Bulan Sya’ban adalah pendahuluan, di dalamnya disyariatkan apa yang disyariatkan di dalam Ramadhan, seperti keutamaan puasa dan membaca Al-Qur’an
Hidayatullah.com | DALAM pandangan Islam, bulan Sya’ban yang terletak di antara dua bulan mulia (Rajab dan Ramadhan) adalah bulan yang memiliki keutamaan dan keberkahan. Shalafush shalih menyadari hal itu, maka mereka benar-benar memanfaatkannya bulan Sya’ban dengan memperbanyak amal ibadah.
Mengenai hal ini khususnya dan mengenai ketiga bulan tersebut, Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Lathaa’if al-Ma’aarif menulis, Abu Bakr al-Wariq al-Balkhi rahimahullah menyatakan, yang artinya: “Rajab adalah bulan untuk menanam, Sya’ban adalah bulan untuk menyirami, dan Ramadhan adalah bulan untuk memanen.”
Abu Bakr al-Wariq al-Balkhi juga berkata dengan membuat analogi, yang artinya, “Perumpamaan bulan Rajab adalah seperti angin, bulan Sya’ban seperti awan mendung dan bulan Ramadhan seperti hujan.”
Selain itu, Ibnu Rajab dalam kitabnya tersebut menyampaikan pendapatnya dengan memberikan penjelasan yang gamblang tentang kaitan antara bulan Sya’ban dan Ramadhan, yang artinya; “Sya’ban bagaikan pendahuluan bagi Ramadhan, di dalamnya disyariatkan apa yang disyariatkan di dalam Ramadhan, seperti puasa dan membaca Al-Qur’an. Hal itu guna tercapainya kesiapan diri untuk berjumpa dengan Ramadhan. Maka dengan demikian jiwa merasa ridha untuk menaati Ar-Rahman.”
Adapun khusus tentang interaksi dengan Al-Qur’an di bulan Sya’ban, Ibnu Rajab mencatat dalam kitab itu beberapa perkataan dan amalan shalafush shalih.Salamah ibn Kuhail rahimahullah berkata, yang artinya: “Dulu pernah dikatakan bahwa Sya’ban adalah Syahrul Qurra’ (bulannya para pembaca Al-Qur’an).”
Jika telah tiba bulan Sya’ban, Habib ibn Abi Tsabit rahimahullah mengatakan hal yang senada, yang artinya: “Ini adalah bulannya para pembaca Al-Qur’an.”
Lebih lanjut beliau berkata, yang artinya: “Biasanya ketika telah tiba bulan Sya’ban, ‘Amru bin Qais al-Malaai menutup tokonya dan mencurahkan waktunya untuk membaca Al-Quran.”
Sahabat Nabi yang berumur panjang dan yang paling terakhir wafat, Anas ibn Malik radhiyallahu ‘anhu pun memberikan pernyataan terkait hal ini (dengan sanad lemah), yang artinya: “Sungguh ketika Sya’ban telah tiba kaum Muslimin menyibukkan diri dengan Al-Qur’an, maka mereka membaca Al-Qur’an.”
Mudah-mudahan Allah Ta’ala memudahkan kita mau dan mampu menyadari keutamaan dan keberkahan bulan Sya’ban, lalu mau dan mampu memanfaatkan, salah satunya dengan menyibukkan diri dengan Al-Qur’an. Wallahu a’lam.*/Abdullah al-Mustofa, pelayan di Pusat Kajian Strategis Pendidikan Islam Indonesia (PKSPII) Kampung Inggris Kediri Jawa Timur