Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Oase Iman

Seburuk Apa Pun Dunia, Tetaplah Tebarkan Dakwah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 30 Mei 2022 21:55 9:55 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 Mei 2022 22:00
Bagikan
Pendakwah asal Malaysia Ebit Lew (UEL) berbagi buka puasa dan belanja lebaran para punk jalanan di Ibu Kota Jakarta
Bagikan

Seburuk apa pun dunia, seharusnya adalah segolongan kecil tetap menebar dakwah, mengajak manusia kepada kebenaran

Hidayatullah.com | DUNIA ini tidak sempurna. Ia hanya “tempat hukuman” yang disediakan Allah Ta’ala untuk Adam Alaihissalam  ketika melakukan sebuah kesalahan di surga.

Bahkan, Rasulullah ﷺ csendiri pernah berkata, sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, “Dunia itu terlaknat dan segala yang terkandung di dalamnya pun terlaknat, kecuali orang yang berzikir kepada Allah, yang melakukan ketaatan kepada-Nya, dan seorang ‘alim atau penuntut ilmu yang syar’i.” 

Karena dunia ini tidak sempurna maka wajarlah bila kita mendapati banyak sekali keburukan di dunia ini. Terlebih manusia yang diamanahi sebagai khalifah juga memiliki banyak kelemahan.

Mareka mudah sekali tergoda. Mereka lebih mencintai dunia yang tidak sempurna ini ketimbang kampung halamannya di surga yang tak ada cacat di dalamnya.

Baca Juga

Masihkah Bisa Tersenyum Saat Al-Aqsha Terjajah?
Khutbah Jum’at: Saat Masjid Al-Aqsha Ternoda, Apa Masih Ada Nyala Iman di Dada?
Khutbah Jum’at: Ramadhan Berlalu, Amal Tetap Kontinu
Khutbah Idul Fitri 1447 H : Deklarasi Kemenangan Hati di Tengah Riuhnya Kesalehan Visual
Khutbah Jumat: Mengisi Rajab dengan Muhasabah, Amal dan Puasa

Allah Ta’ala berfirman;

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَالۡبَـنِيۡنَ وَالۡقَنَاطِيۡرِ الۡمُقَنۡطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالۡفِضَّةِ وَالۡخَـيۡلِ الۡمُسَوَّمَةِ وَالۡاَنۡعَامِ وَالۡحَـرۡثِ‌ؕ ذٰ لِكَ مَتَاعُ الۡحَيٰوةِ الدُّنۡيَا ‌ۚ وَاللّٰهُ عِنۡدَهٗ حُسۡنُ الۡمَاٰبِ

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS: Ali ‘Imran 3: Ayat 14).

Bila kita telah paham bahwa dunia ini memang tak sempurna, maka seharusnya tak perlu merasa aneh ketika menyaksikan begitu banyak kejanggalan di dalamnya. Banyak orang berebut harta, tahta, dan wanita, demi mendapatkan bahagia, tetapi setelah semua itu mereka dapatkan, bukan bahagia yang mereka terima, justru rasa khawatir dan curiga. Aneh? Tidak! Sebab, begitulah dunia.

Rasulullah ﷺ pernah mencela orang-orang yang terpedaya oleh dunia. Sabda beliau;

تَعِسَ عَبْدُ الدِّينَارِ تَعِسَ عَبْدُ الدِّرْهَمِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيصَةِ تَعِسَ عَبْدُ الْخَمِيْلَةِ

“Celakalah budak dinar (uang emas), celakalah budak dirham (uang perak), celakalah budak khamishah (pakaian yang cantik) dan celakalah budak khamilah (ranjang yang empuk).” (HR. Bukhari).

Di dalam hadits yang lain, Rasulullah ﷺ bersabda;

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً، وَفِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ

“Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah (ujiannya) dan fitnah umatku adalah harta.” (HR: Bukhari)

Namun, sepeninggal Rasulullah ﷺ, apakah para budak dunia ini semakin berkurang?  Tidak! Justru semakin bertambah.

Mereka tenggelam dalam fitnah dunia, dan lalai menggapai surga yang luasnya bagaikan langit dan bumi. Aneh? Tidak! Karena dunia memang tidak sempurna!

Namun, bagi golongan orang yang sedikit, dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Mereka tidak silau dengan dunia.

Mereka juga tidak membenci harta. Hanya saja, mereka berhati-hati, jangan sampai harta dan nikmat dunia membuat mereka lalai dari mengingat Allah Ta’ala.

Karena pribadi seperti ini, mereka kerap dianggap aneh oleh orang kebanyakan. Kehidupan mereka tidak seperti kebanyakan orang.

Padahal, mereka bukanlah manusia-manusia aneh. Mereka adalah manusia-manusia yang sadar. Mereka tidak termasuk dalam bagian dunia yang terlaknat, sebagaimana disebutkan oleh Rasulullah ﷺ di atas.

Seburuk apa pun dunia, golongan kecil ini tetap menebar dakwah. Mereka tetap mengajak manusia kepada kebenaran; amar ma’ruf nahi munkar.

Di mata mereka, dunia yang buruk ini tidaklah aneh. Sebab, memang begitulah dunia, tempat Allah Ta’ala menguji sekuat apa iman seorang hamba. Bukankah Allah Ta’ala berfirman;

أَحَسِبَ ٱلنَّاسُ أَن يُتْرَكُوٓا۟ أَن يَقُولُوٓا۟ ءَامَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji?.” (QS: Al-‘Ankabut [29]: 2).

Namun, bagi mereka yang mesih besar harapannya kepada dunia, akan terkaget-kaget apabila mendapati fakta tak sesuai dengan harapan. Mereka frustasi, menyalahkan dunia, bahkan menyalahkan takdir!

Padahal, semua yang berlangsung di muka bumi ini telah sesuai dengan skenario Allah Ta’ala.  Wallahu a’lam.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amar marufdakwahnahi mungkar
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Gereja Methodis Nigeria Diculik
Tulisan selanjutnya Syariat Islam Selamatkan Generasi dari LGBT       

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Disebut Gali Parit Berisi Buaya di Sekitar Blok Penjara Tahanan Hamas

Berita
23 Juli 2026 06:00
MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
Arcandra Tahar: Kedaulatan Energi Ditentukan oleh SDM, Teknologi, dan Investasi
ConocoPhillips Kuasai 42 Persen Saham Proyek Ladang Minyak Iraq yang Digarap BP
MNF 2026: Membela Palestina adalah Hak Kita!

Terbaru

  • Deputi Kemenpora Buka Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta: Jadilah Penggerak Bangsa Menuju Indonesia Emas
  • Arcandra Tahar: Kedaulatan Energi Ditentukan oleh SDM, Teknologi, dan Investasi
  • Rakerwil Pemuda Hidayatullah DKI Jakarta Bahas Penguatan Peran Pemuda sebagai Penggerak Bangsa
  • Zulkifli Hasan Ajak Umat Islam Perkuat Kedaulatan Pangan, Sebut Swasembada Kehormatan Bangsa
  • MUI Siapkan Fatwa ZIS untuk Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan Pekerja Rentan
  • Fenomena “Ustaz AI”, MUI Serukan Jihad Digital di KUII VIII
  • MUI Gandeng 16 LAZ, Perkuat Sinergi Program Zakat untuk Pemberdayaan Umat
  • Pakar Hukum Tata Negara UGM Soroti Lemahnya Sistem Peradilan, MUI Didorong Keluarkan Fatwa Haram Intervensi Politik
  • MUI dan UI Teken MoU Pengembangan AI dan Data Science di KUII VIII
  • Wantim MUI Serukan Empat Agenda Strategis Umat Menuju Indonesia Emas 2045

Mungkin Anda Juga Suka

Oase Iman

Khotbah Jumat: Islam Menentang Aksi Premanisme

8 Mei 2025 13:08
Oase Iman

Khutbah Jumat: Hormat kepada Ulama, Santun kepada Sesama

24 April 2025 18:21
Oase Iman

Khutbah Jumat: Waspadai Faktor Penggagal Fatwa Jihad PalestinaL: Diri Kita Sendiri!

11 April 2025 07:28
Oase Iman

Khutbah: Idul Fitri dan Momentum Merajut Persaudaraan Sesama Umat Islam

30 Maret 2025 22:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?