Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Wahn dan Cacat Iman

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 16 November 2021 12:55 12:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 16 November 2021 13:00
Bagikan
buih di lautan
Bagikan

Hidayatullah.com |PENYAKIT wahn menjadi penyebab umat Islam kelak menjadi lemah. Ketika itu, kata Rasulullah ﷺ dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ahmad, keadaan umat Islam seperti buih yang terbawa air. Banyak tapi tak berdaya!

Apakah penyakit wahn itu? Rasulullah ﷺ menjelaskan dalam sambungan hadits tersebut bahwa wahn adalah cinta dunia dan takut mati. Orang yang amat mencintai dunia tak akan mau berjuang untuk Islam. Waktu mereka habis untuk mengejar dunia seakan-akan mereka hidup selamanya.

Mereka juga akan mati-matian mempertahankan apa yang mereka dapat tanpa mau berkorban untuk sesama. Mereka tak peduli lagi dengan seruan Allah Ta’ala dan Rasul-Nya. Jika kepada Tuhannya mereka sudah tak peduli, apalah lagi dengan sesama manusia.

Ketika diingatkan tentang kematian, mereka akan menutup kedua telinganya. Mereka tak suka mendengarkan hal itu karena takut. Mereka tahu kematian akan mencabut seluruh kenikmatan yang mereka peroleh dan menutup peluang mengejar kenikmatan yang lain.

Mereka juga tahu bahwa kematian tak akan bisa mereka elakkan meski hanya beberapa detik saja. Mereka tak bisa bersembunyi di tengah tumpukan harta dan angan-angan. Karena itulah mereka takut.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Mereka tak suka mempelajari al-Qur’an, Hadits, dan nasehat-nasehat ulama. Semua itu, bagi mereka, akan menambah ketakutan kepada kematian.

Mereka tak lagi bersemangat menuntut ilmu yang berorientasi akhirat. Ilmu hanya sebatas dunia, karena tujuan akhir adalah dunia. Kurangnya ilmu menyebabkan mereka berpeluang untuk salah bersikap, mudah difitnah, dan gampang diadudomba. Ini juga menyebabkan mereka kian menjadi buih.

Rasulullah ﷺ bersabda;

عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا ». فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ « بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ ». فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ « حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ ».

Dari Tsauban, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR: Abu Daud dan Ahmad).

Bagai Buih

Banyak juga di antara mereka yang tak mampu bersabar. Sebab, manusia yang berorientasi kepada dunia akan selalu tergesa-gesa. Mereka ingin cepat mendapat hasil sebelum kematian datang menjemput.

Bagi mereka, kesenangan di dunia adalah tujuan dan kesengsaraan di dunia adalah nestapa.  Mereka tak mau membela ketika Islam dinistakan.

Mereka berpaling muka ketika Islam memanggil. Kalau pun mereka datang, kehadiran mereka tidak dilandasi karena iman. Mereka tetap rapuh.

Saat itulah iman mereka menjadi cacat. Mereka menjadi lemah. Keadaan mereka, sebagaimana dikatakan oleh Rasulullah ﷺ, bagai buih di atas air yang mengalir.

Umat Islam ketika itu sangat banyak tapi tak kuat. Sementara musuh-musuh Islam tak akan tinggal diam. Mereka akan terus berupaya menjauhkan kaum Muslim dari agamanya.

Padahal Allah dalam Al-Qurab mengatakan kaum Muslim adalah kaum terbaik, yang akan mengalahkan kaum lain selama beriman dan taat, hatta,  jumlah kaum Muslim sedikit.

وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحَْنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS: Ali Imran ayat 139).

Semoga hal ini menjadi pelajaran kita semua. Amin. *

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:buihcinta duniatakut matiumat Islamwahn
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya islam komprehensif Perdebatan Permendikbudristek 30, Haedar Nashir: Masihkah Menyisakan Nilai Pancasila, Agama, dan Kebudayaan Luhur Indonesia
Tulisan selanjutnya DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Jika Gunakan APBN

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?