Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Krisis Ulama di Akhir Zaman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 November 2020 10:16 10:16 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 November 2020 10:16
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

Oleh: Wandi Bustami

 

Hidayatullah.com | PADA sebuah seminar nasional yang diselenggarakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI)-Riau tanggal 26 Oktober 2020 di Hotel Asnof Pekanbaru-Riau, Prof. Dr. H. Akbarizan dalam penelitiannya menyebut bahwa abad 20 ini lebih banyak ulama-ulama yang meninggal daripada yang lahir.

Meninggal atau lahirnya seseorang merupakan perkara biasa. Karena hal itu sudah menjadi sunnahtullah di kehidupan dunia ini. Namun lain halnya dengan besarnya angka ulama yang wafat daripada yang lahir. Berkurangnya jumlah ulama tersebut mengisyaratkan pada zaman tertentu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَأْخُذَ اللَّهُ شَرِيطَتَهُ مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ فَيَبْقَى فِيهَا عَجَاجَةٌ لَا يَعْرِفُونَ مَعْرُوفًا وَلَا يُنْكِرُونَ مُنْكَرًا.

Artinya:  Dari [Abdullah bin ‘Amru], dia berkata; Rasulullah ﷺ bersabda: Tidak akan terjadi hari kiamat hingga Allah Ta’ala mengambil orang-orang yang baik dari penduduk bumi hingga di dalamnya hanya tersisa orang-orang yang hina yang sama sekali tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran.” (HR:  Ahmad).

Siapa yang dimaksud orang-orang baik tersebut? Syeikh Ahmad Syarīf al-Ghassān berkata: as-Syarīthotu ialah Hum Ahlu al-Khair wa ad-Dīn (mereka adalah orang-orang terbaik dalam memegang agama). Allah swt dalam firman-Nya mengisyaratkan bahwa orang-orang baik dalam memegang agama ialah umat Islam.

Allah swt berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ ۗ

“Artinya:  Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imran 110).

Imam al-Qurthubī (w 671 H) dalam al-Jāmi’ Li Ahkām al-Qur’ān berkata: Jika kalian (umat Islam) henda menjadi umat terbaik maka harus menegakkan amar ma’ruf nahi munkar. Dalam riwayat juga disebut orang baik itu ialah para penyeruh amar ma’ruf dan mencegah kemungkaran.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ دُرَّةَ بِنْتِ أَبِي لَهَبٍ، قَالَتْ: قَامَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ؟ فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: خَيْرُ النَّاسِ أَقْرَؤُهُمْ وَأَتْقَاهُمْ وَآمَرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ، وَأَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ، وَأَوْصَلُهُمْ لِلرَّحِمِ.

“Artinya:  Dari Durrah binti Abu Lahab ia berkata, seorang laki-aki berdiri di hadapan Nabi ﷺ, sedangkan beliau berada di atas mimbar. Laki-laki itu bertanya,” Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?” Beliau bersabda: Manusia yang paling baik adalah yang paling mengerti (kitabullah), paling bertakwa, paling sering amar ma’ruf dan yang paling sering menjalin tali silaturrahmi.” (HR: Ahmad).

Orang-orang shaleh dari kalangan umat Islam ini akan gugur satu per satu. Kemudian yang tersisa orang-orang yang kualitas ilmu agamanya sangat buruk. Mereka digambarkan seperti ampas kurma dan gandum.

Rasulullah ﷺ bersabda:

عَنْ مِرْدَاسٍ الْأَسْلَمِيِّ قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْهَبُ الصَّالِحُونَ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ وَيَبْقَى حُفَالَةٌ كَحُفَالَةِ الشَّعِيرِ أَوْ التَّمْرِ لَا يُبَالِيهِمْ اللَّهُ بَالَةً قَالَ أَبُو عَبْد اللَّهِ يُقَالُ حُفَالَةٌ وَحُثَالَةٌ.

“Artinya: Dari [Mirdas Al Aslami] dia berkata; Nabi ﷺ bersabda: “Orang-orang shaleh akan pergi (wafat) satu demi satu, hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kualitasnya seperti ampas gandum atau kurma, dan Allah tidak memperdulikan mereka.” Abu Abdullah mengatakan; ‘Hufalah disebut juga dengan hutsalah (ampas atau dedak).” (HR: Bukhari).

Abu Hāsyim Shāleh al-Maghāmisī dalam Syarah Kitāb ar-Raqāq berkata: Hadits ini merupakan pemberitahuan akan berlaku akhir zaman (wafatnya orang-orang shaleh wafat). Ibnu Batthāl (w 449 H) dalam Syarhu Shahīh al-Bukhārī berkata: Wafatnya orang-orang shaleh pertanda kiamat kecil. Ibnu ‘Alān (w 1057 H) dalam Dalīl al-Fālihīh berkata: Dicabutnya ruh-ruh mereka (yaitu para ulama). Kemudian Ibnu ‘Alān menukil kaul al-Khattābī lalu berkata: Ketika para ulama meninggal maka yang tersisa adalah orang-orang yang kualitas ilmunya seperti ampas kurma dan gandum.*

Asatid Tafaqquh Study Club, Alumni Al-Azhar

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Akhir zamanKiamatkiamat kecilKrisis UlamaMajelis Ulama IndonesiaMUI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Keluarga Habib Rizieq Kena Sanksi 50 Juta, Kasatpol PP DKI Jakarta: Penegakan Protokol Covid Berlaku untuk Semua
Tulisan selanjutnya Malaysia Bersikukuh Tidak Akan Deportasi Etnis Uighur

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji

Berita
3 Juli 2026 21:03
MUI Siapkan Naskah Akademik dan RUU Pidana LGBT, Akan Didorong Masuk Prolegnas
Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial
Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba

Terbaru

  • Psikolog UGM Ini Paparkan Sejarah APA “Normalisasi Homoseksual”
  • BEM Psikologi UI Sebut “Homoseksualitas Normal”, Psikolog Memberi Bantahan
  • OKI mengutuk RUU Penjajah ‘Israel’ Melarang Seruan Azan
  • DSKS Desak DPRD Solo Dorong Regulasi Tegas soal LGBT, DPRD Siap Kaji
  • Pemkot Bukittinggi Gandeng HDM Persempit Ruang Gerak LGBT dan Berantas Narkoba
  • UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
  • MUI dan BPJS Kesehatan Perkuat Sinergi Dakwah
  • Pemerintah, DPR, dan MUI Sambut Positif Wacana RUU Pidana LGBT
  • Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?