Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Sombong, Biang Segala Penyakit Hati

Masykur Abu Jaulah
Terakhir diupdate: 4 Januari 2017 11:07 11:07 am
Masykur Abu Jaulah
Dipublikasikan 4 Januari 2017 11:07
Bagikan
Bagikan

BERBICARA orang sombong rasanya tidak sah tanpa menyebut nama Namrudz di masa tugas Nabi Ibrahim atau Firaun di zaman dakwah Nabi Musa Alaihima as-salam (As).

Keduanya adalah contoh manusia angkuh di zamannya masing-masing.

Lebih dari itu, mereka pun kerap digelari ikon manusia terangkuh sepanjang sejarah kehidupan yang ada. Khusus nama yang disebut terakhir, sederet “prestasi” menjadi pengesah sematannya sebagai manusia paling sombong di dunia.

Aku adalah Tuhan kalian Yang Mahatinggi. Demikian deklarasi lancang Firaun saat didakwahi oleh Nabi Musa sekaligus jadi pamungkas dari rangkaian kesombongannya selama ini.

Padahal saat itu, dengan penuh santun, Nabi Musa hanya bermaksud menanyai Firaun, sekira ia mau membersihkan diri.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Selanjutnya Musa juga menawarkan diri, membimbing Firaun ke jalan yang lurus.

Apa daya, Firaun memilih berpaling dari kebenaran. Penyakit hatinya kumat lagi. Ia menantang Musa sekaligus mengaku sebagai Tuhan yang layak disembah.

Allah berfirman:   “Dan katakanlah (kepada Firaun): Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepada-Nya? Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar. Tetapi Fir´aun mendustakan dan mendurhakai. Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa). Maka dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya. (Seraya) berkata: Akulah Tuhanmu yang paling tinggi. Maka Allah mengazabnya dengan azab di Akhirat dan azab di dunia. (QS. An-Naziat [79]: 18-25).

Dalam kehidupan sosial, sombong termasuk perilaku yang paling tak disukai manusia. Bisa dikata, jamak manusia tak senang berkawan dengan orang sombong.

Bahkan ada ungkapan populer, boleh sombong terhadap orang sombong.

Terlepas dari kebolehannya, sekurangnya ucapan itu menyuratkan ketidaksukaan orang-orang terhadap orang yang sombong.

Dari Seribu Alasan hingga Menjungkir Fakta

Berangkat dari ciri yang selalu sama, tak susah mengenali hati yang terjangkiti virus angkuh. Biasanya mereka sulit menerima kebenaran dan suka memandang rendah orang lain.

Kebenaran baginya harus sesuai dengan selera dan keinginan nafsunya. Sedang orang lain dihargai juga seukur dengan kepentingan yang mengikat.

Mirisnya lagi, orang sombong kerap menempuh segala cara yang dianggap bisa melanggengkan kepentingannya. Beribu alasan juga dengan mudah segera dihadirkan menutupi bobrok perbuatannya.

Larangan Sombong di Muka Bumi

Sekali lagi, mari tengok kisah Firaun, manusia sombong yang akhirnya binasa di tengah Laut Merah tersebut.

“Biarkanlah aku membunuh Musa….” Dengan sangat angkuh, Firaun menakuti Nabi Musa dengan teror pembunuhan.

Tak cuma berpaling dari dakwah, Firaun juga menentang dengan menantang.

“… Dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya.” Tandas Firaun congkak.

Liciknya, setelah teror yang melanggar kemanusiaan itu, Firaun masih juga memutarjungkirkan data dan fakta di lapangan.

“Aku khawatir Musa akan menukar agamamu dan menimbulkan kerusakan di muka bumi.” lanjut Firaun enteng.

Inilah bahaya laten virus sombong. Ia menjadi biang dari segala penyakit hati dan kerusakan.

Tidak heran, sejak dini Nabi mewanti-wanti umatnya agar menjauhi sifat tersebut.

Tips Deteksi Kesombongan

Tak hanya menciderai karunia hidayah, sombong bahkan menegasikan iman yang sebelumnya bercokol di hati seseorang.

Ibarat wadah iman berisi air, sombong adalah minyak yang tak bisa mencampurinya.

Nabi menegaskan, tidak masuk surga orang yang di hatinya terdapat bibit keangkuhan meski sebessar biji sawi.

Dalam ungkapan lain, ada dua golongan manusia yang tak mampu menerima ilmu, orang yang malu (tidak pada tempatnya) dan orang yang sombong (takabbur).

Alhasil, tak ada salahnya bermuhasabah diri di awal perjalanan tahun Masehi ini.

Sekira ada hati yang masih suka menunda kebaikan untuk dikerjakan atau diikuti.

Jika rupanya ada yang masih tersangkut rasa “lebih hebat” daripada saudara lainnya.

Maka patutlah ia memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (Swt).

Sebab tiada lain, itu semua adalah bisikan halus setan dan godaan nafsu yang mengajak kepada kesombongan.*

Redaktur: Masykur Abu Jaulah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:congkakdengkifiraunmenolak kebenaransombongtakabbur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inkarul Munkar Kunci agar Negara Selamat dari Berbagai Musibah
Tulisan selanjutnya Gambar Bashar, Imam Syiah dan Pohon Natal Menghiasi Kota Aleppo

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?