Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Ketika Penguasa Menzalimi Dirinya Sendiri

Ahmad
Terakhir diupdate: 3 September 2021 16:03 4:03 pm
Ahmad
Dipublikasikan 3 September 2021 16:03
Bagikan
Bagikan

Oleh:  Hasanuddin

Hidayatullah.com | TAHUKAH  kamu siapa orang yang zalim itu? Kata Jalaluddin Rumi, “Orang yang zalim itu, adalah mereka yang melakukan sesuatu demi untuk memuaskan dirinya sendiri”.

Pada masa peperangan, Nabi Muhammad ﷺ, seringkali merasa “terbakar” hatinya menyaksikan para tawanan perang yang berhasil mereka tangkap di medan perang. Nabi jika menawan musuhnya dalam peperangan, memperlakukan mereka dengan baik.

Meskipun begitu, tetap saja kelembutan hati beliau merasakan penderitaan yang dialami oleh para tawanan perang itu. Allah Maha Mengetahui apa yang ada dalam hati hamba-Nya. Mengetahui kepiluan hati Kekasih-Nya, (Muhammad ﷺ), Allah lalu menurunkan wahyu: “Wahai Muhammad, katakanlah kepada mereka; saat ini kalian tertawan dalam ikatan dan rantai-rantai, jika kamu berniat untuk melakukan kebaikan, maka sungguh Allah akan membebaskan kalian dari belenggu itu. Dia akan mengembalikan segala milikmu yang telah hilang dan bahkan akan melipatgandakannya. Allah akan memberikan pengampunan dan keberkahan untukmu di akhirat kelak. Dan juga akan memberi kalian dua gudang harta, yang mana salah satunya adalah gudang yang hilang dari diri kalian dan yang satunya lagi adalah gudang akhirat.”

Kasih sayang Allah begitu luas kepada makhluk-Nya, terutama kepada manusia. Allah tidak pernah berbuat zalim kepada mereka. Dan senantiasa membuka pintu ampunan-Nya. Orang yang tidak mau berjalan dijalan yang benar, jalan yang membuat mereka selamat, itulah orang yang zalim kepada diri mereka sendiri.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Dalam banyak peristiwa, seseorang menjauh dari jalan yang benar, disebabkan karena mengikuti ego dirinya. Ia selalu merasa puas jika menuruti hawa nafsunya sendiri. Ia merasa senang dengan itu, sekalipun ia menindas atau menzalimi orang lain.

Padahal, perbuatan zalimnya kepada orang lain semata hanya demi memuaskan egonya. Demikianlah semua kezaliman yang dilakukan seseorang, kepada pihak lain itu tiada lain hanyalah wujud dari pemuasan dirinya saja.

Dalam kisah yang disampaikan pada kasus tawanan perang diatas, Nabi Muhammad ﷺ, justru merasakan kepiluan yang menyiksa dirinya sendiri, tatkala ia melihat tawanan perang yang mereka tawan. Sekalipun dalam hukum peperangan.

Menawan pasukan lawan yang berkekuk lutut dan tidak membunuhnya, itulah etika peperangan yang benar. Musuh yang sudah takluk, jangan lagi dibunuh, tapi ditawan dan diberi kesempatah untuk bertaubat, dan memilih jalan yang benar bagi keselamatannya.

Berbagai keanehan dalam penegakan hukum yang kita jumpai di negeri ini sungguh memiriskan hati. Banyak sekali kejadian, dimana orang yang tidak sepatutnya dihukum tapi dihukum berat, sebaliknya yang bersalah justru dibebaskan.

Sebuah fenomena yang menunjukkan bahwa aparat hukum, polisi, jaksa maupun hakim tidak sedang menegakkan keadilan, namun sedang menzalimi orang-orang yang mencari keadilan. Kezaliman itu dapat dipastikan terjadi karena, para penegak hukum itu telah mengikuti hawa nafsu mereka, sehingga aneka godaan nafsu mematikan nalar positif serta hati nurani mereka.

Artinya, mereka telah menzalimi diri mereka sendiri, yang berakibat hilangnya rasa keadilan, dan inilah yang berdampak luas  terhadap hilangnya rasa keadilan di meja-meja pengadilan. Palu sidang hakim, telah berubah jadi pedang kematian bagi keadilan di pengadilan-pengadilan kita.

Tentu ini amat buruk. Buruk bagi para aparat hukum itu, karena akan merusak jiwa mereka, mematikan nurani dan akal sehat mereka, dan buruk bagi para pencari keadilan.

Penguasa di suatu negeri yang terlibat dalam pembuhunan rasa keadilan di negerinya pastilah karena nurani mereka telah mati, spirit kemanusiaan mereka telah hilang dalam dirinya. Itulah dampak dari kezaliman demi kezaliman yang mereka perbuat pada diri mereka, tanpa menyadarinya, sehingga berdampak buruk bagi orang lain.

Penguasa yang zalim seperti itu mesti diberi pertolongan. Dengan mencegah mereka semakin menzalimi diri mereka sendiri. Caranya tentu dengan mengingatkannya, secara baik-baik.

Namun jika tidak juga mau berubah dan terus berbuat zalim kepada diri mereka sendiri, maka menurunkan mereka dari posisinya adalah cara untuk menolong mereka agar tidak terus menzalimi dirinya sendiri, karena berdampak buruk secara luas bagi masyarakat.

وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ itu memiliki budi pekerti yang luhur.” (QS: Al-Qalam: ayat 4).

Semoga para penguasa di negeri ini dapat mengambil suri tauladan yang baik pada diri Rasulullah, dalam memimpin bangsa dan negara.*

Penulis adalah mantan Ketua Umum PB HMI

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya semut Belajarlah dari Semut
Tulisan selanjutnya Teladan Istri Kasman Singodimedjo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI

Berita
14 Juli 2026 14:52
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?