Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Apa yang Allah Ajarkan dengan Musibah Corona?

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 25 Mei 2020 13:02 1:02 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 20 Mei 2020 11:45
Bagikan
kasus covid-19
Bagikan

Oleh: Herman Anas

Hidayatullah.com | Setiap kejadian ada hikmah yang bisa diambil. Apakah itu kejadian besar atau kecil. Umat Islam adalah umat yang bertauhid. Umat yang mengesakan Allah. Tauhid (توحيد) yang bentuknya masdar dari fi’il madhinya wahhada (wahhada) bermakna mengesakan, “menjadikan esa atau tunggal”.

Sehingga, mereka tidak fokus pada makhluq yang nampak di alam ini. Mereka tidak melihat Si A punya kekuatan, Si B punya kekuatan, Si C punya kekuatan dst.  Ada orang meninggal tabrakan, meninggal terkena sihir bahkan banyak orang saat ini meninggal karena corona tidak merisaukan hatinya. Sebab dia meyakini yang punya kekuatan hanyalah Allah, begitupula yang menghidupkan dan mematikan Allah semata, tiada sekutu baginya.

Tauhid ini didapat apabila tidak syirik. Apabila sudah benar-benar meyakini hanya Allah zat yang punya kekuatan, menghidupkan dan mematikan. Makhluk tidak mempunyai pengaruh (atsar) tapi Allah-lah sang pencipta yang mempunyai pengaruh (mu’attsir). Tauhid inilah yang akan melahirkan akhlak akhlak yang terpuji sebagaimana para sahabat. Seperti, sabar, ikhlas, tawakkal, syukur, cinta, ridha dst. Mau marah kepada siapa jikalau hatinya sudah diliputi rasa cinta, ridha dan mengetahui (makrifat) bahwa semua dari kekasih yang dicintainya.

Setidaknya ada 10 hal yang Allah ajarkan dengan corona pada umat saat ini :

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Pertama,  mudah bagi Allah, dengan mengirimkan satu tentara saja yang (makhluq Allah kasat mata) tidak kelihatan mampu mengguncang dunia. Mulai yang mempunyai kedudukan tertinggi sampai terendah tidak mampu mengatasi. Presiden, ilmuwan dan para hartawan mengerahkan segala upayanya. Harta, tahta dan kecerdasan sudah dimaksimalkan mengatasinya, namun tidak mampu. Kemana engkau bersandar dan meminta tolong?

Kedua,  mudah bagi Allah mengembalikan kestabilan dunia sebagaimana dilansir banyak peneliti. Di mana banyak kerusakan oleh ulah tangan manusia baik di darat dan lautan. Pada 8 Maret lalu seperti dikutip dari kompas.com, peneliti sumber daya lingkungan dari Standford University, Marshall Burke melakukan beberapa perhitungan baik tentang penurunan polusi udara baru-baru ini di beberapa wilayah di China.

Peneliti ini kemudian mencoba menghitung pengurangan polusi selama dua bulan. Hasilnya, mungkin saja pengurangan polusi ini telah menyelamatkan nyawa 4.000 anak di bawah 5 dan 73.000 orang dewasa di atas 70 di China. Itu secara signifikan lebih dari jumlah kematian global saat ini dari virus corona.

Ketiga, syariat yang satu berkaitan dengan syariat lain. Syariat penanggulangan wabah ala Rasulullah ﷺ dan juga dilaksanakan di zaman Sayyidina Umar dapat berjalan mulus karena adanya tanggungjawab pemenuhan kebutuhan pokok. Kalau tidak, maka hanya teori belaka.

Keempat, adanya wabah corona menunjukkan bahwa alam ada yang menciptakan, mengatur dan memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan. Corona hanya salah satu perantara kematian, banyak orang terkena corona juga sembuh dan banyak orang yang tidak terdampak corona juga meninggal dunia. Jadi, orang meninggal karena telah sampainya ajal.

Kelima,  adanya wabah corona menunjukkan manusia lemah. Makhluk kecil saja tak mampu mereka taklukkan. Dilarangnya rasa sombong dan merasa besar.

Keenam,  banyak kemungkaran, kedzaliman dan ketidakadilan di dunia ini, tapi umat Nabi Muhammad ﷺ tidak adzab sebagaimana kaum terdahulu. Sebab umat ini punya syariat dan hukuman bagi pelanggarnya. Namun saat ummat abai, Allah sendiri yang akan menghukumnya.

Ketujuh,  Allah yang menjaga agama dan mengatur dunia ini. Jika seseorang tidak mampu atau malah berbuat kerusakan sebagai khalifah di bumi, maka Allah ganti yang lebih baik.

( وَإِن تَتَوَلَّوۡا۟ یَسۡتَبۡدِلۡ قَوۡمًا غَیۡرَكُمۡ ثُمَّ لَا یَكُونُوۤا۟ أَمۡثَـٰلَكُم)

“Dan jika kamu berpaling (dari jalan yang benar) Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan (durhaka) seperti kamu (ini).” [Surat Muhammad: 38]

Kedelapan,  Allah perintahkan makan yang halal. Inilah awal mula dugaan terjadinya wabah kali ini. Sembarang hewan dimakan tanpa memperdulikan haram dan halal. Padahal Al-Qur’an bukan hanya petunjuk bagi orang bertaqwa (Al-Baqarah ayat 2) tapi juga petunjuk bagi manusia secara umum (Surat al-Baqarah ayat 185).

Kesembilan,  Allah tampakkan syari’at menutup aurat, cuci tangan, wudhu, tidak jabat tangan non-mahram dst, meskipun mungkin saat ini dilakukan berdasarkan asas manfaat.

Sepuluh,  Allah syari’atkan dakwah atas kemaksiatan karena kemaksiatan itu mengundang bencana yang akan menimpa juga orang-orang beriman, sebagaimana di surah al anfal ayat 25. Syaikh Umar Hasyim, Amirul Mu’minin Fil Hadits, Mesir juga menyatakan :

لم ينزل البلاء الا بالذنوبة ولم يكشف الوباء الا بالتوبة

“Tidaklah turun bencana kecuali karena dosa dan tidaklah diangkat wabah kecuali dengan taubat.”

Wal akhir, husnudzonlah pada Allah. Dzat yang menciptakan, memberi rezeki dan mengatur alam ini. Yakinlah yang ada di sisi Allah hanya kebaikan.  Baik dan buruk kejadian hanya dalam sudut pandang manusia yang terbatas, berpatokan manfaat  atau tidak terhadap dirinya secara akal. Padahal, makhluk Allah bukan hanya manusia.*

Alumnus Ponpes Annuqayah, Sumenep

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19musibahtauhidvirus corona
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ramadhan & Masjid, Waktu dan Tempat Paling Diminati untuk Berzakat
Tulisan selanjutnya al-azhar masjid al-aqsha Otoritas Islam Bolehkan Sholat Idul Fitri di Rumah untuk Bantu ‘Selamatkan Manusia’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Vatikan Pecat Kelompok Katolik Tradisional SSPX karena Menentang Paus

Berita
8 Juli 2026 06:56
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Korea Utara Bertekad Membangun Kekuatan Nuklir dan Memperluas Peran Intelijen Militer
‘Israel’ Gunakan Kesepakatan Gas dan Air untuk Menekan Yordania
Amerika Serikat Longgarkan Ekspor Item Militer, Chip AI dan Satelit Komersial ke UEA

Terbaru

  • MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
  • INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
  • Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
  • MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
  • Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
  • Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
  • Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
  • Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
  • Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
  • Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?