Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Kisah Julaibib (1)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 April 2016 20:47 8:47 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2016 20:43
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

SUDAH selayaknya kita mengenal orang-orang pilihan yang memiliki berbagai keutamaan. Sebab, mengenang mereka akan dapat menghidupkan hati. Kita semua memerlukan sosok teladan dan contoh.

Muslim meriwayatkan dari Abu Barzah, bahwasanya Nabi Muhammad Shalallaahu ‘Alahi Wasallam berada dalam satu peperangan. Kemudian Allah menakdirkan beliau mendapatkan harta fai’. Beliau bertanya kepada para sahabat, “Apakah kalian kehilangan seseorang?”

Para sahabat menjawab, “Ya, yaitu fulan, fulan, dan fulan.”

Beliau bertanya lagi, “Apakah kalian kehilangan seseorang?”

Sahabat menjawab, “Ya, fulan, fulan, dan fulan.”

Baca Juga

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah
H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah

Untuk ketiga kalinya, beliau bertanya, “Apakah kalian kehilangan seseorang?”

“Ya, fulan, fulan, dan fulan,” kata para sahabat.

Beliau bersabda, “Tapi aku kehilangan Julaibib, carilah dia!”

Para sahabat pun mencarinya di tengah-tengah para korban yang terbunuh. Akhirnya, mereka berhasil menemukannya berada di dekat tujuh mayat. Ketujuh mayat ini ia bunuh sebelum akhirnya musuh berhasil membunuhnya.

Tak lama kemudian, Nabi datang. Beliau berhenti sejenak, lalu bersabda, “Ia telah membunuh tujuh orang sebelum akhirnya mereka membunuhnya. Orang ini termasuk golonganku dan aku termasuk bagian darinya, orang ini termasuk golonganku dan aku termasuk bagian darinya.”

Kemudian beliau menggotong jasadnya dengan kedua tangan beliau yang mulia. Hanya kedua tangan beliau yang mengangkatnya, tidak ada yang lain.

Setelah itu, beliau menggalikan kuburnya dan meletakkannya di sana, tanpa terlebih dahulu dimandikan.

Sabda Nabi tentang diri Julaibib, “Orang ini termasuk golonganku dan aku termasuk bagian darinya,” mengandung makna yang menegaskan betapa keduanya memiliki kesamaan langkah dalam hal ketaatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena Julaibib mati syahid, beliau tidak memandikan dan tidak menshalatkannya. Begitulah Islam mengangkat derajat Julaibib, dan menghinakan orang-orang semacam Abu Jahal dan Abu Lahab.

Hadits di atas berisi anjuran untuk mengenal orang-orang shalih, menanyakan keadaan mereka, menampakkan keutamaan mereka, dan mengenali nilai mereka, meski orang shalih tersebut tidak terkenal. Anjuran ini lebih ditekankan lagi bagi orang yang menjadi pemimpin (dalam firman-Nya), “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al-Ahzab: 21).*/Sa’id Abdul ‘Azhim, dikisahkan dalam bukunya Bertakwa Tapi Tak Dikenal. [Tulisan selanjutnya]

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Julaibib
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Thailand Pengemudi Mabuk akan Dihukum Bekerja di Kamar Mayat
Tulisan selanjutnya Kisah Julaibib (2)

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Berita
18 Juli 2026 09:30
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Pena Muballigh Menentukan Masa Depan Peradaban Islam
  • Kelompok Houthi Nyatakan Blokade Laut terhadap Arab Saudi
  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

25 April 2026 08:37
Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?