Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Orang Shalih Dijaga Allah hingga Tujuh Turunannya

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juni 2022 12:05 12:05 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juni 2022 13:10
Bagikan
Menghadirkan sosok tauladan pada anak
Bagikan

Begitu besar rahmat dan kasih sayang Allah pada orang shalih, hingga mendapat penjagaan anak cucunya hingga tujuh turunan

Hidayatullah.com | KONDISI zaman semakin lama semakin buruk menjadi momok menakutkan bagi orangtua. Berbagai maksiat yang merajalela, belum lagi pergaulan bebas membawa kerusakan generasi muda.

Berbagai upaya terus dilakukan orangtua untuk memproteksi anak-anak mereka. Namun, tentu saja perlu diingat, bahwa sebaik-baik penjaga adalah Allah Ta’ala.

Apabila Allah telah menjaga mahluknya, maka tidak akan ada yang luput. Maka menitipkan anak-anak kita kepada penjagaan Allah adalah cara terbaik kita di akhir zaman ini.

Karena tidak ada yang mampu melakukan penjagaan zahir dan batin terhadap mereka, melainkan Allah. Lantas bagaimana cara mendatangkan penjagaan dari Allah Ta’ala?

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Perhatikan kisah Nabi Musa ‘alahissalam ketika ia menimba ilmu kepada hamba Allah Khidhir. Saat itu Khidhir bertemu dengan dua anak yatim dan memperbaiki dinding rumah mereka yang hampir roboh. Peristiwa itu diabadikan di dalam Al-Qur’an,

وَأَمَّا ٱلْجِدَارُ فَكَانَ لِغُلَٰمَيْنِ يَتِيمَيْنِ فِى ٱلْمَدِينَةِ وَكَانَ تَحْتَهُۥ كَنزٌ لَّهُمَا وَكَانَ أَبُوهُمَا صَٰلِحًا فَأَرَادَ رَبُّكَ أَن يَبْلُغَآ أَشُدَّهُمَا وَيَسْتَخْرِجَا كَنزَهُمَا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ وَمَا فَعَلْتُهُۥ عَنْ أَمْرِى ۚ ذَٰلِكَ تَأْوِيلُ مَا لَمْ تَسْطِع عَّلَيْهِ صَبْرًا

“Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang shalih, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.“ (QS. Al-Kahfi: 82).

Para mufassir mengungkapkan, ayat di atas menjadi dalil bahwa Allah Ta’ala akan memberikan penjagaan kepada orang shalih dan anak keturunannya. Al-Imam Al-Qurthubi menjelaskan ayat tersebut,

يحفظ الصالح في نفسه وفي ولده وإن بعدوا عنه. وقد روي أن الله تعالى يحفظ الصالح في سبعة من ذريته، وعلى هذا يدل قوله تعالى: إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ

“Allah Ta’ala akan menjaga orang shalih, dirinya dan anak keturunannya, sekalipun jarak (waktunya) jauh. Diriwayatkan bahwa Allah Ta’ala akan menjaga orang shalih sampai tujuh keturunannya. Inilah yang ditunjukkan oleh firman Allah dalam surat Al-A’raf ayat 196, “Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang yang shalih.” (Al-Jami’ 11/38-39).

Demikian pula Al-Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengatakan,

فيه دليل على أن الرجل الصالح يحفظ في ذريته، وتشمل بركة عبادته لهم في الدنيا والآخرة، بشفاعته فيهم ورفع درجتهم إلى أعلى درجة في الجنة لتقر عينه بهم، كما جاء في القرآن ووردت السنة به. قال سعيد بن جبير عن ابن عباس: حفظا بصلاح أبيهما، ولم يذكر لهما صلاح، وتقدم أنه كان الأب السابع

Dari ayat ini terdapat dalil bahwa seorang lelaki yang shalih dapat menyebabkan keturunannya terpelihara dan berkah ibadah yang dilakukannya menaungi mereka di dunia dan akhirat. Yaitu dengan memperoleh syafaat darinya dan derajat mereka ditinggikan ke tingkat yang tertinggi di dalam surga berkat orangtua mereka, agar orangtua mereka senang dengan kebersamaan mereka di dalam surga. Hal ini telah disebutkan di dalam Al-Qur’an, juga di dalam sunnah.

Sa’id ibnu Jubair telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa kedua anak itu terpelihara berkat keshalihan kedua orangtuanya, tetapi tidak ada kisah yang menyebutkan bahwa keduanya berlaku shalih. Dalam keterangan terdahulu disebutkan bahwa orangtua tersebut adalah kakek ketujuhnya.  (dalam Tafsir Ibnu Katsir: V/187).

Dari penjelasan di atas dapat dipetik hikmah, begitu besar rahmat dan kasih sayang Allah bagi hambaNya yang shalih. Bukan hanya orang shalih yang mendapat penjagaan dari Allah, tetapi juga anak cucunya hingga tujuh turunan.

Kemudian, di antara cara menjadi pribadi yang shalih ada menunaikan hak-hak Allah dan anak Adam. Sebagaimana disampaikan Ibnu Hajar tentang definisi orang yang shalih,

الصالح أنه القائم بما يجب عليه من حقوق الله وحقوق عباده وتتفاوت درجاته

Orang shalih adalah orang yang menegakkan kewajibannya berupa hak-hak Allah dan hambaNya, sedangkan kedudukan orang shalih itu bertingkat-tingkat… (dalam Fathul Bari, II/314).

Adapun hak Allah atas hambanya bahwa ia satu-satunya Ilah yang berhak diibadahi. Maka perbanyaklah ibadah kepada Allah.

Sebab ibadah itu akan menaunginya, menjaganya di dunia dan akhirat. Hal ini sebagaimana dilakukan para salafus shalih. Sa’id bin Al-Musayyib pernah berkata pada anaknya,

لَأَزِيْدَنَّ فِيْ صَلَاتِيْ مِنْ أَجْلِكَ رَجَاءَ أَنْ أُحْفَظَ فِيْكَ

“Sungguh akan kutambahkan jumlah rakaat sholat sunnah yang kukerjakan demi dirimu agar dirimu terjaga karena sebab kebaikan yang kulakukan.” (dalam Jami’ al-Ulum wal Hikam, I/467).

Oleh sebab itu, para orangtua selain berikhtiar menjaga anak-anak mereka dengan memberikan perhatian, mendidik dengan adab/akhlak, ilmu agama dan lingkungan yang baik, maka selayaknya ia juga memperbaiki diri agar menjadi orangtua yang shalih. Sebab keshalihan orangtua bukan hanya berpengaruh pada pribadi anak-anaknya, tetapi juga menjadi sebab datangnya penjagaan dari Allah Ta’ala.*/ Widiyarto, pimpinan Unit media dan publikasi Pondok Pesantren Salman Al-Farisi

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:keturunan orang shalihketurunan orang shalih dijaga Allahorang shalih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dinamisasi Aktual Pemikiran Islam
Tulisan selanjutnya Polisi Segel Markas Pusat Khilafatul Muslimin di Lampung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?