Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ilusi Kekuasaaan dan Bahayanya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 14 Juli 2017 14:50 2:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 14 Juli 2017 14:50
Bagikan
Bagikan

KEKUASAAN seringkali menjadi impian banyak orang karena merasa segalanya bisa Ia kendalikan. Lihatlah bagaimana Firaun begitu menjadikan dirinya layaknya Tuhan, karena merasa yang paling berkuasa, dan semua tunduk dibawah kuasanya.

Firaun begitu mudahnya mengeluarkan kebijakan pembunuhan massal demi mempertahankan kekuasaanya dari laki-laki yang kelak akan merebutnya, menurut pembisiknya, para peramal.

Firaun melihat kekuasaannya akan mengantarkan pada kekuasaan sutuhnya, tanpa pernah mengalami kehancuran. Berlaku angkuhlah Firaun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami. (Al-Qashas:39).

Pada masanya yang telah habis, Fir’aun karena kesombongannya ditenggelamkan oleh Allah, Penguasanya manusia dan alam semesta. Dan (ingatlah), ketika Kami belah laut untukmu, lalu Kami selamatkan kamu dan Kami tenggelamkan (Firaun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan. (Al-Baqarah:50).

Bagaimana pula kisah Abu Lahab, salah satu pemimpin Makkah yang disegani kala itu. Abu Lahab tidak bisa menerima kebenaran yang dibawa Muhammad. Gagasan tentang Islam yang menggantikan agama jahiliyah, warisan nenek moyang mereka,sama sekali tidak menyenangkan hatinya, hingga membenci seluruh keluarga, pengikut dan aktifitas dakwah Muhammad.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Kisah permusuhannya yang sangat diabadikan dalam salah satu surat Al Quran, surat Al-Lahab, yang menceritakan tentang kebinasaan Abu Lahab dan istrinya. Abu Lahab meninggal 7 hari pasca-perang Badar karena sakit parah, seperti Tha’un, yang mereka sebut dengan al-Adasah. Setelah mati, jasadnya tidak diurusi selama 3 hari, hingga berbau.

Ketika mereka merasa khawatir bisa membahayakan, mereka menggali tanah, lalu mayat Abu Lahab dimasukkan lubang dengan kayu. Setelah masuk, mereka mengubur dengan melempari kerikil dan tanah dari kejauhan ke dalam kuburan sampai semua terkubur, karena mereka tidak kuat dengan baunya.

Baca:  Kasus Ahok, Indonesia Negara Hukum atau Negara Kekuasaan?

Pelajaran berharga berikutnya adalah dari seorang Mustafa Kemal Attaturk, yang bertindak begitu radikal menghancurkan peradaban Islam.

Seorang Presiden Republik Turki yang kemudian menetapkan ideologi Negara menganut paham sekularisme, yang sebelumnya menggunakan ideologi Islam.

Atas dasar sekulerisme radikalnya, dia mengambil kebijakan dzalim dengan mengebiri aturan Islam, seperti tidak ada lagi jabatan kekhalifahan, mengganti hukum-hukum Islam dengan hukum-hukum sekuler, menutup beberapa masjid dan madrasah, mengubah adzan ke dalam bahasa Turki, melarang pendidikan agama di sekolah umum, melarang kerudung bagi kaum wanita dan pendidikan terpisah, mengganti naskah-naskah bahasa Arab dengan bahasa Roma, pengenalan pada kode hukum Barat, pakaian, kalender, serta Alfabet hingga mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf Latin.

Kebijakannya menjadikan Turki sebagai Republik Sekuler yang sangat anti terhadap dakwah Islam. Saat berkuasa, Kemal Attaturk pernah menggantung tiga puluh ulama.

Menurut beberapa sumber, kehidupan Kemal berakhir menyedihkan. Dr. Abdullah ‘Azzam dalam buku ‘Al Manaratul Mafqudah’, menjelaskan detik-detik menjelang ajal sang hina Mustafa Kemal Attaturk.

Menurutnya, sebuah cairan berkumpul di perutnya secara kronis. Ingatannya melemah, darah mulai mengalir dari hidungnya tanpa henti. Dia juga terserang penyakit kelamin (GO). Untuk mengeluarkan cairan yang berkumpul pada bagian dalam perutnya (ascites), dokter mencoblos perutnya dengan jarum.

Perutnya membusung dan kedua kakinya bengkak. Mukanya mengecil. Darahnya berkurang sehingga Mustafa pucat seputih tulang.

Baca:  Imam al-Ghazali tentang Kekuasaan dan Memilih Pemimpin

Dalam Kitab  Al-Jaza Min Jinsil Amal Karangan Syeikh Dr. Sayyid Husien Al-Affani disebutkan, walaupun Attaturk dikelilingi para dokter, namun penyakit kanker hatinya baru di ketahui pada tahun 1938 padahal dia telah merasakan pedihnya penyakit tersebut sejak 1936.

Pada Kamis tanggal 10 Oktober 1938, Kamal Attatruk mengalami sakaratul maut sebulan lamanya yang tidak ada satupun dari pembantu dan para dokternya yang berani mendekatinya ketika itu.

Manusia, bagaimanapun tidak memiliki cukup waktu untuk merasakan pengalaman setiap orang, maka sesungguhnya pengalaman orang lain cukuplah memberi banyak pelajaran.

Al Quran pun diturunkan Allah penuh kisah-kisah yang begitu banyak memberi pelajaran berharga, termasuk bagaimana kekuasaan manusia tidak akan memberi kemuliaan apapun selama tidak dilandasi dengan takwa.

Kekuasaan seringkali memberi ilusi tentang kekuatan manusia, seolah-olah mereka akan bisa berbuat segalanya untuk mendapatkan kekuasaan seutuhnya. Realitasnya tidaklah seperti itu. Semuanya akan berakhir, cepat atau lambat, maka manusia hanya bisa mengupayakan, apakah akan berakhir baik atau buruk.

Baca: Al Azhar: “Tetes Darah Lebih Mahal Daripada Kekuasaan”

Dunia dengan segala isinya adalah fitnah yang banyak menipu manusia. Dan Rasulullah SHalallahu ‘Alaihi Wassallam telah memberikan peringatan kepada umatnya dalam berbagai kesempatan, beliau mengingatkan fitnah dunia dan wanita. Beliau bersabda dalam haditsnya. “Dari Abu Said Al-Khudri ra dari Nabi  bersabda: ”Sesungguhnya dunia itu manis dan lezat, dan sesungguhnya Allah menitipkannya padamu, kemudian melihat bagaimana kamu menggunakannya. Maka hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena fitnah pertama yang menimpa Bani Israel disebabkan wanita.”(HR Muslim) (Dalam At-Taghaabun 14-15).

Islam memandang dunia (apalagi cuma kekuasaan yang sebentar) ibarat hiburan saja, bukan tujuan utama.

وَمَا هَـٰذِهِ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَآ إِلَّا لَهۡوٌ۬ وَلَعِبٌ۬‌ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلۡأَخِرَةَ لَهِىَ ٱلۡحَيَوَانُ‌ۚ لَوۡ ڪَانُواْ يَعۡلَمُونَ (٦٤)

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” [QS. Al-Ankabuut (29): 64]

Karenanya bagi orang-orang yang beriman, kebaikan hanya bisa diraih dengan takwa. Maka yakinlah, tak akan pernah ada kebaikan dan kemuliaan, selama kekuasaannya hanya digunakan untuk mengebiri hukum syariat, menekan orang-orang beriman, memusuhi ulama, menghalangi dakwah bahkan membubarkan ormas Islam. Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun.*/Tari Admojo, tinggal di Salatiga

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abu LahabfiraunIlusi KekuasaaanKamal AttatrukkekuasaanmakkahMesirpemimpin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya AJI: Perppu Ormas Berpotensi Ancam Kebebasan Berserikat dan Berpendapat
Tulisan selanjutnya Muslim Uighur Terus Tertekan, Pemerintah China Tutup Restoran Halal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?