Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Dakwah Melalui Tulisan

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 27 September 2022 22:06 10:06 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 28 September 2022 08:00
Bagikan
Bagikan

Para ulama seperti Imam Syafi’i, Imam Hambali, Imam Malik, Imam Ahmad, dan imam-imam termasuk Syeikh Yusuf al-Qaradhawi, rajin menulis dan banyak memiliki karya

Hidayatullah.com | SALAH satu sarana dakwah yang masih kurang mendapatkan perhatian dari kalangan ulama (dai) adalah berdakwah melalui tulisan. Padahal, dakwah melalui tulisan tidak kalah pentingnya dibanding dakwah melalui lisan (ceramah).

Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Ahmad Satori Ismail, menyarankan agar para ulama giat berdakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga dibarengi dengan dakwah melalui tulisan. Dakwah melalui tulisan dapat menjadikan seorang ulama abadi, meskipun ulama tersebut telah meninggal dunia.

Kita seringkali menyaksikan seorang dai yang tampil memukau di hadapan audiensnya. Namun, tidak banyak dai yang mau menuliskan materi ceramahnya itu dalam bentuk artikel maupun buku.

Padahal sejatinya, kemampuan ceramah seseorang itu tidak akan dapat memukau audiens, atau dangkal isi materi ceramahnya jika tidak diiringi kemampuan dalam membaca.Aktivitas ceramah dimulai dari membaca.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Aktivitas menulis juga dimulai dari membaca. Jadi, aktivitas ceramah dan menulis itu sama-sama diawali dengan membaca.

Raghib as-Sirjani dalam bukunya Spiritual Reading mengingatkan, setengah jam setelah membaca, 50 persen isi buku akan hilang dari ingatan. Setelah 24 jam berlalu, pembaca akan melupakan 80 persen isi buku.

Karena itu, ikatlah ilmu dengan menuliskannya. Demikian pesan singkat seorang sahabat Nabi Muhammad ﷺ, Ali bin Abi Thalib RA. Lebih khusus, Syeikh Hasan al-Banna berpesan kepada para dai, hendaknya setiap dai memiliki kompetensi membaca (al-qira’ah) dan menulis (al-kitabah).

Hal tersebut menunjukkan pentingnya para dai agar mau memulai menuliskan materi-materi dakwahnya. Alangkah indahnya jika setiap dai mau menuliskan bahan ceramahnya.

Lalu dikumpulkan, lambat laun bahan ceramah itu menjadi sebuah kumpulan ceramah. Pada akhirnya, lembaran-lembaran bahan ceramah itu dapat dikumpulkan menjadi sebuah buku yang dapat dinikmati (dibaca) kapan saja oleh orang lain. Allahu Akbar!

Mulailah menulis

Menulis adalah tindakan konkret dan praktis. Agar mampu menulis, seseorang harus melakukannya. Hanya dengan menulis seseorang akan dapat belajar menulis. Tanpa melakukannya, seseorang tidak akan pernah mampu menulis dengan baik.

Bambang Trim dalam bukunya Menjadi Power Da’i dengan Menulis Buku memberikan tiga langkah aktivitas yang dapat memunculkan stimulan dan gagasan untuk menulis. Yaitu, banyak membaca, banyak berjalan, dan banyak silaturahmi. Karenanya, gabungkan ketiga langkah itu sebagai kebiasaan sehari-hari.

Lebih lanjut, Bambang menyebutkan beberapa mitos yang dapat melemahkan semangat untuk menulis.

Pertama, menulis membutuhkan mood (suasana hati). Sebenarnya, menulis adalah sebuah azzam (tekad) yang bisa mengalahkan mood.

Kedua, ide buruk akan tertutupi oleh tulisan yang bagus. Padahal ide buruk akan tetap tampak buruk di tangan seorang penulis profesional sekalipun.

Ketiga, bahasa indah dan menarik dibuat dengan puitis. Namun terkadang bahasa yang terlalu berbunga-bunga malah membosankan.

Keempat, bahasa yang rumit lebih bergengsi dan intelek. Yang kita cari bukan gengsi, melainkan pemahaman.

Kelima, menulis adalah permainan kata-kata. Padahal kata-kata yang dipermainkan adalah bagian dari kebohongan.

Keenam, para penulis adalah orang yang memiliki bakat menulis. Sebenarnya tidak ada bakat menulis yang dibawa sejak lahir.

Tradisi menulis

Jika kita menengok ke belakang, sebenarnya aktivitas menulis sudah menjadi tradisi para ulama terdahulu. Kita mengenal Imam Syafi’i, Imam Hambali, Imam Malik, Imam Ahmad, dan imam-imam lainnya, termasuk ulama terkemuka saat ini Yusuf Qaradhawi, bukan karena bertemu mereka, akan tetapi melalui karya-karya tulisnya.

Melalui ketajaman pena itulah mereka akan selalu terkenang sampai akhir zaman.Ibnu Taimiyah telah menulis 300 buku dari berbagai disiplin ilmu.

Abu Amru bin al-Bashri menulis buku yang jumlahnya sampai memenuhi rumahnya hingga hampir mencapai atap. Dan, sang teladan Rasulullah ﷺ sendiri memiliki sekretaris pribadi dari kalangan sahabat sejumlah 65 orang (Lihat dalam buku 65 Sekretaris Nabi ﷺ karya Muhammad Mustafa Azami).

Al-Jahidz pernah mengutip ucapan seorang penyair, ”Mereka meninggal dan tersisalah apa-apa yang mereka perbuat, seakan-akan peninggalan abadi mereka hanyalah apa yang mereka tulis dengan pena.”

Saking pentingnya berdakwah melalui tulisan ini, Rasulullah ﷺ menegaskan melalui sabdanya, ”Barangsiapa meninggal dan warisannya berupa tinta dan pena (yang dituliskan dalam buku) akan masuk surga.”

Maha Benar Allah SWT yang telah berfirman;

نٓ‌ ۚ وَالۡقَلَمِ وَمَا يَسۡطُرُوۡنَۙ

”Nun, demi kalam dan apa yang mereka tulis. Berkat nikmat Tuhanmu kamu (Muhammad) sekali-kali bukanlah orang gila.” (QS: al-Qalam [68]: 1-2).

Semoga Allah SWT memberikan kemampuan kepada para dai untuk dapat menuliskan materi-materi dakwahnya menjadi buku dan artikel. Dengan demikian, akan dapat mencerahkan aktivitas dakwah di negeri ini. Amin.*/Imam Nur Suharno, pengajar di Pondok Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan, Jawa Barat

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwah menulisdakwah tulisan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PA 212, GNPF Ulama dan FPI Tolak Tim PPHAM Bentukan Jokowi: Alat Legitimasi PKI!
Tulisan selanjutnya Hamas Mengutuk Penodaan Pemukim Haram Yahudi di Kompleks Masjid al-Aqsha

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Dua Topan Mendera China dalam Sepekan Hampir 2 Juta Orang Dievakuasi
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?