Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Kasih Sayang Islam dalam Jihad di Medan Perang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 November 2018 22:09 10:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 November 2018 09:00
Bagikan
Mujahidin sedang memberi makan kucing di tengah perang
Bagikan

ISLAM adalah agama yang selalu mengedepankan kasih sayang. Nabi Muhammad ﷺ, juga diutus untuk menjadi rahmat bagi seantero alam (QS. Al-Anbiya [21]: 107). Hatta dalam jihad dalam pengertian perang sekalipun, kasih sayang Islam juga masih terpancar.

Beberapa poin berikut –yang disarikan dari kitab “Minhāj al-Muslim” (274-275) karya Syeikh Abu Bakar Al-Jazairy–bisa menjadi bukti pancaran kasih sayang tersebut. Pertama, perang tak akan digulirkan sebelum dilangsungkan dakwah.

Dalam Islam, memang perang adalah opsi terakhir ketika langkah-langkah berikut sudah tidak efektif lagi atau justru Islam yang diserang lebih dahulu maka inilah urutannya: (1) mengajak masuk Islam (2) membayar jizyah jika menyerah (3) berperang.

Mengenai hal itu, Muslim meriwayatkan, “Rasulullah ﷺ jika mengangkat komandan tentara atau angkatan perang, beliau memberikan wasiat khusus agar bertaqwa kepada Allah dan berbuat baik kepada kaum muslimin yang menyertainya. Kemudian beliau bersabda: “Jika engkau bertemu musuhmu dari kaum musyrikin, ajaklah mereka kepada tiga hal. Bila mereka menerima salah satu dari ajakanmu itu, terimalah dan jangan apa-apakan mereka, yaitu: ajaklah mereka memeluk agama Islam, jika mereka mau, terimalah keislaman mereka; kemudian ajaklah mereka berpindah dari negeri mereka ke negeri kaum muhajirin.”

Baca: Gerakan Jihad Kaum Sufi di Syam dan Mesir 

Kemudian, “Jika mereka menolak, katakanlah pada mereka bahwa mereka seperti orang-orang Arab Badui yang masuk Islam, mereka tidak akan memperoleh apa-apa dari harta rampasan perang dan fai’ (harta rampasan tanpa peperangan), kecuali jika mereka berjihad bersama kaum muslimin. Bila mereka menolak (masuk Islam), mintalah mereka agar membayar upeti. Jika mereka menyetujui, terimalah hal itu dari mereka. Lalu, bila mereka menolak, mintalah perlindungan kepada Allah dan perangilah mereka.”

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Kedua, tidak boleh membunuh wanita, anak-anak, tua renta dan pendeta (pemuka agama) jika mereka tidak terlibat perang. Ini sesuai dengan sabda Nabi ﷺ:

انْطَلِقُوا بِاسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ وَلاَ تَقْتُلُوا شَيْخًا فَانِيًا وَلاَ طِفْلاً وَلاَ صَغِيرًا وَلاَ امْرَأَةً

“Berangkatlah (ke medan perang) dengan nama Allah, dengan Allah, dan di atas millah Rasulullah. Janganlah membunuh orang tua jompo, anak-anak, bayi, dan perempuan.” (HR. Abu Dawud)

Baca: Kewajiban Jihad dengan Qalam

Bandingkan misalnya dengan perang orang non-Muslim, seperti yang terjadi di Yerusalem; di mana umat Islam dibantai dengan sangat keji oleh pasukan Salib. Karen Amstrong dalam buku yang sudah diterjemahkan berjudul “Perang Suci: dari Perang salib hingga Perang Teluk” (2007: 289-290) mencatat bagaimana kejinya pembantaian mereka pada 15 Juli 1099. Pemenggalan kepala adalah yang paling ringan. Ada yang dibakar, tumpukan kepala berserakan dan mutilasi. Sampai-sampai misalnya, dalam Kuil Sulaiman darah umat Islam yang dibantai setinggi lutut. Dalam waktu dua hari, 40.000 umat Islam dibantai –tak peduli laki, perempuan dan anak—dengan sangat keji.

Ketiga, tidak berkhianat dan membunuh orang yang berada dalam perlindungan umat Islam. Orang yang melakukan demikian –sebagaimana riwayat Imam Ahmad—akan membawa bendera pengkhianatan kelak di hari kiamat.

Keempat, tidak membakar musuh. Nabi ﷺ bersabda:

إِنْ وَجَدْتُمْ فُلَانًا فَاقْتُلُوهُ وَلَا تُحْرِقُوهُ، فَإِنَّهُ لَا يُعَذِّبُ بِالنَّارِ إِلَّا رَبُّ النَّارِ

“Jika kalian menangkap si fulan, bunuhlah dan jangan kalian bakar. Karena tidak boleh menyiksa dengan api kecuali Tuhannya api (yaitu Allah).” (HR. Abu Dawud)

Bandingkan kasih sayang Islam dalam perang misalnya dengan kisah pasukan salib tadi yang membakar umat Islam hidup-hidup.

Baca: Jihad dan Sedekah 

Kelima, tidak boleh memutilasi musuh. Suatu ketika, Samurah bin Jundab bercerita:

كَانَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحُثُّنَا عَلَى الصَّدَقَةِ وَيَنْهَانَا عَنْ الْمُثْلَةِ

“Sesungguhnya Nabi menyuruh kami bersedekah dan melarang mutilasi.” (HR. Abu Daud)

Di sini betapa terpancar jelas bagaimana kasih sayang Islam hingga dalam peperangan. Musuh yang sudah mati dan tak berdaya, tidak boleh dimutilasi.

John Man dalam buku “Saladin The Life, the Legend and the Islamic Empire” yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Shalahuddin al-Ayyubi: Riwayat Hidup, Legenda, dan Imperium Islam (2017: 33) mengisahkan pembantaian yang cukup mengerikan yang dilakukan saat pasukan Salib merebut Yerusalem pada tahun 1099. Katanya, anak-anak, pria, wanita dibantai. Hukuman penggal kepala katanya disebut sebagai belas kasih. Ada juga yang ditusuk dengan panah, dilempar dari menara, dibakar hidup-hidup hingga mati dan ada disiksa dalam waktu yang lama.

Beberapa bukti yang disebut tadi menunjukkan sejauh mana kasih sayang Islam yang tetap tercermin hingga dalam kondisi genting peperangan sekalipun. Dalam hal ini, sepanjang sejarah umat manusia, umat Islam –tentunya yang mengikuti petunjuk Nabi—menjadi teladan yang baik dalam menerapkan kasih sayang hingga dalam peperangan.*/Mahmud Budi Setiawan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamjihadkasih sayangMedan PerangmusuhPerang Salib
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Aktivis Tatarstan Protes Kejahatan China dengan Berdiri di Depan Konsulat
Tulisan selanjutnya Di Jerman Tiap 3 Hari 1 Wanita Tewas Akibat KDRT

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?