Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Belajar dari Baiat Aqabah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 28 Oktober 2020 21:08 9:08 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Oktober 2020 08:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | HAMPIR  80 orang penduduk Madinah malam itu berkumpul secara sembunyi-sembunyi di suatu tempat bernama Sya’ab, Aqabah, di kawasan Mina. Dua di antara mereka adalah wanita. Mereka menunggu seorang laki-laki yang akan menerima ikrar mereka untuk setia meski harus berkorban harta, keluarga, bahkan jiwa.

Laki-laki yang ditunggu tersebut tak lain adalah Muhammad ﷺ, manusia pilihan yang telah diangkat oleh Allah Ta’ala sebagai Rasul. Tak lama kemudian, Muhammad  ﷺ tiba bersama pamannya, Abbas ibn Abdul Muthalib.

Lalu, sebagaimana ditulis oleh Dr Mahdi Rizqullah Ahmad dalam buku Biografi Rasulullah Sebuah Studi Analitis Berdasaarkan Sumber-sumber Otentik, terjadilah dialog antara Rasulullah ﷺ dan penduduk Madinah.

“Aku akan meminta kalian berbaiat untuk melindungiku seperti kalian melindungi isteri dan anak-anak kalian,” kata Rasulullah ﷺ sebagaimana diriwayatkan oleh Ahamd dan Jabir.

Barra ibn Ma’rur, salah seorang di antara penduduk Madinah, dengan cepat menjawab, “Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran sebagai seorang Nabi, kami sungguh-sungguh akan melindungimu sebagaimana kami melindungi anak-anak dan isteri-isteri kami. Wahai Rasulullah, baiatlah kami! Demi Allah, kami adalah orang-orang yang akrab dan terbiasa dengan peperangan dan pertempuran dari generasi ke generasi.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Namun, sebelum Rasulullah ﷺ membaiat mereka, tiba-tiba Abbas ibn Ubaddah ibn Nadhlah, salah seorang warga Madinah yang tahun sebelumnya telah masuk Islam, mengingatkan kembali kepada kaumnya tentang hakikat dari baiat agar mereka benar-benar yakin dengan baiat tersebut. Ia tak mau ada dalih lain selain mencari keridhoan  Allah Ta’ala dalam baiat ini.

“Wahai kaumku,” kata Abbas, “Tahukah kalian, atas dasar apakah kalian akan melakukan baiat terhadap orang ini (Rasulullah)? Ketahuilah sesungguhnya kalian akan berbaiat untuk siap memerangi orang-orang musyrik yang berkulit merah maupun yang berkulit hitam. Maka, bila kalian masih memandang terampasnya harta kalian sebagai musibah dan gugurnya para pembesar kalian sebagai petaka, urungkanlah baiat kalian. Sebab, demi Allah, bila kalian melakukannya maka hal itu akan menjadi ejekan di dunia dan di akhirat.”

“Namun,” kata Abbas lagi, “Apabila kalian yakin akan mampu memenuhi janji kalian kepadanya untuk siap sedia mengorbankan harta kalian dan kehilangan para pembesar kalian, maka lakukanlah (baiat itu). Karena, demi Allah, tindakan itu akan memberikan kebaikan kepada kalian di dunia dan di akhirat.”

Lalu, dengan serta merta masyarakat Madiah yang hadir di Aqabah itu menjawab, “Kami siap untuk kehilangan harta benda kami dan juga kehilangan para pemimpin kami. Lantas, balasan apa yang akan kami dapatkan dari semua itu, ya Rasulullah?”

Beliau menjawab singkat, “Surga!”

Inilah iman yang melahirkan keikhlasan untuk berkorban. Orang-orang Anshar yang berbaiat kepada Rasulullah ﷺ tersebut menyadari sepenuhnya bahwa perlindungan mereka kepada Rasulullah ﷺ akan mengantarkan mereka kepada medan pertempuran. Itu berarti, baiat mereka berkonsekuensi bahwa mereka harus siap berperang melawan musuh-musuh Islam, meskipun harta dan jiwa sebagai taruhannya. Lalu bagaimana dengan kita? * /Mahladi Murni

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Baiat AqabahNabi MuhammadPerjanjianrasulullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Somalia Gelar Aksi Protes Kecam Prancis di Berbagai Kota
Tulisan selanjutnya India Bantai 250.000 Muslim selama Genosida Kashmir 1947

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Artikel

Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace

Artikel
13 Agustus 2026 11:04
Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama
Erdogan: ‘Israel’ Ingin Hapus Palestina, Mendukung Kemerdekaannya adalah Tanggung Jawab Umat Islam
HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Terbaru

  • Sebut Orang Palestina Bukan Manusia, Menteri ‘Israel’ Serukan Pembunuhan Massal
  • Takuti Warga ‘Israel’, Netanyahu Pajang Wajah Para Pemimpin Muslim di Baliho Pemilu
  • Raja Yordania akan Melawat ke China
  • Kantor Perdana Menteri Pemerintah Kurdistan Diserang Drone
  • HUT ke-81 RI, MUI: Mari Jaga Moral Bangsa dari Penyimpangan Seksual
  • Haedar Nashir: Indonesia Milik Bersama, Kemakmuran Rakyat Harus Menjadi Agenda Utama
  • Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo
  • Turki dan Saudi Perkuat Kerjasama Energi, Usai Sepakati Pakta Pertahanan Makkah
  • 22 Persen Yahudi ‘Israel’ Dukung Usir Warga Palestina ke Luar Negeri
  • Iran Hadiahi Rp480 Juta Warganya yang Berhasil Tangkap atau Bunuh Tentara AS

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?