Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Apakah Anak anak Kita Calon Anak Sholeh

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 6 Juli 2020 16:58 4:58 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 6 Juli 2020 16:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com | Siapa yang tidak ingin punya anak yang shaleh? Tentu, itu adalah dambaan semua orang beriman. Karena anak shaleh harapan orang tua baik saat masih hidup terutama setelah meninggalkan dunia nanti.

Setidaknya ada 3 kriteria tanda anak shaleh.  Pertama, bertanggungjawab atas beban hukum yang dibebankan kepadanya. Kedua, mendoakan kedua orang tua. Ketiga, faham ilmu agama.

Pertama, bertanggungjawab atas beban hukum yang dibebankan kepadanya

Setiap shalat kita terbiasa juga berdoa :

رَبَّنَا هَبۡ لَنَا مِنۡ أَزۡوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعۡيُنٖ وَٱجۡعَلۡنَا لِلۡمُتَّقِينَ إِمَامًا

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”  [Surat Al-Furqan, Ayat 74].

Ya Tuhan kami, ربنا . Penggalan ini mengajarkan akan doa. Doa adalah senjata orang mukmin dan puncaknya ibadah. Doa dapat dilakukan kapan saja. Sebelum menikah, memilih pasangan, saat nikah dan ingin punya keturunan.

Anugerahi kami, هب لنا . Penggalan ayat ini mengajarkan akan memulai dari diri sendiri terdahulu baik dalam doa ataupun sebagai contoh dalam tingkah laku.

Dari pasangan kami, من ازواجنا. Berdoa dan memilih pasangan yang shaleh shalehah adalah bekal keturunan shaleh, وذرياتنا. Di dalam Tafsir Jalalain, ketaatan mereka yakni pasangan dan keturunan adalah menjadi penyejuk pandangan atau penyenang hati.

Jadikanlah kami imam bagi orang bertaqwa, واجعلنا للمتقين إماما. Bertanggung jawab salah satu ciri tanda anak shaleh. Ia mandiri, mampu melaksanakan beban beban hukum (taklif) syara sesuai usianya secara baik. Seperti belajar shalat atau beban syariat lainnya mendekati umur 7 tahun, mau melaksanakan saat umur 7 tahun dan mulai konsisten pada umur 10 tahun. Mampu mengatur atau jadi imam pada diri sendiri apalagi pada keluarga dan orang lain.

Kedua, mendoakan kedua orang tua

Anak shalehlah yang akan mendoakan orang tua saat tiada. Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ :

ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﷺ ﻗﺎﻝ : ‏« ﺇﺫﺍ ﻣﺎﺕ ﺍﺑﻦ ﺁﺩﻡ ﺍﻧﻘﻄﻊ ﻋﻤﻠﻪ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺛﻼﺙ : ﺻﺪﻗﺔ ﺟﺎﺭﻳﺔ، ﺃﻭ ﻋﻠﻢ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ، ﺃﻭ ﻭﻟﺪ ﺻﺎﻟﺢ ﻳﺪﻋﻮ ﻟﻪ ‏» ، ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu. Sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda:  Apabila anak adam meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali 3 hal, sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakan kepadanya.” (Hadits riwayat Muslim)

Kemudian, dari keterangan hadits tersebut, (anak) mendoakan orang tua menjadi salah satu kriteria calon anak shaleh.

Nah, yang menjadi pertanyaan, apakah sudah ada usaha orang tua menuju kesana? Sudahkah anak-anak kita berada di jalan yang benar, sehingga kelak ada upaya mendoakan kedua orang tuanya ke arah itu?

Benarkah ketika kita dipanggil Allah,  dia mampu mendoakan orang tuanya? Ini adalah pertannyaan yang besar dan penting. Karena itu sangat penting mengajarkan anak untuk mendoakan orang tua sejak dini. Karenanya wajib bagi para orang tua  mengeraskan doa anak-anak sejak dini, selain sebagai pengajaran, agar orang tua tahu bahwa dia hapal doa-doa penting itu.

Ketiga, faham ilmu agama

Anak shaleh adalah anak yang taat kepada Allah dan Rasulnya dan anak yang dikehendaki kebaikan oleh Allah subhanahu wata’ala. Mereka adalah orang yang faham ilmu agama. Rasul ﷺ bersabda dalam haditsnya :

عن ﻣﻌﺎﻭﻳﺔ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ” ﻣﻦ ﻳﺮﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﺧﻴﺮﺍ ﻳﻔﻘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ ” ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﻭﻣﺴﻠﻢ

ﻳﻘﻮﻝ : ﺍﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﻓﻲ _ ﻓﺘﺢ ﺍﻟﺒﺎﺭﻱ . _ ﻭﻣﻔﻬﻮﻡ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺘﻔﻘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﺪﻳﻦ – ﺃﻱ : ﻳﺘﻌﻠﻢ ﻗﻮﺍﻋﺪ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻭﻣﺎ ﻳﺘﺼﻞ ﺑﻬﺎ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺮﻭﻉ – ﻓﻘﺪ ﺣﺮﻡ ﺍﻟﺨﻴﺮ

ﻷﻥ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﻌﺮﻑ ﺃﻣﻮﺭ ﺩﻳﻨﻪ ﻻ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻘﻴﻬﺎ ﻭﻻ ﻃﺎﻟﺐ ﻓﻘﻪ ، ﻓﻴﺼﺢ ﺃﻥ ﻳﻮﺻﻒ ﺑﺄﻧﻪ ﻣﺎ ﺃﺭﻳﺪ ﺑﻪ ﺍﻟﺨﻴﺮ

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah maka akan dipahamkan ilmu agama.” (HR. Bukhari-Muslim)

Ibnu Hajar dalam Kitab Fathul Bari berkata : Mafhum dari hadits sesungguhnya orang tidak belajar ilmu agama – yakni belajar kaidah Islam serta cabang-cabangnya- maka ditutup darinya akan kebaikan.

Karena sesungguhnya orang yang tidak tau urusan agamanya bukanlah orang yang faqih (faham agama) dan bukan penuntut ilmu fikih, maka pantas orang tersebut dikatakan orang yang tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah.

Sedangkan di hadits lain, ilmu didapat dengan belajar bukan karena keturunan.

انما العلم بالتعلم

“Sesungguhnya ilmu di dapat dengan belajar.” (HR. Imam Thabrani)

Sudah cukupkah pendidikan agama anak kita di rumah? di sekolah? Apakah cukup kalau hanya dengan alokasi 2 jam dalam sepekan di sekolah tiba-tiba anak kita jadi sholeh?

Bagaimana dia faham dan mengamalkan semua yang dia peroleh itu? Sementara di rumah waktunya justru lebih banyak dikendalikan gadget?  Jika kita merasa belum cukup,  maka orang tua harus khawatir dan cemas. Karena mafhum mukhalafah (pemahaman kebalikan) dari hadits kedua di atas, orang yang tidak faham agama adalah orang yang tidak dikehendaki kebaikan oleh Allah.

Naudzubillah min dzalik! Jangan sampai anak-anak kita tidak kenal Allah, karena mereka tidak mengerti perintah dan larangan Allah. Mereka tidak mengerti halal-haram dan akhlak-akhlak yang islami.

Terus, bagaimana ceritanya anak bisa berbuat baik kepada kedua orang tua (birrul waalidain), bisa mendoakan orang tua saat meninggal dan bertanggungjawab terhadap beban (taklif) hukum yang dibebankan Allah kepadanya? Sedangkan mereka tidak diajari ilmu agama dengan cukup, baik di sekolah dan rumah.

Kita –para orang tua—justru lebih fokus urusan dunia. Lebih sikuk mengirim persiaoan olimpiade, sibuk les Inggris, les senam, les ini.. itu, yang sebenarnya jauh dari melahirkan ciri melahirkan keshalehan yang diinginkan Allah Subhanahu Wata’ala.

Maka jangan kaget, tiba-tiba banyak orang pinter, tapi lisan dan pemikiranya paling jahat menyerang agama Allah. Jangan kaget melihat orang-orang dengan gelar professor doktor, tapi paling sinis memandang syariat. Mereka pandai, tapi bukan sholeh.

Kita –para orang tua—mengukur ukuran baik dan buruknya bukan karena ridha Allah, tapi panitia olimpiade. Padahal, pandangan baik dan buruk seorang muslim adalah ridha Allah.

Sesungguhnya baik adalah segala sesuatu yang diridhai Allah dan buruk adalah segala sesuatu yang dibenci oleh Allah. Jika kita bisa mengenal ini, insyaAllah, kita siap mendidik anak kita menuju keshalehan.*/ Herman Anas, alumni Ponpes Annuqayah, Sumenep

 

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:anakanak sholehdoa orang tuaMuslimorang tuaorangtua
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Profesor China Pengkritik Presiden Xi Soal Wabah Covid-19 Ditangkap
Tulisan selanjutnya Banjiri Supermarket di Barcelona dengan Kondom Palsu, 2 Pengusaha Diringkus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?