Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Tebarkan Dakwah kepada Semua

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 7 September 2020 13:47 1:47 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 7 September 2020 13:47
Bagikan
Ustadz Nurhadi dalam perjalanan dakwahnya membina Suku Togutil di pedalaman Halmahera.
Bagikan

Hidayatullah.com | Awalnya, Rasulullah ﷺ berdakwah secara sembunyi-sembunyi kepada orang-orang terdekatnya. Strategi ini tentu karena kondisi ketika itu memang tak memungkinkan untuk berdakwah secara terang-terangan. Sebagian besar ulama telah bersepakat bahwa apabila kaum Muslim berada pada posisi lemah (minoritas), maka keselamatan jiwa menjadi penting untuk diprioritaskan.

Namun bukan berarti dakwah berhenti karena kondisi kita lemah. Faktanya, Rasulullah ﷺ  tetap berdakwah dalam keadaan seperti itu. Bahkan, masa berdakwah secara sembunyi-sembunyi ini telah mengantarkan sekitar 67 orang memeluk Islam (ada pula yang menyebut 50 orang).

Yang menarik, dari 67 orang ini, hanya 13 orang saja yang berasal dari kalangan fakir miskin, budak, hamba sahaya, dan orang-orang non Arab (Dr Buthi, Fiqh As-Sirah). Jadi, dakwah Rasulullah ﷺ  di awal Islam, meskipun dilakukan secara sembunyi-sembunyi, justru banyak menyasar golongan menengah ke atas.

Setelah cukup lama berdakwah secara sembunyi, turunlah Surat Asy Syu’ara [26] ayat 214, “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat.”  Ayat ini adalah isyarat bahwa Rasulullah ﷺ  sudah harus berdakwah secara terbuka meskipun masih kepada para kerabatnya sendiri.

Setelah ayat ini turun, Rasulullah ﷺ  segera mengumpulkan keluarga beliau dalam sebuah  pertemuan. Ibnu Ishaq meriwayatkan bahwa  jumlah kerabat yang berkumpul ketika itu sekitar 30 orang.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Rasulullah ﷺ , dalam pertemuan tersebut, berkata, “Wahai keturunan Abdul Muthalib! Demi Allah, aku tidak menemukan pemuda Arab yang membawa kepada kaumnya sesuatu yang lebih baik dari apa yang aku bawa sekarang ini. Aku telah datang kepada kalian dengan membawa sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan dunia dan akhirat sekaligus,” (Riwayat Ibnu Ishaq) 

Dalam kisah yang lain, sebagaimana diriwayatkan Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ  juga mengumpulkan kerabatnya di Bukit Shafa. Lalu, beliau berseru dengan suara keras kepada para kerabatnya. “Apakah kalian mempercayaiku bila aku khabarkan kepada kalian bahwa seekor unta akan keluar dari kaki gunung ini?”

Para kerabatnya menjawab, “Kami tidak pernah mendapatkan kebohongan darimu sebelumnya.”  Lalu Rasulullah ﷺ  bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya aku mengingatkan kalian akan adanya siksa yang sangat pedih.” Setelah beberapa lama Rasulullah ﷺ  berdakwah secara terbuka kepada para kerabatnya –dan mendapat perlawanan keras dari sebagian mereka—Rasulullah ﷺ  mulai berdakwah secara terang-terangan kepada masyarakat luas.

Menurut Dr Mahdi Rizqullah Ahmad dalam bukunya As Sirah an-Nabawiyyah fi Dhau’i al-Mashadiral-Ashliyyah: Dirasah Tahliliyyah, dakwah secara terang-terangan dilakukan Rasulullah ﷺ  terutama setelah turunnya Surat al-Hijr [15] ayat 94. “Maka sampaikanlah (Muhammad) secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang yang musyrik.”

Demikianlah, Islam terus berkembang, terutama setelah kaum Muslim hijrah ke Madinah. Bahkan Rasulullah ﷺ  juga berkirim surat kepada para penguasa negeri kafir di sekitarnya untuk memeluk Islam. Salah satu surat Rasulullah ﷺ  yang terkenal ditujukan kepada Heraclius, penguasa Romawi.

“Bismillahi Rrahmani Rahim. Dari Muhammad, hamba Allah dan Rasul-Nya untuk Heraclius, penguasa Romawi. Keselamatan bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Aku mengajakmu dengan seruan Islam; masuk Islamlah engkau, maka engkau akan selamat. Allah akan memberi pahala kepadamu dua kali. Namun jika engkau berpaling, maka engkau akan menanggung dosa rakyatmu…”

Apa yang dilakukan oleh Rasulullah ﷺ  ini, berdakwah dari orang-orang terdekat hingga berkirim surat kepada para penguasa negeri lain, selayaknya juga kita lakukan semampu yang kita bisa. Terlebih dengan kemajuan teknologi saat ini, sarana untuk mengajak orang kepada Islam begitu mudah. Jauh lebih efektif dan efisien. Tak ada lagi alasan untuk diam. Wallahu a’lam.*/Mahladi Murni

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:daidakwahNabi Muhammadrasulullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Facebook Memblokir Politisi Partai yang Berkuasa di India atas Pidato Kebencian Anti-Muslim
Tulisan selanjutnya BJ Habibie dan Kesinambungan Industri Dirgantara

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?