aziz punya 11 anak. Dan ketika matinya meninggalkan 18 dinar. Untuk kafan 5 dinar, untuk urusan kuburnya 4 dinar dan sisanya diberikan pada anak-anaknya.

Baca:  Muhasabah Umur 50 Tahun

Sedangkan Hisyam punya 11 anak juga. Setiap anak mendapat bagian sejuta dinar ketika matinya. Demi Allah wahai amirul mukminin, aku melihat pada suatu hari anak-anak Umar bin Abdul Aziz bersedekah dengan 100 kuda untuk jihad fi sabilillah. Dan kulihat salah satu anak Hisyam meminta-minta di pasar.

Disebutkan anak perempuan Umar bin Abdul Aziz masuk ke kamarnya menangis. Maka dia bertanya: Apa yang membuatmu menangis anakku? Dia berkata: Setiap anak memakai pakaian baru, dan aku anak amirul mukminin memakai pakaian lama.

Umar kasihan melihat tangis anaknya, maka dia pergi kepada bendahara negara. Dia berkata: Apakah kau mengizinkanku mengambil gajiku bulan depan? Bendahara berkata : Tidak bisa wahai Amirul mukminin!

Maka umar menceritakan apa yang terjadi dengan anaknya. Bendahara berkata: Kalau begitu tidak apa-apa kau ambil gajimu bulan depan. Tetapi dengan satu syarat. Umar berkata: Syarat apakah itu?. Sang Bendahara berkata, “Syaratnya engkau bisa menjamin padaku kau masih hidup bulan depan untuk bekerja dengan gaji yang telah kau ambil lebih dulu.”

Umar meninggalkannya dan kembali ke rumahnya. Anak-anaknya lalu bertanya: “Apa yang terjadi padamu wahai Bapak?” Dia berkata, “Maukah kalian bersabar dan kita masuk Syurga bersama atau kalian tidak bersabar dan bapakmu ini masuk Neraka?” Mereka berkata, ”Kami akan bersabar wahai Bapak.”

Kisah di atas merupakan salah satu contoh tentang nasehat kematian. Semoga kita dapat mengambil hikmah dari kisah di atas. Dan dapat memanfaatkan sisa umur kita untuk senantiasa beramal shaleh, kapanpun dan dimanapun kita berada. Wallahu A’lam.*/Subliyanto, Twitter @Subliyanto

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amal shalihulang tahunumurusia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kakak Raja Salman Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun
Tulisan selanjutnya Saudi Tangkap 46 Orang dalam Kasus Penyerangan Masjid di Madinah Tahun 2016

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?