Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Kisah Hoax di Zaman Rasulullah [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 1 Februari 2017 14:30 2:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2017 14:10
Bagikan
[Ilustrasi] Hoax atau berita bohong.
Bagikan

Oleh: Riki Nasrullah

 

BARU-BARU ini kita semua diramaikan dengan maraknya pemberitaan yang dipenuhi unsur fitnah, dusta, dan tak bermanfaat sama sekali. Dengan mudahnya kita dapatkan informasi-informasi yang penuh dengan hoax. Istilah hoax artinya tipuan, menipu, berita bohong, berita palsu, atau kabar burung.

Dapat dikatakan pula bahwa hoax adalah kata yang menyimpan makna ketidakbenaran suatu informasi. Berita penuh dusta, kebohongan, dan palsu menjadi santapan rutin kita sehari-hari. Tampaknya kita akan semakian sulit untuk membedakan mana berita yang asli dan mana berita yang palsu.

Di satu sisi akan memudahkan mendapatkan informasi yang dibutuhkan, di sisi lainnya akan menikam jika kita tak berhati-hati dalam mengonsumsi informasi yang kian ramai dan tak terbendung tadi. Parahnya, informasi yang berbau dusta itu justru ada kesan sengaja diprouksi untuk menunjang kepentingan-kepentingan tertentu, oleh kelompok dan golongan tertentu.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Ini Penyebab Hoax Tetap Marak

Fenomena semacam ini sejatinya bukan hal baru secara fakta. Pada zaman Rasulullah pun yang namanya berita hoax sudah sering terjadi. Dan yang gencar memproduksi berita hoax adalah orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Orang-orang munafik ini memang dari dulu sampai sekarang menampakkan wajah yang berbahaya.

Dewasa ini semakin menjamur orang-orang munafik yang terus memproduksi dan menyebarkan berita-berita dusta untuk menikam Islam dan umatnya. Yang membedakan hoax zaman sekarang dengan zaman Rasulullah hanya terlihat dari konten yang diutarakan. Sepertinya, hoax zaman sekarang lebih “kreatif” dibandingkan dengan zaman Rasulullah dari segi kontennya.

Maka tidak heran jika di zaman sekarang yang namanya hoax semakin menjamur dengan begitu kreatifnya. Namun tetap, orang yang menyebarkan berita-berita dusta, dari dulu sampai sekarang tetaplah sama, yakni orang-orang kafir dan munafik.

Rocky Gerung Sebut Pembuat Berita Hoax Terbaik adalah Penguasa

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam pernah mengalami fitnah berita hoax. Pada saat itu, Rasulullah menjadi buah bibir di kalangan Makkah dan Madinah akibat dakwah Islam. Beberapa pemuka dan tokoh masyarakat yang eksistensinya hingga akhirnya,  mencari seribu satu cara agar eksistensinya tidak luntur di tengah masyarakat dengan berusaha menjatuhkan Rasulullah.

Begitu kejinya orang munafik, rela melakukan berbagai cara untuk menjatuhkan kemuliaan Rasulullah. Akan tetapi, karena beliau  dijaga oleh Allah, bagaimanapun usaha orang-orang munafik untuk menghinakannya, tidak akan pernah berhasil sampai kapanpun.

Kisah  Ummul Mukminin

Salah satu hoax/fitnah yang menimpa Rasulullah dan keluarganya bisa kita lihat dari kisah fitnah yang menimpa Ummul Mukminin Aisyah RA.

Disebutkan, dalam sebuah perjalanan pulang saat kembali dari peperangan, rombongan kaum muslimin berhenti di suatu tempat di dekat Kota Madinah. Saat itulah Siti Aisyah menyadari bahwa kalungnya telah putus dan hilang. Maka, Siti Aisyah yang biasanya ditandu, segera kembali ke tendanya untuk mencari kalung yang hilang tersebut. Sementara, orang-orang yang membawa tandu Aisyah tidak menyadari bahwa beliau tidak berada di dalamnya.

Setelah sekian lama ia mencari kalung tersebut, kalung itu tetap tak ditemukannya. Karena itulah Siti Aisyah kembali menuju tandunya. Namun, ketika sampai, ia telah ditinggalkan rombongannya. Maka, Siti Aisyah hanya bisa pasrah. Ia berharap ada rombongan kaum muslimin yang kembali. Terlalu lama menungu, akhirnya Siti Aisyah terserang kantuk hingga akhirnya tertidur.

Ramainya Hoax Dinilai Karena Masyarakat Jengah dengan Pemberitaan Media

Tanpa diduga, di saat itu muncullah salah seorang anggota rombongan yang bernama Shafwan bin Mu’athal as-Sulami adz-Dzakwani lewat.

Shafwan yang bertugas sebagai anggota pasukan paling belakang melihat ada orang yang tertinggal dan mendatanginya. Namun, setelah mengetahui yang tertinggal itu adalah Ummul Mukminin, Siti Aisyah ra, Shafwan pun berkata, “Innalillahi Wa inna Ilaihi Roji’un”  dengan terkejut.

Shafwan segera memberikan tunggangan untanya kepada Siti Aisyah ra. sedangkan Shafwan sendiri berjalan kaki sambil menuntun unta yang ditunggangi oleh Siti Aisyah ra. Mereka berdua kahirnya berhasil menyusul rombongan kaum muslimin yang sedang beristirahat.

Orang-orang yang menyaksikan kedatangan Ummul Mukminin bersama Shafwan, muncullah desas-desus terhadap hubungan keduanya.* (BERSAMBUNG)

Founder @dakwahislamID

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:berita hoaxberita palsuhoax zaman rasulullahhoaz
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gereja Lutheran Norwegia Bersedia Berkati Perkawinan Homo
Tulisan selanjutnya GP Ansor Kalsel Siap Ambil Tindakan atas ‘Penghinaan’ Ahok terhadap KH Ma’ruf Amin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?